Sukses

Lifestyle

Bukan Semakin Kurus, Berat Badan Semakin Naik saat Puasa Ini Penyebabnya

Fimela.com, Jakarta Puasa adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan dan dianggap sebagai diet alami. Lebih sedikit kalori yang masuk ke tubuh selama puasa membuat turunnya berat badan secara efektif. Akan tetapi, ada juga sebagian orang yang walau pun pada saat puasa, berat badannya tidak mengalami penurunan dan malah meningkat. Lalu, apakah penyebabnya?

Berikut ini adalah beberapa alasan yang membuat seseorang tidak kehilangan berat badan saat puasa. Ini dia ulasannya.

Mengonsumsi Terlalu Banyak Makanan Manis

Saat Ramadan kebanyakan orang akan mengonsumsi makanan manis untuk buka puasa. Namun, konsumsi gula berlebih adalah akar penyebab obesitas, diabetes, dan banyak masalah kesehatan lainnya. Dan itu sangat buruk bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Saat makan gula, tubuh akan mengeluarkan insulin, hormon ini menyebabkan lemak disimpan dalam tubuh lebih banyak.

Jika mengonsumsi gula sesekali, hal ini tidak menjadi masalah, tetapi jika mengonsumsi makanan manis dalam jumlah besar dan terus menerus bisa membuat kadar insulin rusak dan resisten terhadap insulin (pra-diabetes). Sehingga, mengakibarkan tubuh akan terus bertambah gemuk.

Tidak Cukup Mengonsumsi Makanan Probiotik/Prebiotik

Salah satu penyebab kegemukan ialah karena pencernaan yang tidak lancar. Dan kurang mengonsumsi makanan probiotik atau prebiotik dapat menyebabkan makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik. Mengonsumsi makanan probiotik atau prebiotik akan semakin memperbanyak jumlah bakteri baik dalam usus yang akan membantu melancarkan pencernaan serta melindungi tubun dari bakteri atau virus yang berbahaya.

Beberapa makanan yang baik untuk usus, seperti: sayuran segar, rempah-rempah, teh, bawang putih, bawang merah, cuka sari apel, dan seterusnya. Sementara makanan probiotik, termasuk, yogurt, kefir, kimchi, kombucha, sauerkraut dan lain-lain.

Menganggap Lemak itu Buruk

Lemak tidak membuat  gemuk. Karena ada beberapa lemak yang justru baik untuk tubuh. Dua bentuk lemak terbaik adalah minyak kelapa dan alpukat. Cobalah sesendok minyak kelapa untuk buka puasa dan sahur (ini juga bagus untuk mikrobioma).

Alpukat adalah sahur yang sempurna. Telur (kuning telur dan semuanya) dan daging (terutama daging organ) juga merupakan sumber lemak yang baik dan sangat padat nutrisi. Biji-bijian dan kacang-kacangan adalah sumber lemak yang bagus dan berfungsi sebagai camilan yang sempurna untuk rasa lapar tengah malam antara tarawih dan sahur. Lemak juga lambat terbakar sehingga akan membuatmu merasa kenyang lebih lama selama puasa.

Stres Berlebihan

Stres menyebabkan tubuh melepaskan kortisol yang memberi tahu tubuh untuk mengisi kembali energi bahkan ketika diirmu tidak mengeluarkan terlalu banyak kalori. Selain itu, dalam situasi stres, seseorang tidak mengonsumsi makanan yang sehat.

Tetapi cenderung mendambakan makanan manis, asin, dan tinggi lemak karena merangsang otak untuk melepaskan bahan kimia kesenangan yang mengurangi ketegangan. Untuk menghindari stres, baiknya lakukan rutinitas olahraga setiap hari dan tidur yang teratur dan secara alami stres akan berkurang.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya berat badan saat puasa. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Resep Masakan Lebaran tanpa Santan yang Sedap
Artikel Selanjutnya
Obati Kerinduan Mudik Lebaran dengan Menginap di Hotel Arsty