Sukses

Lifestyle

Keikhlasan Kakek Penyemir Sepatu dan Pengemis Menyambung Hidup

Fimela.com, Jakarta Ada begitu banyak sifat yang harus dimiliki setiap orang, untuk bisa hidup dengan baik, tenang dan terbebas dari rasa tak puas. Salah satunya, ikhlas. Banyak orang yang nggak pernah mengatakan kalau mereka sebenarnya tak ingin melakukan suatu hal baik. Namun, karena faktor nama baik atau juga lingkungan, mereka akhirnya melakukannya juga. 

Tapi, dalam hati masih juga ngedumel. Atau menggerutu. Rasanya ingin marah. Hal baik ini tak cuma berlaku untuk perbuatan yang besar saja. Banyak orang yang nggak ikhlas dalam memberikan uang kepada pengemis. Atau, dalam kehidupan sehari-hari, kamu kadang nggak ikhlas, atau sabar, atau juga legowo saat bekerja. 

Padahal, ikhlas saat bekerja juga penting buat dirimu sendiri. Pelajaran yang berharga ini disampaikan seorang pengemis, Bijoy Das, yang kisahnya diangkat seorang pewarta foto, GMB Akash. Akash kemudian membagikan kisah dan sebuah potret di laman Facebook miliknya, GMB Akash. 

Akash menulis, Bijoy setiap hari menerima uang receh yang diberikan seseorang. Dia mengemis sejak usianya masih 11 tahun. Bulan demi bulan, tahun demi tahun dia harus menghilangkan senyum dan tawa dari wajahnya. "Tak ada yang mau memberikan uang kepada anak kecil yang bahagia," katanya kepada Akash.

Suatu hari, dia bertemu seorang kakek yang bekerja sebagai penyemir sepatu. Usianya, menurut pengemis ini, 90 tahun. Dia melihat, kakek yang belakangan diketahui bernama Kashem Miah ini kera tertawa dan terlihat tak ada beban. Padahal, dia sudah tua dan pekerjaannya hanya menyemir sepatu. 

Bijoy muda saat itu lantas mengikuti Kashem dan memerhatikannya bekerja. Bijoy lantas bertanya, seberapa buruk perasaan Kashem saat harus menyemir sepatu orang lain, padahal usianya sudah sangat tua. Kashem tak menjawab, tapi malah menyuruh Bijoy untuk belajar menyemir sepatu darinya. 

Bocah yang tadinya mengemis ini, akhirnya mau belajar. Namun, pada hari pertama Bijoy bekerja, Kashem sakit keras. Bijoy yang pada waktu itu hanya bocah yang ingin nasibnya berubah sangat ketakutan. Pekerjaan ini baru sampai dia merasa sangat takut. Tapi, Kashem malah memeluknya dan menyuruh Bijoy untuk bekerja dengan jujur dan baik. 

Setelah 44 tahun berlalu, Bijoy masih juga miskin dan kelaparan. Tapi, dia tak pernah merasa sedih, salah lagi. Kini, Bijoy sudha berusia 55 tahun dan asih menjadi tukang semir sepatu. Namun, dia lebih ikhlas saat bekerja dan menjalani hari dengan gembira. 

Loading