Sukses

Lifestyle

Memahami Manfaat Susu Almond yang Sebenarnya

Fimela.com, Jakarta Alternatif produk susu berbasis kacang baru-baru ini mengalami peningkatan popularitas, salah satunya adalah susu almond. Susu almond dianggap sebagai salah satu alternatif bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa dengan berbagai kandungan nutrisi di dalamnya.

Perbedaan terbesar antara susu biasa dengan susu almond adalah pembuatannya. Susu biasa dibuat dengan susu, sedangkan susu almond dibuat dari kacang.

Susu almond adalah alternatif yang padat nutrisi dan rendah kalori untuk susu, seperti dilansir dari byrdie.com, Rabu (11/3/2020). Susu almond juga memiliki kandungan tinggi vitamin E dan asam lemak tak jenuh tunggal, rendah lemak jenuh, kolestrol, dan karbohidrat jika dibandingkan dengan susu sapi.

 

 

Manfaat dari mengonsumsi susu almond

Selain itu, susu almond juga diperkaya dengan kalsium dan vitamin A dan D yang meniru kandungan mikronutrien susu. Susu almond adalah alternatif yang baik bagi kamu yang alergi atau sensitif dengan susu sapi, namun tidak disarankan untuk balita dan remaja karena susu ini rendah lemak dan protein.

Susu almond juga dikatakan sebagai pilihan bagus bagi kamu yang ingin mengelola berat badan. Susu almond tanpa pemanis rendah kalori dan padat nutrisi, ditambah dengan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal.

Namun, ingatlah bahwa tidak semua susu almond diciptakan sama. Ada beberapa jenis susu almond mengandung jumlah gula yang tinggi, jelas dapat berkontribusi pada penambahan berat badan.

Tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh orang dengan alergi kacang-kacangan

Karena mengandung serat yang tinggi, susu almond juga dapat membantu melancarkan pencernaan. Untuk kamu yang memiliki alergi terhadap kacang-kacangan, sebaiknya tidak mengonsumsi susu almond.

Susu almond tidak buruk untuk dikonsumsi, namun pilihan yang kurang bergizi untuk susu. Susu almond lebih rendah protein dibandingkan susu biasa, serta susu almond juga diperkaya dengan kalsium oksalat sehingga konsumsi berlebihan dapat meningkatkan pembentukan batu ginjal.

Khusus untuk balita, setelah usia 12 bulan, susu nabati, seperti susu almond boleh diperkenalkan kepada anak, asalkan diperkaya dengan kalsium, zat besi, vitamin B12, dan vitamin D. 

#ChangeMaker

;
Loading