Fimela.com, Jakarta - Hujan deras yang berlangsung selama berjam-jam bisa meninggalkan sejumlah masalah pada rumah. Oleh sebab itu cara memeriksa kondisi rumah setelah hujan deras perlu diperhatikan. Air yang merembes melalui atap, genangan di sekitar fondasi, hingga saluran pembuangan yang tersumbat merupakan beberapa kondisi yang perlu diperhatikan setelah hujan reda. Meski dari luar bangunan terlihat baik-baik saja, bukan berarti tidak ada kerusakan yang terjadi.
Memeriksa kondisi rumah setelah hujan deras sebaiknya menjadi kebiasaan, terutama ketika hujan disertai angin kencang atau menyebabkan banjir di sekitar tempat tinggal. Pemeriksaan ini membantu menemukan kerusakan sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Ada beberapa bagian rumah yang perlu diperiksa secara bertahap agar potensi bahaya maupun kerusakan dapat diketahui lebih cepat.
Advertisement
1. Periksa Kondisi Atap Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382152/original/021327100_1792975130-e2586e79-c51c-4a41-8eac-92f2b3624bd0.jpg)
Atap menjadi bagian pertama yang perlu diperiksa setelah hujan deras karena berhadapan langsung dengan air hujan dan terpaan angin. Perhatikan apakah ada genteng yang bergeser, pecah, terangkat, atau bahkan terlepas. Kerusakan kecil pada bagian ini bisa menjadi jalan masuk air ketika hujan kembali turun.
Jika menggunakan atap berbahan seng atau metal, periksa apakah terdapat bagian yang terangkat, sambungan yang terbuka, atau sekrup yang mulai longgar. Sementara itu, pada atap beton atau dak, perhatikan kemungkinan munculnya genangan air yang tidak mengalir menuju saluran pembuangan.
Pemeriksaan atap sebaiknya dilakukan dari tempat yang aman, misalnya dengan melihat bagian luar bangunan dari halaman atau mengamati kondisi atap melalui jendela. Hindari naik ke atap yang masih basah karena permukaannya licin dan berisiko menyebabkan terpeleset. Apabila ditemukan kerusakan yang sulit dijangkau, gunakan jasa tukang atau tenaga profesional untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
2. Cek Plafon untuk Mengetahui Kebocoran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342351/original/068288100_1788767019-2.jpg)
Setelah memeriksa atap, lanjutkan dengan melihat kondisi plafon di setiap ruangan. Bagian ini dapat memperlihatkan tanda-tanda kebocoran yang mungkin tidak terlihat dari luar rumah.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Muncul noda kecokelatan: Bekas air biasanya meninggalkan bercak pada permukaan plafon, terutama di sekitar sambungan atau bagian yang mengalami rembesan.
- Plafon terlihat menggembung: Penumpukan air di atas plafon dapat membuat permukaannya berubah bentuk atau melendut.
- Cat mengelupas: Lapisan cat yang terangkat atau menggelembung bisa menjadi petunjuk adanya kelembapan berlebih.
- Terdapat tetesan air: Air yang menetes dari plafon menunjukkan kemungkinan adanya jalur kebocoran dari atap atau bagian bangunan di atasnya.
Jangan menusuk atau menekan plafon yang terlihat menggembung karena bagian tersebut mungkin menahan air dan berisiko runtuh. Jauhkan penghuni dari area tersebut, terutama anak-anak, sampai sumber kebocoran diperiksa dan diperbaiki.
Jika air terlihat menetes di dekat lampu, kabel, atau perangkat listrik, jangan menyentuh bagian tersebut. Matikan sumber listrik dari lokasi yang aman apabila memungkinkan dan minta bantuan teknisi listrik.
Advertisement
3. Periksa Dinding dari Rembesan dan Retakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543192/original/072042600_1775018427-tembok_rembes.jpg)
Dinding rumah juga perlu mendapatkan perhatian setelah hujan deras, terutama jika bangunan memiliki riwayat kebocoran atau berada di kawasan yang sering mengalami genangan.
Amati permukaan dinding bagian dalam maupun luar. Tanda rembesan biasanya terlihat berupa bercak lembap, cat menggelembung, lapisan plester yang mengelupas, atau munculnya jamur. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika air masuk melalui retakan, sambungan bangunan, atau lapisan pelindung dinding yang sudah rusak.
Perhatikan pula apakah terdapat retakan baru atau retakan lama yang semakin melebar. Retakan rambut pada lapisan cat belum tentu menunjukkan masalah struktural. Namun, retakan diagonal, retakan yang terus berkembang, atau retakan yang disertai perubahan posisi pintu dan jendela perlu diperiksa oleh tenaga ahli bangunan.
Jangan hanya menutup retakan menggunakan semen atau dempul tanpa mengetahui penyebabnya. Jika masalah berasal dari pergerakan struktur atau tekanan tanah akibat kondisi lingkungan yang basah, perbaikan permukaan saja tidak akan menyelesaikan sumber kerusakan.
4. Pastikan Instalasi Listrik Tidak Terkena Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249379/original/076079000_1749636210-Gemini_Generated_Image_og1umgog1umgog1u.jpg)
Instalasi listrik termasuk bagian rumah yang harus diperiksa dengan sangat hati-hati setelah hujan deras. Air yang masuk melalui atap, plafon, dinding, atau genangan banjir dapat mencapai stopkontak, sakelar, kabel, dan panel listrik.
Perhatikan beberapa tanda yang menunjukkan kemungkinan adanya gangguan listrik, seperti:
- Stopkontak terlihat basah atau mengeluarkan percikan.
- Sakelar terasa lembap atau menunjukkan perubahan warna.
- Muncul bau seperti kabel terbakar.
- MCB atau pemutus arus listrik sering turun.
- Terdapat kabel yang terkelupas atau terendam air.
Jika menemukan tanda tersebut, jangan mencoba menyalakan peralatan listrik untuk memastikan apakah masih berfungsi. Matikan aliran listrik dari panel utama hanya jika dapat dilakukan dari tempat yang kering dan aman. Jika panel atau jalur menuju panel terendam, jangan menerobos genangan untuk mematikannya.
Mintalah teknisi listrik yang kompeten memeriksa instalasi sebelum listrik digunakan kembali. Peralatan elektronik yang terkena air juga harus benar-benar diperiksa dan dikeringkan sebelum dioperasikan. Menyalakan perangkat yang masih lembap dapat meningkatkan risiko sengatan listrik maupun kebakaran.
Advertisement
5. Periksa Saluran Air dan Talang Atap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387010/original/089166000_1793421637-7.jpg)
Hujan deras sering membawa daun, ranting, lumpur, dan sampah kecil yang dapat menyumbat saluran pembuangan. Jika dibiarkan, air hujan bisa meluap dan menggenangi halaman, teras, bahkan masuk ke dalam rumah.
Periksa talang atap untuk memastikan tidak ada bagian yang tersumbat atau mengalami kebocoran. Amati pula apakah air mengalir dengan lancar menuju pipa pembuangan. Talang yang meluap bisa menyebabkan air membasahi dinding dan mempercepat kerusakan lapisan pelindung bangunan.
Selanjutnya, cek saluran drainase di sekitar rumah, termasuk selokan, lubang pembuangan, dan saluran air di halaman. Bersihkan sampah yang terlihat dari lokasi aman menggunakan alat yang sesuai. Hindari memasukkan tangan langsung ke saluran yang tertutup lumpur karena mungkin terdapat benda tajam atau hewan berbahaya.
Jika air masih menggenang meskipun hujan sudah berhenti, perhatikan apakah penyebabnya berasal dari saluran yang tersumbat, permukaan tanah yang lebih rendah, atau kapasitas drainase yang tidak memadai. Penanganan yang tepat membantu mengurangi risiko genangan berulang ketika hujan kembali turun.
6. Amati Fondasi dan Permukaan Tanah di Sekitar Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370747/original/068220300_1791687259-Cara_mengetahui_pipa_air_pecah_di_dalam_rumah__terjadi_rembesan_di_dinding.jpg)
Bagian fondasi tidak selalu dapat diperiksa secara langsung, tetapi perubahan kondisi tanah di sekeliling rumah bisa memberikan petunjuk mengenai masalah yang perlu ditangani.
Setelah hujan deras, perhatikan apakah muncul genangan yang bertahan lama di dekat dinding atau bagian dasar bangunan. Amati juga apakah terdapat tanah yang terkikis, ambles, atau membentuk lubang di sekitar fondasi. Aliran air yang terkonsentrasi pada satu titik dapat mengikis tanah dan memengaruhi kestabilan area di sekitarnya.
Waspadai pula perubahan yang terjadi pada bangunan, seperti lantai yang mendadak terasa miring, pintu yang sulit ditutup, atau jendela yang tidak lagi sejajar. Jika muncul bersamaan dengan retakan baru pada dinding atau lantai, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh ahli struktur bangunan.
Untuk rumah yang berada di dekat tebing, lereng, atau area dengan kontur tanah miring, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Hujan deras dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah, terutama jika drainase tidak berfungsi dengan baik.
Jika terlihat tanah bergerak, muncul retakan memanjang pada permukaan tanah, atau terdapat pohon maupun tiang yang mulai miring, segera menjauh dari area tersebut. Jangan mencoba memperbaiki tanah atau fondasi sendiri ketika masih ada indikasi pergerakan.
Advertisement
7. Cek Pintu, Jendela, dan Kusen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382469/original/015821700_1760589370-Membuka_Pintu_Rumah.jpg)
Pintu dan jendela juga perlu diperiksa setelah hujan deras, terutama ketika hujan disertai angin kencang. Tekanan angin dan air dapat menyebabkan kerusakan pada engsel, kunci, kaca, maupun sambungan kusen.
Mulailah dengan memastikan seluruh pintu dan jendela masih dapat dibuka serta ditutup dengan normal. Perhatikan apakah ada bagian yang berubah posisi, terasa macet, atau tidak lagi menempel rapat pada bingkainya.
Periksa pula bagian sambungan antara kusen dan dinding. Jika terlihat air merembes, sealant terlepas, atau cat di sekitar bingkai mulai menggelembung, kemungkinan terdapat celah yang memungkinkan air masuk.
Apabila ditemukan kaca retak, jangan menekannya atau mencoba melepasnya sendiri. Pecahan kaca dapat melukai tangan dan bagian tubuh lainnya. Batasi akses ke area tersebut sampai dilakukan perbaikan.
8. Periksa Pohon dan Benda di Sekitar Rumah
Hujan deras yang disertai angin kencang dapat membuat pohon, dahan, pagar, dan benda-benda di halaman mengalami kerusakan. Pemeriksaan area luar rumah diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat benda yang berpotensi jatuh atau membahayakan penghuni.
Perhatikan pohon yang berada dekat atap, pagar, maupun jaringan listrik. Waspadai batang yang miring secara tidak biasa, akar yang mulai terangkat, atau dahan besar yang patah dan menggantung.
Selain pohon, periksa kondisi pagar, kanopi, antena, papan reklame kecil, serta benda lain yang terpasang di luar rumah. Pastikan tidak ada bagian yang longgar atau berpotensi terlepas ketika terkena angin berikutnya.
Jangan mencoba memotong dahan yang menimpa kabel listrik atau memindahkan pohon yang masih menggantung pada bangunan. Situasi tersebut membutuhkan penanganan petugas atau tenaga profesional agar tidak menimbulkan kecelakaan tambahan.
Advertisement
9. Periksa Kelembapan Lantai dan Area Dalam Rumah
Air hujan yang masuk melalui celah bangunan dapat meresap ke lantai, karpet, furnitur, dan bagian bawah lemari. Kondisi lembap yang dibiarkan terlalu lama bisa memicu pertumbuhan jamur serta menimbulkan bau tidak sedap.
Periksa bagian lantai yang tertutup karpet atau perabot, terutama di dekat pintu, jendela, dan dinding luar. Jika terasa lembap atau terdapat noda air, segera pindahkan barang-barang yang memungkinkan agar area tersebut dapat dikeringkan.
Buka pintu dan jendela apabila kondisi cuaca serta keamanan lingkungan memungkinkan. Sirkulasi udara membantu mengurangi kelembapan di dalam ruangan. Gunakan kipas atau alat pengering hanya jika instalasi listrik sudah dipastikan aman.
Jika rumah sempat terendam banjir, penanganannya perlu lebih serius. Air banjir berpotensi membawa kotoran, limbah, dan mikroorganisme. Gunakan sarung tangan, sepatu bot, serta pelindung yang sesuai saat membersihkan area terdampak. Barang berpori yang terkontaminasi dan sulit dibersihkan mungkin perlu dibuang.
Usahakan mengeringkan area yang basah secepat mungkin. CDC menyarankan pengeringan dalam 24–48 jam jika memungkinkan untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.
10. Pastikan Saluran Gas dan Peralatan Rumah Tangga Aman
Selain listrik, periksa juga kondisi instalasi gas, terutama jika rumah mengalami genangan atau banjir. Air dan pergerakan benda selama hujan ekstrem dapat memengaruhi posisi tabung, regulator, selang, maupun sambungan gas.
Pastikan tabung gas berada dalam posisi stabil dan tidak mengalami kerusakan. Perhatikan kondisi selang serta sambungan regulator. Jika mencium bau gas yang tidak biasa, jangan menyalakan kompor, sakelar lampu, atau perangkat lain yang dapat memicu percikan.
Segera tinggalkan bangunan dan hubungi penyedia layanan gas atau petugas darurat dari lokasi aman. Jangan kembali masuk sebelum kondisi dinyatakan aman.
Periksa pula peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, kulkas, pompa air, dan perangkat elektronik lainnya. Jika alat tersebut terkena genangan atau air rembesan, jangan langsung menghubungkannya ke sumber listrik. Mintalah teknisi memeriksa kondisinya terlebih dahulu.
Khusus rumah yang mengalami banjir, pemeriksaan peralatan gas dan listrik sebaiknya dilakukan sebelum keduanya digunakan kembali.
Advertisement
11. Kenali Tanda Rumah Membutuhkan Pemeriksaan Profesional
Tidak semua kerusakan rumah setelah hujan deras dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan sederhana. Beberapa kondisi membutuhkan bantuan tukang berpengalaman, teknisi listrik, atau ahli struktur bangunan.
Berikut sejumlah tanda yang sebaiknya tidak diabaikan:
- Retakan struktural baru: Retakan besar atau semakin melebar pada dinding, kolom, dan fondasi perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
- Plafon melendut: Bagian plafon yang menggembung atau terlihat menahan air berisiko runtuh.
- Bangunan mengalami perubahan posisi: Pintu dan jendela mendadak sulit ditutup, lantai berubah kemiringan, atau bagian bangunan terlihat bergeser.
- Instalasi listrik terendam: Kabel, stopkontak, panel, maupun perangkat listrik yang terkena air perlu diperiksa oleh teknisi kompeten.
- Pohon atau struktur berpotensi roboh: Pohon yang akarnya terangkat, kanopi yang hampir lepas, dan dinding penahan tanah yang bergerak membutuhkan penanganan khusus.
- Tercium bau gas: Bau gas yang tidak biasa merupakan kondisi darurat yang mengharuskan penghuni segera meninggalkan bangunan.
Jika rumah menunjukkan kerusakan struktur yang jelas, jangan memaksakan diri untuk tetap berada di dalamnya. Ikuti arahan petugas setempat dan minta pemeriksaan profesional sebelum kembali menggunakan bangunan.
12. Dokumentasikan Kerusakan untuk Memudahkan Perbaikan
Setelah pemeriksaan selesai, catat seluruh kerusakan yang ditemukan. Dokumentasi membantu menentukan bagian rumah yang perlu diperbaiki terlebih dahulu sekaligus memudahkan komunikasi dengan tukang atau kontraktor.
Ambil foto dan video pada bagian yang mengalami kebocoran, retakan, kerusakan plafon, genangan, maupun kerusakan instalasi. Usahakan dokumentasi dilakukan dari jarak aman tanpa menyentuh bagian bangunan yang berpotensi membahayakan.
Buat daftar kerusakan berdasarkan tingkat urgensinya. Masalah seperti instalasi listrik yang terkena air, kebocoran besar, dan indikasi kerusakan struktur harus mendapatkan perhatian lebih dahulu dibandingkan kerusakan kosmetik seperti cat yang mengelupas.
Simpan pula catatan waktu kejadian, kondisi cuaca, dan bagian rumah yang terdampak. Jika memiliki asuransi properti, dokumentasi tersebut dapat membantu proses pengajuan klaim sesuai ketentuan polis.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Memeriksa Kondisi Rumah
1. Apa saja yang harus diperiksa setelah hujan deras?
Periksa atap, plafon, dinding, instalasi listrik, saluran air, fondasi, pintu, jendela, dan lingkungan sekitar rumah.
2. Bagaimana mengetahui atap rumah mengalami kebocoran?
Perhatikan adanya tetesan air, noda kecokelatan pada plafon, cat menggelembung, atau bagian plafon yang melendut.
3. Apakah rumah perlu diperiksa setelah hujan meskipun tidak mengalami banjir?
Ya. Hujan deras tetap dapat menyebabkan genteng bergeser, kebocoran, rembesan dinding, dan penyumbatan saluran air.
4. Kapan waktu terbaik memeriksa kondisi rumah setelah hujan deras?
Lakukan pemeriksaan awal setelah hujan reda dan lingkungan cukup aman. Pemeriksaan bagian atap atau instalasi yang berisiko sebaiknya menunggu kondisi benar-benar aman atau dilakukan tenaga profesional.
5. Apa yang harus dilakukan jika rumah mengalami kebocoran setelah hujan deras?
Jauhkan barang dari area bocor, lindungi penghuni dari bagian plafon yang berisiko runtuh, dan cari sumber kebocoran. Gunakan jasa tenaga profesional jika kerusakannya sulit dijangkau atau cukup parah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388005/original/008840200_1793594823-0cf97066-7e83-48e0-b1f2-9a3ca990fb91.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344902/original/047281100_1789012206-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387502/original/003837800_1793510398-Desain_dapur_minimalis_tanpa_kitchen_set_agar_tidak_sumpek_yang_hemat_tempat_dan_fungsional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288435/original/045012500_1783320576-2a853231-bd7a-45de-af35-c4ab5bbd5021.jpg)
![Model talang air atap rumah berupa talang air half-round. [AI Generated]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/7t0ZmUEivasEjfsv4oztfWDEejI=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378789/original/055482200_1792563339-54c5ae7a-d30c-42d6-bfb6-3e416a01cdf6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290939/original/034907500_1783499616-67bc0ed1-70f1-4da1-aa09-73d6deec6aae.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384908/original/092174700_1793192022-finale.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3604116/original/097565200_1634357608-243514748_277484497387686_8576906022593424939_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387984/original/045685400_1793593582-IMG_20261102_101638_346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387628/original/029496700_1793522291-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_15.30.45__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425609/original/068668100_1764232311-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387838/original/092275300_1793575032-a72752b3-6189-4e37-8e71-04da3d8665de-768x576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387833/original/016616400_1793573496-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_05.01.42__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388161/original/045235800_1793603945-bumbu_masak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388363/original/007675700_1793610379-IMG_3107.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388198/original/076200500_1793605065-Screenshot_2026-11-02_142732.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383412/original/074601600_1793085890-ben-iwara-2-4-WMp21mA-unsplash.jpg)