Sukses

Lifestyle

Anak Mudah Ngambek, Apa Siasatnya?

Next

sarah jessica parker

Itu sedikit dari sekian banyak versi cerita aksi ngambek anak yang sudah dialami oleh para ibu. Secara psikologis, ngambek atau merajuk adalah sebuah bentuk pelampiasan ekspresi anak untuk mengomunisasikan ketidaksenangan, kemarahan, atau kekhawatiran mereka terhadap suatu hal. Dengan merajuk seperti itu, anak ingin memberitahu kepada orang tua atau orang dewasa di sekitarnya bahwa si anak nggak berkenan dengan suatu hal dan ingin diikuti keinginannya.

Itulah yang diakui oleh Uchie, bahwa aksi ngambek anaknya saat kegiatan favoritnya harus disela kegiatan lain, menjadi espresi kekesalan anak dengan menganggap bahwa kegiatan lain bisa dilakukan nanti saja. Sementara bila itu dibiarkan, nilai disiplin yang ingin ditanamkan pada anaknya bisa berantakan dan berlanjut hingga ia dewasa. Mengatasi masalah itu, Uchie mengandalkan metode “tutup mata”, yaitu dengan seolah nggak menyadari bahwa anak ngambek.

“Kalau Oulav masih saja nggak beranjak dari tempat ia main iPad, kami instruksikan terus menerus apa yang harus ia lakukan tanpa mempedulikan ekspresi merajuknya. Awalnya ia ngambek dan menolak untuk beranjak, tapi lama-kelamaan ia menyerah dan beringsut melakukan apa yang diperintahkan,” cerita Uchie. Nggak jauh berbeda dengan yang dilakukan Anya, ia melakukan aksi “tutup mata” saat anaknya menjalankan aksi ngambek dan bertingkah di tempat umum. “Daripada saya membuat keributan di tempat ramai dan dilihatin orang banyak, saya memilih menyelesaikan masalah ngambek anak dengan cara saya sendiri tanpa marah-marah dan membentak,” ujarnya.

Next

 

Tom Cruise

Berbeda dengan testimoni Eka Deli (36 tahun), saat menghadapi aksi ngambek putrinya, Lizzie. Penyanyi bersuara besar ini mengandalkan cara kompromi ketika sang putri merajuk dengan hal yang nggak disukainya. “Dia pernah ngambek karena saya harus pergi ke luar negeri selama 10 hari dengan menyertakan alasan bahwa kepergian saya adalah untuk mencari nafkah. Awalnya dia nggak menerima, lalu dia memberikan uang Rp. 2000 yang dia punya agar saya nggak harus pergi meninggalkan dia. Lalu saya bicara baik-baik dengannya bahwa saya harus tetap pergi walaupun dia ‘sudah’ membantu saya. Akhirnya, Lizzie mengizinkan saya pergi walaupun dengan berat hati,” cerita Eka.

Cara tersebut dipilih Eka karena menurutnya, anaknya tergolong buah hati yang dewasa dan cepat mengerti. Sedari dini, Eka dan suami, memang nggak membiasakan bicara kepada anak dengan “bahasa bayi”, tapi sudah memperlakukan anak layaknya ia sudah mengerti. Dan, Eka merasa bahwa dengan sudah mengenalkan kompromi sedini mungkin, kini Lizzie putrinya bisa lebih mudah untuk diajak bertukar pendapat dan diikutkan mengambil keputusan yang berhubungan dengannya.

Ketika ditanya kepada ketiga ibu di atas tentang aksi ngambek anak mereka, mereka merasakan sendiri manfaat menghadapi ngambek anak dengan cara yang baik tanpa mengikutkan emosi. “Anak saya jadi nggak takut untuk berpendapat dan berekspresi. Anak boleh tetap ngambek, tapi nggak dengan cara meraung-raung, melempar barang, atau berkepanjangan,” tutur Uchie.

Bagaimana dengan tips atasi ngambek anak darimu, Fimelova?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading