Sukses

Lifestyle

Eksklusif Hadi Gunawan: Jadi Komentator Top Berkat Ahay

Bintang.com, Jakarta Tim nasonal (timnas) Indonesia berhasil menang dengan skor 2-1 atas Thailand di laga pertama final Piala AFF 2016. Kemenangan itu termasuk dramatis karena Indonesia tertinggal lebih dulu di babak pertama. Namun di babak kedua, timnas asuhan Alfred Riedl berhasil bangkit dan mencetak dua gol balasan dalam laga yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (14/12/2016).

Timnas memang masih harus berlaga di kandang Thailand pada 17 Desember besok. Tapi setidaknya kita sudah punya modal bagus untuk bisa menjadi juara. Kemenangan ini disambut dengan antusias dan sukacita oleh masyarakat Indonesia. Selain itu banyak komentar menarik seputar laga Indonesia vs Thailand, termasuk soal komentator pertandingan.

**

Kalimat atau jargon ‘Ahay...’ mungkin paling sering didengar atau diingat penonton yang menyaksikan siaran langsung laga tersebut di televisi. Selain ‘Ahay’ ada beberapa jargon lagi yang jadi bahan perbincangan dan candaan, seperti ‘Serangan 7 Hari 7 Malam’, ‘Cantik Sekali Kurnia Meiga’ atau ‘Angkat kotak penalti’.

Hadi Gunawan. (Foto: Bambang E. Ros/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Netizen pun masih memperbincangkan ucapan-ucapan lucu dari komentator ini yang masih berkesan oleh para penontonnya.
"G bs tdr krn mnahan serangan 7 hari 7 malam, ampe angkt kotak penalti & bayangin cantik skali kurnia meiga. mg esok ada pluang emas brtahta intan," kata pemilik akun Julkifli. "Serangan 7 hari 7 malam berakhir dengan peluang emas bertahta intan berlian. Alhamdulillah Final. dan jantung kembali normal," kata pemilik akun @rikiarista_.


Banyak yang penasaran dengan sosok sang komentator yang menurut sejumlah netizen, terkadang kocak, seru dan terkadang menyebalkan. Beberapa orang mungkin sudah tahu namanya atau mungkin sudah akrab dengan sosoknya. Dia adalah Hadi Gunawan.

Hadi Gunawan. (Foto: Bambang E. Ros/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Meski sudah beberapa tahun menjadi komentator sejumlah pertandingan timnas Indonesia, profesi sebenarnya adalah produser di RCTI Sports. Dunia olahraga sekaligus penyiaran sudah ditekuninya sejak lama. Namun selama ini ia lebih banyak berada di belakang layar.

Baru dalam beberapa tahun terakhir ini, Hadi mulai kerap mengisi layar kaca dengan suara khasnya. Tentunya Hadi tak hanya bermodalkan jargon-jargon yang kocak, unik dan menggelitik. Butuh keahlian dan kemampuan khusus untuk menjadi seorang komentator siaran langsung sebuah pertandingan sepakbola.

Produser Sekaligus Komentator

Apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang komentator dan bisa menggelitik hati banyak pemirsa? Apa yang membuat seorang produser program olahraga seperti Hadi berkiprah sebagai komentator? Bagaimana ia menanggapi komentar orang yang suka maupun tidak suka pada dirinya? Simak obrolan tim Bintang.com, bersama Hadi ‘Ahay’ Gunawan di Studio RCTI di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (15/12/2016) kemarin.

Bagaimana awalnya Anda menjadi komentator?


Awalnya di tahun 2013. Waktu itu ada pertandingan ujicoba timnas kita melawan Filipina. Sebenarnya nggak sengaja saya jadi komentator. Jadi orang yang seharusnya jadi komentator berhalangan, terus saya yang akhirnya menggantikan. Saya pikir, kalau selama ini kan saya selalu kasih pengarahan pada orang lain, nah sekarang gantian saya yang terjun langsung jadi komentator. Nah, dari situ muncul kata ‘Ahay’ yang jadi dikenal banyak orang.

Kata Ahay itu sendiri darimana asalnya atau darimana Anda mendapat ide?


Oh itu, hahaha. Itu spontan saja sebenarnya dan nggak direncanakan. Ya, biar terdengar lebih dramatis dan menarik perhatian penonton. Karena kalau saya pakai kata ‘Aahh’ misalnya, kan biasa saja. Efeknya juga biasa saja. Jadi saya pakai kata yang kira-kira gampang diingat dan terciptalah kata Ahay itu. Itu jargon pertama yang langsung ngetop dan dikenal. Padahal saya tak berniat seperti itu sebenarnya.


Sempat ada rasa tegang atau nervous saat pertama kali jadi komentator?


Iya pasti tegang. Karena tegang itu saya sering mengucapkan kata-kata ‘Aahh’ tadi. Tapi kan kedengarannya biasa aja. Nah, dari situlah muncul ide untuk membuat kata-kata yang menarik seperti Ahay tadi.

Hadi Gunawan. (Foto: Bambang E. Ros/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Bagaimana dengan tugas sebagai komentator di Piala AFF 2016?


Ya karena saya memang sudah ‘dikenal’ dengan kata Ahay itu jadi saya ditunjuk lagi sebagai komentator pertandingan timnas Indonesia. Sebenarnya namanya komentator ‘Play by Play’ karena melaporkan atau mengomentari langsung jalannya pertandingan selama 90 menit. Tapi saya hanya mengomentari dari studio saja, tidak ikut menyaksikan langsung di lapangan. Saya hanya sempat berada langsung di stadion waktu timnas kita main di Stadion Pakansari.

Apa yang membuat jargon’jargon unik seperti ‘Serangan 7 Hari 7 Malam’ atau ‘Peluang Emas Intan Permata’ bisa muncul?


Wah, sebenarnya kalau yang Intan Permata itu bukan dari saya, itu punya orang lain. Kalau yang saya buat itu yang jargon ‘Serangan 7 Hari 7 Malam’, Angkat Kotak Penalti’, Cantik Sekali Kurnia Meiga’ atau ‘Suami Muda’.


Nah, kalau jargon ‘Suami Muda’ itu karena Anda menterjemahkan nama pemain Filipina, Younghushband?


Hahaha, ya saya memang sengaja menyebutkan nama Younghushand jadi Suami Muda. Ya karena kalau kita sering mengucapkan kalimat-kalimat yang selalu sama jadi ada rasa jenuh dan kurang menarik. Biasanya buat menyebutkan nama pemain kan kita ganti dengan nama panggilannya, umurnya atau data lain tentang dirinya. Nah, kalau kita sudah kehabisan bahan, jadi kita sebut yang lain saja dan lebih menarik perhatian banyak orang.

Hadi Gunawan. (Foto: Bambang E. Ros/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Kalau kata-kata Lagi-Lagi Kawin?


Kalau itu kan nama kiper Thailand, Kawin Thamsatchanan. Nama belakangnya kan sudah diucapkan, jadi saya sebut saja terus nama depannya. Karena dia sering disorot kamera dan kebetulan beberapa kali menggagalkan peluang gol timnas, kita kan jadi gemas juga makanya sering saya sebut 'lagi-lagi Kawin, lagi-lagi Kawin'. Kebetulan namanya punya arti menarik dalam bahasa Indonesia, jadi menarik banyak perhatian.

Bagaimana menanggapi komentar netizen?


Santai saja menghadapi komentar-komentar orang. Saya juga mengucapkan kata-kata sebagai komentator bukan bertujuan supaya dikenal atau ngetop. Saya kan hanya berusaha menjalankan tugas dengan baik. Kalau ada yang suka atau nggak suka itu kan wajar saja. Kita kan nggak mungkin memuaskan banyak orang.

 

Lebih suka sebagai produser atau komentator?


Saya sih sebenarnya lebih suka di belakang layar. Semua program olahraga di sini saya yang pegang. Jadi komentator saya juga suka karena kan cuma tampil suaranya saja. Jadi dikenal karena suaranya. Seperti di Inggris kan ada Martin Tyler, komentator sepakbola legendaris. Orang lebih kenal sama suaranya, tapi hanya sedikit yang tahu atau mengenali wajahnya. Jadi saya di belakang layar saja sebagai produser. Seharusnya saya ‘menciptakan’ orang untuk jadi sesuatu.

Komentator Tak Hanya Modal Suara dan Kata

Menjadi seorang komentator ternyata tak semudah perkiraan banyak orang. Bukan hanya modal suara atau punya kata-kata yang unik, lucu dan menggelitik, tapi lebih dari itu. Seorang komentator harus mengetahui informasi dari sebuah pertandingan dengan baik dan lengkap. Harus punya wawasan luas dan menggali banyak informasi.

Anda sudah lama menekuni dunia olahraga dan penyiaran?


Saya sudah bekerja di RCTI dari tahun 2000 dan langsung di bagian sport. Awalnya saya jadi reporter dulu dan akhirnya jadi produser dari tahun 2010. Alhamdulillah saya sudah meliput banyak event olahraga baik yang nasional maupun kelas dunia. Saya sudah pernah meliput Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions. Tapi kemana pun saya pergi, tetap suasana pertandingan sepakbola di Indonesia yang terbaik, nggak ada tandingannya. Saya pernah nonton final Piala Dunia, malah terasa bosan dan ngantuk, padahal yang main pemain-pemain kelas dunia. Beda dengan di Indonesia, mau pertandingan apa pun suasanya lebih hidup. 

Apa Kiat Buat Menjadi Seorang Komentator Play by Play?


Komentator itu harus bisa melukiskan situasi sebuah pertandingan seperti apa. Hal itu yang membuat kita mengucapkan kata-kata yang mungkin terdengar menarik dan menggelitik. Yang paling utama dia harus menguasai data yang lengkap. Seperti nama pemain yang akan tampil, siapa yang ada di bangku cadangan, seperti apa penampilan fisiknya, gaya permainannya. Jadi informasi yang kita punya harus lengkap. Selain itu jangan lupa banyak baca buku biar wawasan kita makin banyak. Kalau perlu kita gali informasi tentang negara yang sedang bertanding biar perbendaraan kata lebih banyak.

Bagaimana mengatasi rasa tegang menjelang mengomentari sebuah pertandingan?


Ya dengan persiapan informasi yang lengkap. Selain menyiapkan suara dengan baik, data itu yang paling penting. Biasanya satu jam sebelum pertandingan kita kan sudah dapat nama-nama pemain yang akan tampil dan siapa yang jadi cadangan. Nah, itu kita harus hapal semuanya, kalau bisa di luar kepala. Karena kalau kita lihat kertas dulu, ya bisa lewat momennya jadi nggak bagus komentar kita nantinya.

Hadi Gunawan. (Foto: Bambang E. Ros/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Apa ada pendidikan atau syarat khusus untuk menjadi seorang komentator?


Basic nya sebenarnya jurnalis sih. Dia juga harus menguasai bidangnya. Kalau di olahraga, ya dia harus menguasai tentang olahraga. Dan kalau di bidang televisi ya harus menguasai bidang televisi atau broadcast. Itu yang paling utama. Kalau soal jargon atau kata-kata yang unik dan lucu, itu tambahan saja. Tergantung bagaimana cara kita membawakannya saja.

Ada orang yang menjadi inspirasi Anda dalam menjadi komentator?


Yang saya sebutkan tadi, Martin Tyler. Dia itu kan legend banget. Suaranya udah dikenal luas di seluruh dunia. Usianya udah 77 tahun, lho. Saya pernah ketemu dia dan pernah foto bareng juga waktu di Euro 2016 di Prancis. Kalau untuk gaya berkomentar atau reportase, saya mengambil gaya komentator dari Amerika Latin dan Arab. Mereka kan heboh banget dalam mengomentari pertandingan. Seperti menyebut gol misalnya, di Amerika Latin kan dipanjangin jadi Goooooolll. Itu unik dan menarik, bisa membuat penonton terbawa suasana. Makanya saya nggak mau memakai gaya berkomentar atau reportase yang flat, harus yang bikin semangat dan kira-kira disukai banyak orang.

Ada ritual khusus sebelum siaran sebagai komentator?


Yang paling utama selain menyiapkan data, harus menyiapkan suara dengan baik. Kalau penyanyi dangdut kan banyak yang minum kencur kalau mau tampil. Mereka kan tampil bisa berjam-jam. Saya juga begitu. Saya harus mengeluarkan suara sampai sekitar 2 jam. Nah, biasanya minum kencur sebelum siaran. Kencur itu bagus banget buat tenggorokan dan suara kita. Selain itu, dua hari sebelum siaran saya menghindari minyak alias nggak makan gorengan. Saya pernah nggak sengaja makan kerupuk karena diajak teman pas beberapa jam sebelum siaran. Hasilnya suara saya jadi jelek, parah banget, hahaha.

Hadi Gunawan. (Foto: Bambang E. Ros/Bintang.com Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Anda sekarang jadi lebih dikenal sebagai komentator dengan jargon Ahay, apa komentarnya?


Ya seperti saya bilang tadi. Saya hanya berusaha menjalankan tugas dengan baik. Kalau jadi dikenal, ya itu dampak dari pekerjaan saya. Yang jelas, saya tetap menjalankan tugas utama sebagai produser dan berada di belakang layar. Banyak yang mau ketemu saya, ada yang suka, ada juga yang nggak suka, ya saya terima saja.


Nama Hadi sudah sering dipelesetkan menjadi Pak Ahay, Bung Ahay atau Hadi ‘Ahay’ Gunawan. Mungkin sudah banyak atau justru belum banyak yang mengenal wajahnya. Yang jelas, Hadi sendiri tetap berusaha rendah hati. Ia selalu menandaskan hanya berusaha menjalankan tugas dengan baik. Kalau ada orang yang merasa suka atau terhibur, baginya itu hanya sebuah bonus, dampak dari tugasnya sebagai komentator. Jadi, kita nikmati saja komentar-komentar menarik dan menggelitik dari Hadi Gunawan di leg kedua Piala AFF 2016 atau pertandingan timnas Indonesia di event-event lainnya. ‘Ahaayyy...’

 

;
Loading