Sukses

Lifestyle

Fakta Baru Pembunuhan Cangkul, Pacar Enno Tak Terlibat?

Fimela.com, Jakarta Kamu masih ingat kasus pembunuhan cangkul dengan korban Enno Parihah? Peristiwa sadis itu tentu tak bisa lepas begitu saja dari pikiran warga Indonesia. Pembunuhan ini tergolong sadis dimana korban tewas sebab dari kemaluannya dihujam ganggang pacul yang panjangnya sekitar 1 meter. Ada fakta terbaru dari kasus tersebut. RA, tersangka pembunuh Enno masih remaja 15 tahun yang disebut-sebut sebagai pacar korban, tidak terlibat. Hal ini dikatakan langsung oleh tersangka lainnya yakni Rahmat Arifin (24). 

Rahmat menyampaikan di persidangan kasus pembunuhan cangkul ini pada Rabu (8/6/2016). Dengan berurai air mata, Rahmat mengatakan RA tak ada di lokasi saat terjadi pembunuhan sadis itu pada 13 Mei lalu. Dia bersumpah semua keterangan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Polda Metro Jaya adalah keterangan palsu. "Saya bersumpah, semua keterangan saya di BAP itu bohong semuanya! Bukan RA yang ada bersama dengan saya waktu itu! Bukan!," kata Rahmat seperti dikutip dari situs berita nasional.

Pelaku pembunuhan sadis dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/5). Ketiganya diduga membunuh Enno Parihah alias Indah (18) dengan menggunakan gagang pacul yang dimasukkan kedalam kemaluan. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Rahmat mengakui, saat itu hanya dirinya, Imam Harpiadi, dan satu laki-laki dengan tompel yang ada di kamar kosan Enno Parihah. Ternyata pengacara RA punya foto pria itu dan disebut-sebut sudah lama dicurigai polisi. Ketika ditunjukkan Rahmat langsung histeris mengiyakan jika itu orangnya. Diketahui pemuda tersebut bernama Dimas. Sampai sidang selesai Rahmat tegas mengatakan jika RA tak bersalah dan tidak terlibat dalam pembunuhan cangkul. "Saya sudah dosa bunuh orang. Saya tidak mau dosa lagi dengan bohong di pengadilan," ujar Rahmat. Namun benarkah itu?

Sidang pembunuhan cangkul dengan korban Enno Parihah | Via: Liputan6

Menurut Kabsudit Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya Budi Hermanto, Rahmat Arifin dan Imam Harpiadi memberikan keterangan palsu di persidangan. "Ini ada surat pernyataannya kalau dia berbohong, ada materainya, didampingi pengacaranya, dia menyesal," ujar Budi, Jakarta, Kamis (9/6/2016), seperti dikutip dari liputan6.com. Budi mencurigai adanya permainan RA dan pengacaranya yang memunculkan sosok Dimas, disebut pelaku sebenarnya pembunuh Enno, dan bukan RA. Tapi nama Dimas tak sedikit pun tersinggung di BAP. Lagi pula bukti-bukti kuat sudah dimiliki penyidik. Setelah di persidangan, Rahmat baru ngaku kalau dia mendapat intervensi dari pihak RA sebelum sidang. Rahmat dijanjikan akan dibantu perkara hukumnya jika RA bebas.

Warga inginkan pembunuh Enno Parihah dihukum mati | Via: liputan6

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading