Sukses

Lifestyle

5 Alasan Perlunya Melakukan Detoks Diri dari Media Sosial

Fimela.com, Jakarta Media sosial adalah salah satu platform untuk berbagi foto, video dan mampu menghubungkan dengan orang-orang baru. Meskipun memberikan beberapa hal positif seperti bertemu teman baru atau mampu terlibat dalam topic penting dalam masyarakat, namun media sosial menyebabkan sebagian orang mengalami depresi, isolasi sosial dan bahka  masalah citra tubuh. Tidak dapat dihindari untuk memiliki rasa FOMO ketika kita melihat orang lain hidup lebih menarik daripada kita. Apa yang tidak kita sadari adalah bahwa gambaran kehidupan dari kebenaran orang lain. berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kita perlu untuk mendetoks diri kita dari media sosial.

Membuatmu Tidak Cukup Memiliki Banyak Waktu

Terkadang kita merasa tidak ada waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah kita rencakan untuk dilakukan. Ironisnya, itu hampir selalu terjadi karena kita telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mengutik smartphone, untuk memeriksa apa yang sedang dilakukan teman-teman kita di luar sana. Tentu ada banyak hal yang dapat dilakukan  selain menghabiskan banyak waktu untuk menggulir feed media sosialmu.

Membuatmu Fokus pada Orang Lain

Media sosial dipenuhi dengan orang-orang yang memposting tentang kesuksesan mereka, perjalanan mereka dan acara menyenangkan yang mereka hadiri. Jangan menyalahkan mereka karena melakukan itu, karena kita cenderung hanya menunjukkan hal-hal baik yang terjadi dalam hidup kita melalui media sosial. Namun, ketika orang lain melakukannya, kita cenderung merasa tingkat kecemburuan atau kekecewaan. Penelitian telah membuktikan bahwa orang-orang yang menghabiskan banyak waktu mereka di media sosial melaporkan bahwa mereka kurang percaya diri dan lebih cemas.

Ketika kita hanya melihat kenyataan indah tetapi terjadi pada orang lain, sementara kita tampaknya hanya mengalami kenyataan buruk setiap hari dalam hidup kita. Tidak mengherankan bahwa kita merasa kasihan terhadap diri sendiri. Kita mungkin telah mengalihkan fokus kita pada orang lain, alih-alih untuk kemajuan dan sayangnya ini adalah sesuatu yang mungkin membuatmu merasa iri.

Melanggar Batasan

Setiap kali kita mengunggah sesuatu tentang diri kita sendiri, kita menempatkan diri di bawah pengawasan siapa pun yang melihat profil kita. Ruang pribadi kita dapat diserang oleh negativitas dan toksisitas ketika kita menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia maya. Dengan mendetoksifikasi diri kita dari media sosial, kita dapat menetapkan batasan-batasan yang lebih sehat. Ingatlah bahwa kita selalu memiliki kendali atas apa yang kita bagikan dari kehidupan kita.

Menjadi Mode Utama Bersosialisasi

Tentu, media sosial memberikamu kenyamanan berkirim pesan, penggilan, atau panggilan video melalui internet. Namun, tidak jauh dari kebenaran ketika kita mengatakan bahwa itu juga membuat kita percaya bahwa itu juga cukup untuk mempertahankan hubungan. Yang benar adalah, hubungan apa pun membutuhkan lebih dari sekedar panggilan dan obrolan sesekali.

Membuatmu Kehilangan Waktu untuk Merawat Diri

Dirimu mungkin tidak dapat berdamai dengan diri sendiri ketika tiba-tiba dirimu merasa perlu untuk membuka jadwal media sosial untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain. Itu menjadi sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian kita dari kenyamanan merawat diri kita yang sebenarnya, itu menjadi lebih dari kebiasaan yang tidak sehat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial dapat menjadi hal yang bagus bagi kita jika digunakan untuk berbagi ide dan pemikiran dengan orang yang kita cintai. Namun, juga benar itu menjadi banyak gangguan dari hal nyata yang penting, seperti produktivitas, hubungan dan kesehatan mental kita.

Digital detoxing adalah jawaban untuk semua masalah ini. Ketika kita membatasi waktu yang kita habiskan untuk menelusuri waktu yang dapat kita lakukan untuk produktif dan hal-hal yang membuat kita benar-benar bahagia. Media sosial adalah sebagian kecil dari seluruh hidup kita.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
3 Zodiak Akan Mengakhiri Hubungan Percintaan Setelah Pandemi Covid-19
Artikel Selanjutnya
5 Profesi Pekerjaan Kekinian yang Cocok Untuk Perempuan