Sukses

Lifestyle

Grace Coddington, Life After Vogue

Jakarta Jika seorang perempuan pada umumnya sudah pensiun dari pekerjaaan pada usia 60 tahun, berbeda dengan Grace Coddington yang merupakan model dan mantan creative director majalah fashion Vogue Amerika yang terus semangat berkarya walau usianya saat ini sudah menginjak 75 tahun.  Usia senior tak menghalanginya untuk tetap kreatif, malah ia banyak berkolaborasi dengan brand-brand ternama dunia seperti Tiffany and Co.

 

-----------------------------------------

Diary Grace Coddington Akan Dijadikan Memoir

------------------------------------------

Grace Coddington mengawali kariernya menjadi model untuk British Vogue saat usia 17 tahun, kemudian pada usia 26 tahun mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan cedera kepala dan harus menjalani operasi untuk kelopak mata. Dua tahun kariernya di dunia modeling tertunda, kemudian Coddington pindah ke Paris untuk melanjutkan karir dan menikmati hidupnya sebagai model. Mendekati usia 30 tahun Coddington sadar bahwa karirnya sebagai model takkan selamanya abadi, Mantan editor Vogue Clare Rendlesham menyarankan “You are too old for modelling. You should be a fashion editor!".

------------------------------------------------------

Grace Coddington Membangun Legacy Sebagai Fashion Stylist

------------------------------------------------------

Tak lama setelah itu kesempatan baru datang padanya , ia dipanggil untuk menjadi junior editor di British Vogue. Baginya pelajaran yang didapat tak ternilai harganya, begitu banyak pengalaman dan kesempatan untuk berkembang serta memperluas ide-idenya. Selama 19 tahun Coddington berkarir di British Vogue, selanjutnya ia pindah ke New York karena ditawari pekerjaan oleh Calvin Klein. Ini merupakan batu loncatan yang baik bagi kariernya. Merasa kariernya bukan di situ, Coddington menemui koleganya Anna Wintour yang merupakan editor baru American Vogue saat itu dan menawarkan ia untuk menjadi creative director.

Setelah hampir tiga dekade menjadi creative director Vogue,  Sekarang merupakan fase baru dalam hidupnya, dimana ia bisa melakukan hal yang ia ingin kerjakan dari dulu seperti seperti membuat blog, bisnis parfum, menggambar, membuat buku-buku dan proyek-proyek freelance dengan brand ternama.

 “I feel more sort of grown up, in a way,” Ungkapnya. “I can dictate my life a little bit more, and if I want to take a month off, I can.

 

Sumber: nytimes

 

 

;
Loading