Sukses

Lifestyle

Bagaimana Puasa Dapat Membuang Racun dari Tubuh?

Fimela.com, Jakarta Selama bulan Ramadan, umat muslim diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Saat berpuasa, kita tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Perubahan-perubahan pun terjadi pada tubuh kita selama berpuasa akan memberi tahu yang baik untuk kesehatan, asalkan selama puasa kita tetap memperhatikan pola makan yang sehat.

Lalu apa saja manfaat puasa bagi tubuh? Berikut ulasannya,

1. Detoks tubuh

Detoks berarti buang atau menghilangkan racun. Detoksifikasi dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit dan memperbaharui kemampuan organ-organ tubuh untuk menjaga kesehatan yang optimal.

“Hampir setiap saat tubuh kita terpapar oleh beragam racun, baik yang dihasilkan dari tubuh sendiri, dari lingkungan sekitar (polusi udara), maupun dari pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat misalnya konsumsi makanan yang diolah berlebihan, junk food, konsumsi alkohol” ungkap Nourmatania Istiftiani selaku Scientific dari FibreFirst.

Bagaimana puasa dapat membantu detoks? Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan atau kalori lebih dari 12 jam dan proses peningkatan lemak akan meningkat. Simpanan karbohidrat di tubuh berkurang, jadi tubuh akan mengubah lemak menjadi energi untuk memulihkan aktivitas kita selama berpuasa. Racun yang ada di dalam tubuh akan disimpan ke dalam sel lemak. Jadi kompilasi lemak meningkat karena berpuasa, racun-racun yang disimpan dalam lemak juga akan dipecah dan dikeluarkan dari tubuh.

2. Perbaiki sel-sel tubuh

Pembatasan nutrisi karena tidak makan dan minum selama berpuasa, juga dapat diproses Autofagi. Hubungan puasa dengan autofagi juga erat berhubungan dengan hormon insulin dan glukagon. Insulin dan glukagon adalah hormon yang membantu tubuh dalam kadar gula darah, kedua hormon ini berkebalikan.

Saat tubuh mendapat asupan makanan, khususnya karbohidrat, tubuh akan meningkatkan produksi hormon Insulin, sedangkan hormon glukagon meningkat. Sebaliknya, saat tubuh sedang berpuasa, hormon glukagon akan meningkat dan proses autofagi juga meningkat

Saat kita berpuasa dan jumlah makanan yang masuk ke tubuh kita, sel di dalam tubuh kita akan mendapatkan asupan kalori yang lebih sedikit, sehingga sel harus bekerja lebih efisien. Sel-sel tubuh akan mengeluarkan komponen yang tidak diperlukan dan bagian sel yang sudah rusak, atau mendaur ulang zat-zat tersebut menjadi bagian sel yang masih diproses dengan baik. Dengan cara ini, sel tubuh dapat bekerja dengan normal .

3. Asupanan makanan dapat bantu proses detoks saat puasa

Status gizi akan mempengaruhi tubuh untuk memproduksi antibodi dan enzim, serta kemampuan hati untuk melakukan detoksifikasi. Sementara konsumsi fitokimia tertentu membantu detoksifikasi lebih optimal. Kurang konsumsi serat juga menimbulkan konstipasi meningkat hingga tiga kali lipat selama berpuasa. Kondisi ini menyebabkan pergerakan usus dan perpindahan lemak lebih banyak.

Jangan lupa untuk tetap memperhatikan asupan makanan yang sehat dan baik selama berpuasa, termasuk asupan serat. Mengapa Konsumsi serat akan membantu kesehatan sistem pencernaan, yang merupakan salah satu organ detoksifikasi. Dengan waktu makan yang terbatas selama berpuasa, mungkin terasa lebih sulit untuk dikonsumsi serat atau sayuran dalam jumlah yang cukup. Apalagi saat berbuka puasa kita memilih makanan-makanan khas bulan Ramadhan, yang biasa digoreng, tinggi lemak, dan terlalu manis. Hanya 15% masyarakat yang memilih berbuka puasa dengan buah-buahan segar.

Untuk membantu memenuhi asupan serat, dapat mengonsumsi suplemen kaya serat seperti FibreFirst, suplemen kesehatan yang kaya serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran.

"Konsumsi satu saset FibreFirst setelah makan besar atau makan utama di waktu berbuka puasa, dapat membantu sistem pencernaan melakukan detoks dengan optimal. Kandungan serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran dalam bermanfaat untuk kesehatan sistem pencernaan," tutur Aldi Herlambang selaku Public Relations dari FibreFirst.

 

 

#Changemaker

;
Loading