Sukses

Lifestyle

Kunci Jadi Jomblo Bahagia, Pastikan Mencintai Diri Sendiri Dulu

Fimela.com, Jakarta Banyak yang bilang menjadi jadi jomblo itu menyedihkan. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan jika hidup jomblo bisa meningkatkan risiko kematian.

Melansir dari laman prevention.com, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sahlgrenska Academy (SAHLSIS) menemukan jika seseorang yang single atau jomblo berisiko menderita penyakit mematikan seperti jantung, obesitas dan stroke lebih besar. Penelitian yang dilakukan pada 1.090 pasien stroke di Swedia Barat ditemukan jika hampir 36% pasien menderita sakit hingga meninggal akibat stroke karena jomblo.

Tapi, benarkah jadi jomblo semenyedihkan itu? Tak bisakah status jomblo membuat seseorang lebih bahagia. Bagaimana caranya untuk tetap bahagia meski tanpa seseorang kekasih di sisinya.

Kunci Bahagia Bagi Jomblo

Tak memiliki kekasih hati bukan alasan untuk tak bahagia. Mereka yang statusnya jomblo tetap bisa hidup bahagia dan nyaman seperti teman-temannya yang lain. Mengutip dari laman health.com, kunci agar jomblo bahagia adalah mencintai diri sendiri.

Ketika seseorang mencintai dirinya dengan baik, ia akan memperlakukan dirinya dengan baik pula. Inilah yang kemudian membuatnya jadi lebih bahagia, tenang, nyaman dan sehat.

Penelitian yang dilakukan ahli bernama Bella DePaulo menemukan jika mencintai diri sendiri adalah cara termudah untuk berdamai dengan status dan keadaan. Seseorang yang belum memiliki kekasih tapi sudah memiliki sahabat, keluarga dan teman-teman yang peduli padanya, ini sudah cukup membuatnya bahagia.

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology menyebutkan jika mereka yang jomblo namun bisa menikmati hari-harinya dengan santai, tenang dan sabar akan sangat bahagia. Saat jomblo, seseorang pada dasarnya bisa menikmati hari-harinya tanpa gangguan pasangan. Seharusnya, ini membuatnya bisa lebih menikmati hidup dan bahagia. Jadi, tidak ada alasan bagi jomblo merasa sedih apalagi sakit-sakitan.

Para ahli mengungkapkan jika jomblo belum tentu hidupnya menyedihkan. Sebaliknya, berpasangan juga belum tentu membuat seseorang merasa bahagia. Semua pada dasarnya tergantung pada presepsi masing-masing orang.

 

#GrowFearless with FIMELA

;
Loading