Sukses

Lifestyle

Seorang Ibu Menemani Anaknya yang Dipenjara Karena Twitter

Indonesia berada di peringkat 10 besar pengguna facebook dan twitter di duniaSaat ini jejaring sosial tengah booming di kalangan masyarakat. Twitter, facebook, MySpace, youtube, dan lain sebagainya menjadi salah satu alat favorit yang dipilih oleh masyarakat dunia untuk berkomunikasi. Di Indonesia, statistik menunjukkan jumlah pengguna facebook menyentuh angka 35 juta pengguna yang rata-rata masih berusia 23 tahun dan berada di urutan kedua terbanyak di seluruh dunia. Sedangkan untuk twitter, pengguna twitter di Indonesia menempati urutan ke-6 di seluruh dunia.

Di Indonesia, jejaring sosial yang ada nggak sekadar dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi pribadi tapi juga dijadikan sarana komunikasi massal. Banyak pihak yang menjadikan jejaring sosial sebagai alat untuk mempromosikan produk mereka. Dan banyak juga orang yang menjadikan jejaring sosial sebagai alat untuk update tentang kejadian teraktual yang ada di sekitar.

Tapi, mulai saat ini, ada baiknya kamu harus lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan akun jejaring sosial pribadimu. Pasalnya, kini cukup banyak orang yang ditahan karena nggak cerdas dalam memanfaatkan jejaring sosial.

bijaksanalah dalam menggunakan jejaring sosial!Pekan lalu, seorang warga negara Mexico ditahan dan dihadapkan pada hukuman penjara selama 30 tahun. Di Mexico, akun twitter seringkali dimanfaatkan oleh para pengguna obat-obatan terlarang untuk menimbulkan suasana kisruh di masyarakat. Dan parahnya, warga Mexico mudah panic oleh kabar-kabar yang beredar melalui jejaring sosial. Seorang komentator radio dan guru matematika asal Mexico (Gilberto Martinez Vera) mengeluarkan sebuah tweet tentang berita penculikan anak yang berujung pada penjara .

“My sister-in-law just called me all upset, they just kidnapped five children from the school," tulis Martinez di akun twitternya.

Menurut ibunya yang sempat menemaninya di dalam penjara, anaknya masih tinggal bersamanya dan tidak ada tindakan penculikan yang terjadi ketika tweet tersebut keluar. “He used the computer, but I swear that my son never wanted to do anybody harm, or start a revolution, like they say he did,” ujar ibunya usai mengunjungi puteranya di penjara. Bahkan, akibat ulahnya, pria ini diancam kurungan penjara hingga 30 tahun.

Nggak hanya twitter, facebook pun tercatat pernah menggiring si pemilik akun ke dalam penjara. Pada awal Januari 2010, di Indonesia tercatat seorang pemuda ditahan karena menghina mantan pacarnya di akun facebook pribadinya. Percaya nggak percaya, tapi kenyataannya pria tersebut dikenai hukuman kurung selama 5 bulan.

 Berbagai modus dilakukan orang mulai dari sekadar iseng untuk mencari perhatian hingga untuk menipu orang lain. So, sebagai pengguna dan pemilik akun jejaring sosial, sebaiknya kita lebih bijaksana dalam mengeluarkan kata-kata di dunia maya karena saat ini jaman sudah berkembang pesat dan setiap orang bisa mengakses dan mengetahui apa yang kita lakukan melalui dunia maya.

Lagi pula, menurut kamu etis nggak sih kalau menggunakan jejaring sosial hanya untuk mengeluarkan sumpah serapah dan mengeluarkan rumor-rumor kacangan untuk meresahkan masyarakat?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading