Sukses

Lifestyle

Pegawai Jepang Istirahat Lebih Awal, Permintaan Maafnya Sampai Disiarkan di Televisi

Fimela.com, Jakarta Jepang, selain dikenal sebagai negeri sakura, negara kepualauan di Asia Timur ini juga terkenal dengan masyarakatnya yang memiliki etos kerja tinggi. Baru-baru ini seorang pegawai biro transportasi air pun menjadi perbincangan, karena mengambil waktu istirahat tiga menit lebih awal.

Melansir laman Oddity Central, hal itu dilakukan oleh seorang pegawai berusia 64 tahun yang bekerja untuk biro transportasi air di kota Kobe, Jepang. Jika di Indonesia hal semacam itu terihat sepe, namun berbeda di Jepang di mana prilaku tersebut menjadi pelanggaran luar biasa.

Saking fatalnya, manajer biro transportasi tersebut pun sampai menggelar konferensi pers yang disiarkan di televisi, untuk menyampaikan permintaan maaf.

Kisah tersebut berawal saat sang pegawai yang tak disebutka namanya ketahuan kerap mengambil jam istirahat lebih awal dari yang dijadwalkan, yaitu pukul 12 sampai 1 siang. Sialnya, seorang pegawai senior sering memergokinya saat meninggalkan meja kerja lebih awal.

Melihat pegawai lain yang istirahat lebih awal dan langsung menuju restoran untuk santap siang, ia pun melaporkan pelanggaran tersebut ke pihak manajemen. Laporan itu pun kemudian ditindak dilaanjuti, bahkan sampai dilakukan investigasi.

Sering Korupsi Waktu

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata terungkap jika pegawai tersebut telah melakukan kecurangan, yaitu meninggalkan meja kerja tiga menit sebelum jam istirahat sebanyak 26 kali dalam 7 bulan.

Akibat ulahnya, selain memarahi dan memberikan sanksi pada pegawai tersebut, pihak manajemen biro transportasi juga sampai menggelar konferensi pers, "Sangat disesalkan bahwa skandal seperti itu telah terjadi, saya minta maaf," ujar salah satu manajer.

Undang Amarah Warganet

Kasus di atas pun telah mengundang berbagai reaksi warganet Jepang. Ada yang mengatakan jika sebaiknya hukuman semacam ini juga harusnya berlaku untuk anggota parlemen.

Selain itu, ada juga yang menganggap permintaan maaf yang disiarkan di televisi itu terlalu berlebihan.

;
Loading