Sukses

Lifestyle

Jangan Biarkan Perbedaan Karakter Mengganggu Hubungan

Next

Apakah kamu pernah menjalani sebuah hubungan yang awalnya begitu manis dan penuh cinta, untuk kemudian menyadari bahwa saat masa bulan madu dalam hubungan sudah berlalu, perselisihan demi perselisihan mulai bermunculan karena perbedaan yang tadinya tak terasa. Perbedaan karakter memang sesuatu yang sukar dihindari dalam suatu hubungan. Namun tak berarti tak akan berhasil. Simak saja kerukunan pasangan seleb Gwyneth Paltrow dan Chris Martin.

pollingMenurut jawaban yang didapatkan dari Quiz: “Bagaimana menghadapi masalah dalam hubungan?”, 44% dari 300 responden menyatakan bahwa sumber permasalahan terbesar dalam hubungan mereka adalah karena perbedaan karakter ataupun cara berpikir yang mendasar. 75% dari mereka tetap berusaha untuk mempertahankan hubungan dengan alasan (kebanyakan) karena cinta, sementara 25% memutuskan untuk berpisah karena lelah menghadapi pertikaian yang tidak kunjung selesai.

Sebelum akhirnya memutuskan berpisah, kebanyakan sudah berusaha mencoba untuk mempertahankan hubungan selama lebih dari satu tahun. Ada yang berusaha untuk mendiskusikan permasalahan dengan pasangan, berusaha berubah, menyabarkan diri, mengalah, sampai yang mencoba menghindari pertengkaran dengan mendiamkan masalah. Namun, terbukti bahwa usaha tersebut tidaklah berhasil. Mengapa?

unhappyKarena ternyata kedua pihak di dalam hati belum bisa menerima perbedaan di antara kita dan pasangan. Ya, memang diskusi dan pembahasan telah dilakukan. Ya, memang salah satu pihak akhirnya berusaha berubah dan mengalah. Namun, pihak yang mengalah justru memendam masalah itu dalam hati dan bukannya menerima sifat dan karakter pasangan ada adanya. Mereka hanya mengalah untuk menghindari pertengkaran, sementara akar permasalahan tidak dituntaskan. Akhirnya, pihak yang mengalah dan berusaha berubah akan merasa tidak puas dan lama kelamaan perasaan yang tertekan ini ibaratnya menjadi seperti sebuah bom waktu yang siap untuk meledak.

Saat masalah lain datang, perbedaan karakter memunculkan kembali permasalahan yang sama sampai lama kelamaan banyak pasangan yang menyerah dan mengakhiri hubungan. Lalu, bagaimana dengan 75% responden yang mempertahankan hubungan? What do they do differently?

 

Next

Banyak pasangan yang masih bertahan mengatakan bahwa mereka berusaha berdiskusi, bersabar untuk menangani setiap permasalahan dengan kepala dingin, berusaha berubah bahkan sampai berpisah untuk sementara waktu. Tetapi sama seperti para responden yang berujung pada perpisahan, rata-rata mengakui bahwa segala usaha ini tidak memberikan perubahan permanen pada dinamika hubungan dengan pasangan. Sebagian besar merasa bahwa masalah yang sama akan muncul kembali akibat perbedaan karakter diantara mereka.

happySatu hal yang menjadi kunci keberhasilan para responden yang mengakui adanya perubahan positif di dalam hubungan adalah sikap menerima perbedaan yang ada. Mereka tidak lagi berandai-andai apabila pasangan akan berubah menjadi lebih perhatian, menjadi tidak posesif, atau tidak lagi mementingkan teman-temannya. Mereka juga tidak mengalah sambil berharap bahwa pasangan akan berubah suatu saat nanti. Tapi, mereka berusaha untuk sadar bahwa pasangannya memang seperti itu, berusaha menerima dan mencintai pasangan sebagaimana mereka adanya.

Sewaktu cara pandang kita berubah seperti ini, perubahan akan terjadi di dalam diri kita sendiri. Tuntutan kita akan berkurang, rasa ketidakpuasan mungkin tidak menghilang, tapi bisa diatasi. Kita akan jadi lebih bisa menerima dan mengerti saat pasangan melakukan hal yang memang sesuai dengan sifat dan karakternya. Ini juga akan membuat kita lebih mudah memaafkan pasangan. Perasaan dan emosi kita pun akan menjadi lebih stabil karena memang sejujurnya kita sudah bisa menerima pasangan apa adanya. Ingatlah, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Laki-laki dan perempuan memang diciptakan berbeda untuk saling mendukung dan melengkapi. Apabila kamu sudah menikah dengan pasangan, atau merasa telah menemukan seseorang yang tepat, cobalah menurunkan ego dan belajar mencintai mereka apa adanya.

Di lain pihak, apabila kita sudah mengusahakan segala sesuatu tetapi tetap tidak bisa menerima perbedaan tersebut, janganlah berkecil hati. Mungkin memang mereka bukanlah pasangan yang tepat untuk kamu dan mengucap syukur saja karena tentunya ada seseorang yang lebih baik untuk kamu. Jangan takut dengan alasan nggak ada orang lain di luar sana yang lebih tepat untuk kamu karena  50% dari responden kuis pun percaya bahwa masih ada yang lebih baik dan lebih tepat untuk mereka. Mungkin saat ini masih terasa berat karena kamu masih mencintai pasangan, atau terbawa perasaan. But, who knows? Seiring dengan waktu, pada akhirnya pasangan yang tepat akan datang untukmu.

Pada akhirnya, apapun pilihan kamu, yang terpenting adalah mengusahakan diri kita untuk menjadi yang seseorang yang lebih baik. After all, happiness comes from within. Setuju?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading