Sukses

Lifestyle

Editor Says: Emak-emak yang Gigit Polisi Ternyata Pernah Sakit Gangguan Jiwa?

Bintang.com, Jakarta “The Power of Emak-emak” setidaknya itulah kata-kata yang selalu disematkan pada ibu-ibu yang punya kelakuan unik. Biasanya sih sebutan tersebut digunakan untuk emak-emak yang hobi banget bawa kendaraan, misalnya sepeda motor. Keunikannya terletak saat ia memberikan lampu sein ke kanan, tapi malah belok ke kiri, begitupun sebaliknya.

Nggak cuma itu saja, saat kecelakaan yang tidak dapat dihindari terjadi, maka jangan heran kalau si emak-emak itu akan lebih galak daripada kamu. Ingat, surga ada di telapak kaki ibu, jadi kamu nggak boleh marah. Saat berada diposisi tersebut nggak ada salahnya untuk mengelus dada dan geleng-geleng kepala. Sabar, sabar!

Kalau ibu-ibu sudah marah, memang nggak ada yang berani ngelawan karena mungkin pada dasarnya seorang manusia diciptakan untuk membahagiakan para ibu, bukan untuk membuatnya marah apalagi menangis. Hmmm, sayang ibu, tapi please emak-emak, jangan suka keasyikan ngobrol atau bahkan main HP saat sedang membawa kendaraan.

Nggak cuma emak-emak yang mengendarai sepeda motor, emak-emak yang ada di commuter line juga nggak kalah uniknya. Entah sejak kapan dan bagaimana awalnya, tapi sering banget tuh ngeliat emak-emak yang saling nyinyir. “Mbak pegangan donk jangan main HP terus.” Kalau anak muda biasanya si hanya bisa jadi penonton yang baik, kalau udah kelewatan baru deh kita bertindak.

Tapi, meskipun terlihat kuat sebenarnya emak-emak adalah orang yang harus dibantu. Pernah suatu hari, ada ibu-ibu yang naik kereta dari Stasiun Manggarai. Kemungkinan usianya 50 ke atas. Tak ada bangku yang tersisa, akhirnya ibu itu pun berdiri. Awalnya ia terlihat biasa saja, tapi baru sampai Stasiun Cawang ia pun turun sambil berkata,”Aduh nggak kuat deh kakinya turun dulu.”

Seketika orang-orang yang ada di dekat ibu itu pun langsung melihat ke arahnya. Mereka yang tadinya sibuk main HP, jadi tahu sebenarnya dari tadi ada emak-emak yang butuh bangku untuk duduk. Ketika mau memberi bangku, sudah telat, ibunya sudah turun dan mencari tempat duduk yang nyaman di stasiun. Maaf ya bu…

Kehebohan Emak-emak yang Gigit Polisi

Masih membahas soal emak-emak, pasti beberapa hari ini kamu yang rajin lihat media sosial kemungkinan sudah melihat video yang tengah menghebohkan. Bukan video soal pelakor, tapi video emak-emak yang marah-marah sama polisi. Nggak cuma teriak, tapi emak-emak itu pun menggigit polisi.

Peristiwa tersebut ternyata terjadi di Kudus, Jawa Tengah. Emak-emak itu tak terima saat polisi ingin menilangnya lantaran tak menggunakan helm. Ibu yang tak terima pun marah. "Kembalikan kuncikuuuu," kata emak-emak di Kudus itu sambil menggigit tangan polisi tersebut.

"Lho njenengan mboten mbeto helm ditilang mboten purun (Lho, Anda tidak membawa helm, tidak mau ditilang)," sang petugas menjelaskan memakai Bahasa Jawa halus. "Dah, helm berapa? Tak kasih uang. Rp 1 juta?" kata si ibu tersebut sambil kembali menggigit tangan polisi.

Video emak-emak yang nggak terima ditilang polisi itu pun langsung viral. Banyak netizen yang berkomentar. “Aduh bu, malu-maluin aja...udah salah ngotot lagi terus gigit pak polisi...entar kalo dituntut pak polisinya mau ngomong apa lagi??? mau bayar polisi 1 sampai 2 juta tapi beli helm nggak mampu??? ibu sehat???” komentar pemilik akun Instagram puspita12_sari.

Emak-emak yang Gigit Polisi Pernah Mengalami Gangguan Jiwa

Setelah melihat video seorang ibu menggigit polisi lantaran nggak terima ditilang, banyak yang mengatakan kalau si ibu kemungkinan sakit jiwa. Bicara soal kesehatan sang ibu, dilansir dari Liputan6.com, Jumat (23/2/2018), ternyata si ibu itu memang pernah mengalami gangguan jiwa.

Kepala Polres Kudus, AKB Agusman Gurning, menuturkan emak-emak tersebut pernah mengalami gangguan jiwa. Ini diperkuat dengan bukti yang dibawa oleh suaminya saat datang ke Mapolres Kudus. "Suami menjelaskan ke kita. Yang bersangkutan pernah mengalami gangguan jiwa. Pada 2016 pernah menjalani perawatan. Ada buku berobatnya dari RS Lukmono Hadi. Dia tercatat sebagai pasien gangguan jiwa," kata Agusman kepada Liputan6.com, Kamis (22/2/2018).

Jadi, apa kamu masih marah sama si emak-emak di Kudus yang nggak diterima ditilang lalu menggigit tangan polisi?

;
Loading