Sukses

Lifestyle

Nabung 15 Tahun, Tukang Becak di Klaten Naik Haji

Fimela.com, Jakarta Usaha memang tak pernah mengingkari hasil. Hal ini terbukti dari kesuksesan Karsim, seorang tukang becak yang bisa naik haji. Pria yang berasal dari kampung Sidamulya, Desa Ciasem, Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat ini akhirnya berangkat ke Makah tahun kemarin, usai menabung selama 15 tahun. 

Karsim, kepada Liputan6 mengatakan, setiap hari selama belasan tahun dia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Naik haji memang sudah menjadi cita-cita Karsim dan sang istri, Ratimi. Mereka berdua berangkat haji pada 23 Agustus tahun lalu, lewat embarkasi Bekasi. 

"Setiap hari saya sebisa mungkin harus bisa menabung, agar cita - cita saya dan isteri terlaksana. Saya menabung perhari antara 25 hingga 50 ribu rupiah," katanya kepada media tersebut. 

Ilsutrasi Naik Haji | Sumber Foto: REUTERS/Faisal Al Nasser

Penghasilan yang tak menentu membuat Karsim dan Ratimi sempat khawatir. Mereka takut kalau-kalau tabungannya tak memenuhi biaya untuk memenuhi Rukun Islam kelima ini. Meskipun begitu, Karsim tak pernah takut untuk menyisihkan uang hasilnya mengayuh becak. Meskipun kadang dapat sedikit, dia tetap menyisihkannya untuk ditabung. 

Bahkan, ketika dia membawa uang yang lebih banyak dari biasanya usai bekerja, dia langsung menyisihkan 75 persen dari penghasilannya hari itu. Padahal, angka tersebut boleh dibilang cukup besar. Tak banyak orang yang menabungkan uangnya 75 persen dari penghasilan. Namun, demi cita-cita mereka, Karsim rela menabung sedikit lebih banyak. 

Ilsutrasi Naik Haji | Sumber Foto: Al Arabiya

"Ya begitu, kalau dapat uang lebih besar 75 persennya saya masukan ke tabungan," ujar Karsim. Karsim mengaku, ketika hari keberangkatannya sudah dekat waktu itu, dia merasa tak sabar ingin cepat-cepat berangkat ke Tanah Suci. 

Saking tak sabarnya, semua kebutuhan mereka saat berada di Tanah Suci sudah mereka siapkan sejak 2 minggu sebelum keberangkatan. Dia juga tak meminta banyak dari para tetangga dan orang-orang di sekitarnya. Saat itu, dia hanya ingin didoakan menjadi haji yang mabrur. "Saya nanti berangkat tergabung di kloter 49. Doakan saja agar menjadi haji mabrur," tandasnya. 

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Wujudkan Impian Masa Kecil Melalui Bisnis Pakaian Online Sambil Meniti Karier
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Kartini Masa Kini, Founder Dekayu Memberdayakan Ibu Rumah Tangga Menghasilkan Produk Peralatan Makan dari Kayu