Sukses

Lifestyle

Berkat Jadi Objek Eksperimen, Bocah Ini Sembuh dari Kanker Agresif

Fimela.com, Jakarta Tiga hari setelah merayakan Natal pada 2018, Oscar Olivia dan Jamie menerima kabar paling buruk dalam kehidupan mereka. Putra tunggal mereka menderita kanker dan menyebar begitu cepat ke seluruh tubuh.

Oscar Saxelby-Lee didiagnosis mengidap leukemia limfoblastik akut pada Desember 2018. Leukemia limfoblastik akut merupakan jenis kanker yang dimulai di sumsum tulang belakang dan menyerang darah dengan begitu cepat.

Dalam beberapa jam, dokter pun mulai melakukan kemoterapi. Namun kondisi Oscar tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan yang artinya pengobatan tersebut tidak berhasil. Sehingga ia harus menjalani kemoterapi yang lebih intensif.

Pada Maret 2019, orangtua Oscar diminta untuk mencari donor sumsum tulang belakang untuk menyelamatkan putranya. Dengan mencari donor secara digital, kisah Oscar punn menjadi viral di Inggris.

Setelah menjalani empat kali kemoterapi selama sebulan, Oscar mengalami kondisi yang lemah dan ia merasa lelah. Dokter mengatakan bahwa pengobatan tradisional sekalipun tidak mampu mengatasi kanker tersebut.

 

Tidak berhasil dengan kemoterapi

Pada akhir Mei, Oscar menjalani transplantasi sel induk setelah menjalani banyak radioterapi. Dia hanya berada di rumah selama beberapa jam di akhir pekan dan diisolasi untuk pemantau. Semua orang mengira bahwa transplatasi adalah obat bagi Oscar.

Namun pada Agustus ditemukan kembali sejumlah kecil sel kanker. Sebanyak 0,01 persen dan menjadi berlipat tiga setelah seminggu kemudian. Dokter di Inggris kebingungan dan hampir menyerah.

Mereka telah menghubungi dokter di seluruh dunia untuk membantu pengobatan Oscar. Kemudian dokter mendengar tentang sosok Profesor Dario Campana di National University of Singapore yang sedang meneliti tentang kanker anak. Profesor sedang mengembangkan metode pengobatan untuk kanker baru dan Oscar menjadi orang pertama yang mencobanya.

Orangtua Oscar pun mengumpulkan dana sebanyak $863ribu atau sekitar Rp12miliar untuk biaya pengobatan Oscar di Singapura. Saat itu jumlah kanker Oscar sudah mencapai satu persen. Berlipat ganda sebanyak 100 kali hanya dalam dua bulan.

 

Menjalani pengobatan baru

Oscar akan menjalani pengobatan baru untuk melihat sel-sel kekebalan dari darah pasien yang diambil dan dilengkapi dengan Reseptor Antigen Chimeric. Reseptor mengikat dirinya sendiri ke protein tertentu pada sel kanker. Mengaktifkan sel CAR-T untuk membunuh sel kanker.

Bentuk pengobatan CAR-T khusus ini berbeda dan lebih sulit karena sel leukemia menyerupai sistem kekebalan tubuh Oscar. Pada saat siap menjalani pengobatan, jumlah kanker Oscar telah mencapai tujuh persen.

"Itu semua baru bagi kami. Kami tidak tahu apa-apa tentang Singapura, dan kami tidak tahu apa yang akan kami hadapi," ungkap Oliva, ibu Oscar.

Berada jauh dari keluarga sangatlah sulit. Tidak ada jaminan pengobatan tersebut akan berhasil. Pada pertengahan Januari 2020 ada kabar baik. Tidak ada sel kanker dalam darah Oscar. Hanya saja tim dokter dan orangtua tetap harus waspda mengingat sel kanker Oscar pernah kembali meski sempat dinyatakan bebas kanker.

Empat kali kemoterapi, radioteapi, isolasi, dua transplantasi sel induk, dan pengobatan eksperimen membuat anak berusia enam tahun itu lemah dan kelelahan. Ada efek samping serius selain muntah dan diare.

 

Sempat alami kerusakan otak

Dengan sistem kekebalan tubuh yang terhantam parah, bisul dan luka mulai muncul di mulutnya. Oscar mengalami Osteopenia yang merupakan kondisi di mana massa tulang dan tulang menjadi rapuh.

Oscar pun mengalami kerusakan otak. Hal ini tidak hanya berpengaruh pada cara berpikir Oscar melainkan juga motorik. Oscar harus menggunakan alat bantu untuk berjalan, tidak bisa berkomunikasi dengan baik, bahkan tidak bisa mengangkat kepala.

Namun dokter berhasil memperbaiki kerusakan tersebut berkat resep obat. Membuatnya bisa kembali berjalan tanpa bantuan meski masih terasa gemetar.

Perlahan tapi pasti Oscar mulai menunjukkan tanda-tanda kembali sehat. Oscar mengunjungi NUH mengambil darahnya untuk dibekukan. Tujuannya sebagai cadangan untuk perawatan Oscar.

Dia pun berkeliling rumah sakit sembari melambaikan tangan kepada perawat bangsat tempat ia dirawat. Rencananya, Oscar akan kembali ke Inggris dalam waktu enam bulan untuk pemeriksaan. Memastikan kondisinya tetap stabil dan menjalani pemeriksaan rutin setibanya di Inggris.

Simak video berikut ini

#changemaker

;
Loading