Sukses

Lifestyle

11 Cara Sederhana Menjadi Perempuan yang Bahagia

Fimela.com, Jakarta Untuk bahagia, kita tak bisa selalu menggantungkan diri pada orang lain. Untuk bisa menemukan dan merasakan kebahagiaan, seringkali kita yang perlu menciptakannya sendiri. Ada sejumlah cara yang bisa dicoba untuk menjadi perempuan yang bahagia.

Kita bisa memulainya dari sejumlah cara sederhana. Bisa memulainya dari cara-cara yang ada dala kendali diri kita. Berikut ini sejumlah cara yang bisa dicoba untuk membantumu mejadi perempuan yang bahagia.

1. Bersyukur 

Coba ambil jarak dan jeda sejenak. Lihat segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Atas semua yang kamu miliki dan bisa rasakan saat ini, syukuri semua. Atas hal-hal yang sudah kamu dapat atau peroleh hingga kini, berterima kasihlah. Yang tak kalah penting adalah berterima kasih pada diri sendiri yang sudah bisa melalui hal-hal berat untuk bisa sampai ke titik ini. Atur kembali napasmu dan perlahan-lahan rasakan energi yang lebih positif mengalir dalam dirimu.

2. Kurangi Menghakimi Diri

Seringkali kita tak sadar bahwa kita kerap menghakimi diri sendiri dan orang lain. Terus menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan menghadirkan perasaan kecewa dan negatif. Untuk itu, cobalah untuk berhenti menghakimi. Berhenti mengambil kesimpulan terhadap sesuatu secara dini.

 

3. Berolahraga

Kurang bersemangat karena sedang stres? Coba lakukan olahraga ringan. Olahraga bisa bantu meningkatkan endorfin sehingga bisa meningkatkan suasana hati jadi lebih positif dalam waktu beberapa menit. Endorfin adalah peningkat semangat alami yang bisa meningkat saat kita berolahraga. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dipilih seperti yoga, joging, lari, berenang, atau aerobik. Jalan kaki di bawah sinar matahari alami juga cara yang sangat efektif untuk meningkatkan suasana hati jadi lebih baik.

4. Kurangi Rasa Iri atau Cemburu

Iri atau cemburu pada kebahagiaan dan kesuksesan orang lain bisa membuat kita tidak bahagia. Tak perlu berlebihan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sebab setiap orang punya jalan cerita dan kehidupan yang berbeda dari kita. Jadi, lebih baik kita fokus pada memperbaiki diri kita untuk mencapai versi diri kita yang lebih baik dari waktu ke waktu.

5. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ada hal-hal yang terjadi di luar harapan. Bahkan mungkin banyak kenyataan yang jauh dari ekspektasi yang pernah kita buat. Situasi seperti ini kadang membuat kita stres dan sangat tertekan. Ketika kita bisa mengambil jeda dan menghabiskan waktu seorang diri, kita bisa lebih ringan melepaskan hal-hal yang memang tidak ada dalam genggaman kita. Kita bisa lebih ringan dan ikhlas menerima realita yang ada. Sehingga bisa lebih fokus untuk memperbarui prioritas hidup dan melakukan hal-hal yang masih ada dalam kendali diri.

6. Menghadirkan Makna dalam Hidup

Mengutip buku Man's Search for Meaning, sebuah jajak pendapat publik dilaksanakan di Prancis beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa 89 persen peserta mengakui bahwa manusia membutuhkan "sesuatu" agar dapat hidup. Selanjutnya, 61 persen mengakui bahwa mereka rela mati demi sesuatu atau seseorang.

Kita perlu memiliki makna hidup untuk bisa bahagia. Bagi yang sudah menemukan makna hidup, maka tinggal berpegang teguh padanya. Sementara bagi yang merasa belum memiliki makna hidup, belum terlambat untuk menggenggamnya.

7. Membangun Rutinitas

Salah satu cara memanfaatkan waktu sendirian tanpa merasa kesepian adalah dengan menciptakan rutinitas pagi dan malam yang menyenangkan. Itu yang dipaparkan oleh terapis kesehatan mental Jill Sylvester, LMHC, dalam bukunya Trust Your Intuition: 100 Ways to Transform Anxiety and Depression For Stronger Mental Health. Jill Sylvester mengungkapkan bahwa memiliki rutinitas yang dirancang sendiri akan membuatmu merasa lebih berguna dan berdaya. 

8. Melepaskan Hal-Hal yang di Luar Kendali Diri

Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana atau perkiraan, boleh merasa kecewa, tapi tak perlu mendalaminya. Relakanlah, simpan energimu untuk hal lain yang lebih positif. Saat ada hal yang tak bisa kamu kendalikan atau kontrol, maka cobalah untuk memulai mencari jalan lain agar tak perlu mengalami kekecewaan yang sama. Tidak semua hal ada dalam kendali diri dan genggaman kita.

9. Kurangi Penyesalan

Tak perlu menyesali segalanya. Kenangan indah yang pernah terukir bersama biarkan saja tersimpan dalam kotak memorimu. Mungkin kamu masih ingat dengan pengalaman bertemu dengannya pertama kali. Mungkin jantung berdebar dan bibir tak berhenti mengulum senyum. Pertemuan itu telah memberi kebahagian sendiri. Walau ternyata pada akhirnya harus berpisah, toh sudah ada kebahagiaan yang pernah kita dapatkan bersamanya dulu. Kenang secukupnya, lalu lanjutkan perjalananmu dengan melangkah ke depan.

10. Membuat Target yang Konkret

Misalnya, dalam setahun ke depan kita punya target bisa liburan ke luar negeri. Di sini, kita perlu menuliskan ingin pergi ke mana, berapa bujet yang perlu disiapkan, dan waktu untuk berlibur. Tulis semua angka, nominal, dan tanggalnya dengan konkret. Sehingga target tersebut tidak terasa kabur atau hanya terbayang dalam angan. Tuliskan target tabungan yang perlu dimiliki untuk berlibur dan buat rincian cara untuk mengumpulkan tabungan sampai cukup. Ada baiknya kita memang punya jurnal khusus untuk mencatat semua target dan resolusi yang ingin kita capai, sehingga memudahkan kita untuk memonitor perkembangan kita dari waktu ke waktu.

11. Kurangi Banyak "Drama"

Ini nih yang penting. Nggak perlu banyak "drama" untuk mewujudkan target. Lakukan aksi dan tindakan nyata untuk mewujudkan impian dan resolusimu. Tak apa mengambil langkah kecil, selama itu membuat kita bergerak. Percuma jika kita memiliki angan besar, tapi dalam praktiknya tidak melakukan apa pun untuk mewujudkannya. Buat resolusimu cukup menantang untuk membuatmu bisa mengisi hari-harimu dengan lebih semangat.

Semoga  tips dan cara di atas bisa jadi referensimu untuk memperbaiki kualitas hidupmu, ya.

#ElevateWomen

Loading
Artikel Selanjutnya
Studi Membuktikan, Pura-Pura Bahagia Justru Membuat Hidup Menderita
Artikel Selanjutnya
Ambang Batas Antara Plagiasi dan Sumber Inspirasi di Industri Fashion