Sukses

Lifestyle

Fimela Fest 2020: Cara Menjadi Berani dari 6 Perempuan yang Menaklukkan Ketakutannya

Fimela.com, Jakarta Bagaimana cara untuk berani? Berani berubah menjadi versi diri yang lebih baik lagi, berani mengambil keputusan, atau berani melakukan hal yang menakutkan.

Berikut beberapa saran dari para perempuan berani yang sudah menaklukkan ketakutannya sendiri. Dari sutradara film Brave, peneliti virus ebola, sampai supermodel melansir dari realsimple;

Brenda Chapman

Sutradara pemenang Academy Award untuk Fitur Animasi Terbaik film Brave yang melahirkan sosok Merinda ini terinspirasi dari putrinya yang berusia 5 tahun. Brenda berpikir putrinya sangat vokal dan bertingkah seperti remaja. 

Maka terciptalah film Brave untuk para gadis muda serta hubungan ibu dengan anak perempuan yang punya kemauan kuat. Mereka memiliki kepercayaan diri untuk mengubah sudut pandang namun tetap mendengarkan orang lain.

"Saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan keberanian yang saya miliki sekarang karena beberapa kali merasakan ketidakadilan industri. Saya akan mengatakan pada semua perempuan, jika kamu bersemangat tentang sesuatu, lakukan, pertahankan, dan katakan," ujarnya melansir dari realsimple.

 

Lindsay Avner

Riwayat keluarga yang tak terpisahkan dengan kanker, membuatnya menjalani tes genetik dan didiagnosis dengan mutasi gen BRCA1 di usia 22 tahun. Lindsay Avner yang juga menjadi CEO Bright Pink pun menjadi perempuan termuda yang memilih masektomi ganda untuk mengurangi risiko.

"Terkadang yang kamu butuhkan hanyalah 20 detik keberanian yang tidak masuk akal. Kapan pun saya merasa takut dan butuh kepercayaan diri, saya selalu mengingatkan untuk melakukannya selama 20 detik, dan berhasil," ujar Lindsay.

 

Iska Lawrence

Model berbasis di Inggris ini terkenal karena iklan unretouched untuk merek lingerie American Eagle Aerie. Menurutnya kunci mendapatkan kepercayaan diri adalah dengan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Ia mulai menerima bentuk tubuhnya dan merayakan keunikannya. "Bagi siapa pun yang ingin mencoba menjadi berani, bukan untuk berubah tapi menjadi versi terbaik, berhenti mengatakan "tidak bisa" dan mulailah berkata "saya bisa"," ujarnya.

 

Emily Jantes

Ia menjadi bagian dari tim Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS yang melakukan perjalanan ke Guinea untuk membantu memerangi wabah Ebola yang melanda beberapa negara Afrika pada 2014 dan 2015. Ia mengajukan diri meski tetap merasa sangat menakutkan untuk pergi ke negara yang dirusak virus tidak terkendali. 

Menurutnya untuk mendapatkan keberanian, ia membutuhkan dukungan dari suami, keluarga, dan teman-temannya. Dia menyarankan untuk para perempuan mengetes dirinya melakukan hal-hal di luar zona nyaman.

"Dengan begitu, saat menghadapi cobaan tak terduga atau menghadapi sesuatu yang menakutkan, perempuan merasa lebih siap untuk menangani situasi tersebut dengan keberanian dan kepercayaan diri," ujarnya.

 

Bethany Teachman, PhD

Profesor psikologi klinis dan direktur pelatihan klinis di University of Virginia tersebut ahli dalam terapi eksposur. Yaitu suatu bentuk terapi yang membantu pasien mengatasi atau mengurangi kecemasan dan ketakutan mereka dengan mengekspos pada ketakutan itu sendiri. 

Ia menyarankan empat nasihat untuk orang yang ingin meningkatkan keberanian mereka. Pertama adalah memecah tantangan menjadi beberapa langkah sehingga akan menjadi lebih mudah. 

Kedua adalah memastikan kita menghargai diri sendiri. Ketiga adalah mencari role model yang dapat dikaitkan dan terakhir fokus pada langkah-langkah dan reward-nya.

"Jadi bukan berfokus pada pemikiran negatif karena ketakutan tidak berarti membuatmu tidak jadi berani. Faktanya, melakukan sesuatu bahkan saat merasa takut, itu membuatmu benar-benar berani," ujarnya.

 

Susie Moore

Seorang life coach dan mantan direktur penjualan untuk Fortune 500 Company. Ia membuat perubahan karier pada usia 30 tahun yang membuatnya kehilangan pekerjaan bergaji fantastis. 

Ia memberi pertanyaan, apa yang bisa membuat kamu mendapatkan keberanian secara instan? Kematian.

Pengingat akan kematian menjadi motivator terbaik di dunia menurutnya. Ia telah membuktikannya tiap kali dihadapi dengan pengambilan keputusan penting. 

"Ingatlah selalu bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, tetapi menyadari jika impian lebih penting daripada ketakutan," pesannya.

Untuk tahu lebih lanjut topik seputar ini, daftarkan dirimu di sini dan dapatkan info terupdate FIMELA FEST 2020. Jangan sampai terlewat ya.

Simak Video Berikut

#ChangeMaker 

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Menu Hari Ini: Tumis Tahu Teriyaki, Tuna Asap Kuah Pedas dan Pasta Saus Pesto
Artikel Selanjutnya
5 Alasan Mengapa Setiap Orang Membutuhkan Seorang Sahabat