Sukses

Lifestyle

Eksklusif Airyn Tanu, Kesuksesan di Balik Pancaran Berlian

Fimela.com, Jakarta Berlian memang identik dengan kemewahan. Namun, bagi Airyn Tanu, berlian bukan cuma sekadar perhiasan biasa. Namun karya seni yang memiliki makna sangat dalam. Kecintaannya terhadap berlian dan seni ini kemudian membawanya ke gerbang kesuksesan bisnis di bidang perhiasan berlian. 

Namun, kesuksesannya ini tak dia lalui dengan mudah. Ada banyak tahapan yang harus dia jalani. Berawal dari menjual perhiasan hand-made di Perth, Australia saat dia masih kuliah, kecintaan Airyn terhadap berlian semakin besar. Hingga sang ayah mencetuskan ide untuk membuka sebuah toko berlian sendiri. 

"Jadi waktu itu Papa saya bilang, mau nggak, suatu saat nanti punya toko berlian? Idenya awalnya dari situ," katanya saat didatangi Bintang.com di Passion Jewelry, di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), pada Selasa (22 Agustus 2017) lalu. 

Airyn Tanu jatuh cinta kepada berlian sudah sejak lama. Baginya, perhiasan berlian merupakan seni yang memiliki makna sangat dalam.  (Photo by Daniel Kampua, Bintang.com; Digital Imaging by Muhammad Iqbal Nurfajri, Bintang.com)

Sebagai generasi pertama yang berbisnis di bidang jewelry, Airyn harus memperdalam ilmunya mengenai berlian. Founder dan Chief Operational Officer Passion Jewelry ini sempat belajar di Gemological Institute of America (GIA), Hong Kong sebelum meraih kesuksesannya di bisnis perhiasan ini. 

Kini, Passion Jewelry sudah memiliki 7 toko di Indonesia. Lima di antaranya tersebar di Jakarta, dan dua lainnya berada di luar Ibu Kota. Menjadi seorang pebisnis berlian sepertinya merupakan tantangan tersendiri buat Airyn. Pasalnya, perempuan berambut lurus pendek ini dulu berkuliah di bidang computer system engineering

Airyn Tanu jatuh cinta kepada berlian sudah sejak lama. Baginya, perhiasan berlian merupakan seni yang memiliki makna sangat dalam.  (Photo by Daniel Kampua, Bintang.com; Digital Imaging by Muhammad Iqbal Nurfajri, Bintang.com)

Walaupun begitu, Airyn yang merasa memiliki kesamaan dengan berlian ini memutuskan untuk kembali ke Indonesia usai lulus kuliah, untuk menekuni ilmu berlian yang tak mudah. Kepada Bintang.com, Airyn menceritakan bagaimana awal mula dia mendirikan Passion Jewelry dan jatuh cinta dengan berlian

Jatuh Cinta dengan Berlian

Kenapa memilih untuk membuka usaha di bidang perhiasan dan berlian?

Karena pada dasarnya saya memang menyukai berlian. Selain cantik, berlian juga batu yang paling keras.

Sejak kapan Mbak sudah menyukai berlian?

Sudah lama, sebenarnya. Sejak saya masih remaja.

Dari sekian banyak perhiasan, kenapa memilih untuk fokus pada berlian?

Saya memang sangat suka dengan perhiasan. Kenapa saya pilih berlian, karena berlian itu everlasting. Berlian bukan cuma sekadar perhiasan, tapi juga bisa buat investasi. Bisa juga untuk disimpan. Berlian nggak mudah rusak. Jadi, prestige, sih sebenarnya!

Bagaimana awal mulanya ide Passion Jewelry muncul?

Jadi pada awalnya, saya berkenalan dengan berlian saat saya remaja. Saya besar di Perth, Australia, di mana saya yang saat itu sedang berkuliah, sering kerja part time. Saat itu saya berjualan pernak-pernik, terutama jewelry. Tapi saat itu belum menjual perhiasan luxury. Barang yang saya jual dulu adalah pernak-pernik handmade.

Saat itu, saya berjualan di mal-mal. Saya jualan pakai gerobak di tengah-tengah mal. Saat itu, di depan gerobak saya ada satu toko perhiasan. Papa saya, saat itu tinggal di Indonesia, sempat menengok saya di Perth. Papa saya bilang, kamu mau nggak, suatu hari, punya toko kayak yang di seberang? Jadi sebenarnya idenya ini tercetus dari Papa saya.

Airyn Tanu jatuh cinta kepada berlian sudah sejak lama. Baginya, perhiasan berlian merupakan seni yang memiliki makna sangat dalam.  (Photo by Daniel Kampua, Bintang.com; Digital Imaging by Muhammad Iqbal Nurfajri, Bintang.com)

Boleh diceritakan, bagaimana awalnya Passion Jewelry berdiri?

Setelah saya lulus, saya saat itu masih bingung, apakah ingin bekerja di Indonesia, atau tetap di Australia. Akhirnya, saya mulai untuk berjualan perhiasan berlian, melalui berbagai koneksi.

Jadi, toko buka pertama kali pada akhir 2005, di Tangerang. Setelah itu kami pindah mal ke Puri. Di mulai dari sinilah, akhirnya bisnis berkembang dan menjadi seperti sekarang.

Bermain di dunia berlian itu nggak bisa sembarangan, apa tahap yang harus dilalui?

Saya memang mendalami ilmu berlian. Jadi, saya sempat belajar Gemological Institute of America (GIA), Hong Kong. Jadi, di sana memang saya benar-benar belajar dari A-Z soal berlian.

Airyn Tanu jatuh cinta kepada berlian sudah sejak lama. Baginya, perhiasan berlian merupakan seni yang memiliki makna sangat dalam.  (Photo by Daniel Kampua, Bintang.com; Digital Imaging by Muhammad Iqbal Nurfajri, Bintang.com)

Setelah belajar seluk-beluk berlian di Hong Kong, apa yang membuat kamu semakin suka dengan berlian?

Mungkin karena saya sudah memiliki kecintaan terhadap berlian sejak remaja. Setelah belajar cara membuat berlian, rasa suka ini semakin besar. Mungkin juga karena saya memiliki kecintaan yang dalam terhadap seni.

Saya juga sangat senang karena saya membuat sesuatu yang orang lain bisa pakai. Orang yang pakai juga terlihat lebih cantik. Apa lagi kalau orang puas saat memakainya. Seakan-akan berlian itu menunjukkan karakter pemakai.

Seni dan Berlian

Jenis perhiasan berlian apa saja yang biasanya kamu buat?

Kadang saya buat untuk daily wear. Ada juga perhiasan yang memang dibuat sebagai hadiah/gift juga. Jadi, perhiasan itu punya arti yang berbeda-beda. Punya fungsi yang berbeda. Jadi menurut saya, perhiasan yang dibuat akan memberikan sebuah art buat si pemakai dan juga pemberi. Ini yang bikin saya jatuh cinta dengan berlian dan bisnis ini.

Apakah semua proses kamu yang menangani?

Kalau sekarang, karena sudah memiliki 7 toko, nggak. Jadi kalau diamond-nya itu, kan, memang sudah cutting. Tapi, perhiasannya kita bikin sendiri. Mulai dari desain, 3D-nya, semuanya. Pokoknya kita produksi sendiri untuk perhiasannya. Saya punya tim sendiri untuk produksi. Saya hanya bagian desainnya saja. Jadi, sebenarnya sekarang ini saya buat konsepnya bagaimana, terus mengembangkan desainnya bagaimana. Begitu. Kalau zaman dulu saya masih melakukan semua sendiri.

Airyn Tanu jatuh cinta kepada berlian sudah sejak lama. Baginya, perhiasan berlian merupakan seni yang memiliki makna sangat dalam.  (Photo by Daniel Kampua, Bintang.com; Digital Imaging by Muhammad Iqbal Nurfajri, Bintang.com)

Apakah desain perhiasan berlian setiap pemakai berbeda?

Oh, pasti berbeda. Karena, desain seseorang itu sama saja seperti seni, atau lukisan, atau lainnya, yang punya ciri khas masing-masing. Juga punya taste sendiri. Taste saya dengan orang lain itu pasti berbeda.

Kalau ciri khas Passion Jewelry, sebenarnya lebih ke dailywear. Meskipun begitu, desain perhiasan kami tetap saja nggak umum. Jadi agak berbeda dari yang biasanya. Yang bikin istimewa adalah, kita selalu buat perhiasan yang memiliki cerita di baliknya.

Sejak awal berdiri, apakah kendala terbesar dalam menjalani bisnis ini?

Ada banyak. Lagi pula, masalah memang akan selalu datang. Tapi yang penting, bagaimana masalah itu ditanangi. Kalau dalam prinsip saya, ada masalah pasti ada solusi. Jadi, ini cuma soal mau nggak mau ya hadapi saja.

Tak digemari semua kalangan, siapa saja orang Indonesia yang berminat dengan bisnis ini?

Terus terang, bisnis perhiasan itu memang nggak terlalu banyak. Kalau emas masih banyak. Tapi kalau berlian, nggak terlalu banyak.

Airyn Tanu jatuh cinta kepada berlian sudah sejak lama. Baginya, perhiasan berlian merupakan seni yang memiliki makna sangat dalam.  (Photo by Daniel Kampua, Bintang.com; Digital Imaging by Muhammad Iqbal Nurfajri, Bintang.com)

Apa harapan Mbak dan Passion Jewelry di tahun ini?

Cita-cita kita, sih, menjadi trendsetter perhiasan berlian di Indonesia. Jadi saya sering ikut seminar-seminar di luar negeri. Saya juga nggak berhenti untuk mencari wawasan. Supaya saya selalu bisa melakukan inovasi. Karena seiring dengan adanya inovasi, kualitas juga harus tetap dipegang.

Karena, pembeli-pembeli perhiasan berlian itu salah satu unsur utamanya adalah kepercayaan. Jadi untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan itu sangat penting. Selain itu juga pelayanan sangat penting. Nah, saat kami ingin melebarkan bisnis, kami tetap harus menjaga banget prinsip-prinsip ini.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading