Sukses

Lifestyle

Belajar & Siap Berbagi, Rahasia Sukses Berulang Kali

Next

Pernahkah kamu bercita-cita menikmati segala pencapaianmu nanti sampai puas? Mereka yang sudah lebih dulu sukses juga berpikir demikian. Bisa menikmati pencapaian adalah hal yang mereka tunggu-tunggu. Rakhma Sinseria—co-owner Coffee Toffee—misalnya. Ia menikmati segala pencapaiannya dengan terus menjalani rutinitas seperti orang yang sedang merintis usaha dari bawah. “Sampai saat ini saya masih kurang tidur, sebagai perempuan karier, istri, dan ibu rumah tangga tetap saja banyak yang harus dikerjakan,” ungkapnya.

Bukannya berleha-leha, menikmati pundi uang hasil keringat selama bertahun-tahun menjalankan bisnis kopi lokal, Rakhma malah terus belajar melihat kondisi dan menyusun strategi menaklukkan pasar. Demikian juga dengan yang dilakukan Julia Perez. Kariernya di dunia hiburan makin hari makin baik, dan beberapa “lahan”, dari film sampai musik, sudah ia jelajahi. Namun, ia belum juga puas.

Jupe memilih menikmati pencapaiannya sekarang dengan belajar mengembangkan bakat di bidang lain, berbisnis, misalnya. Kekasih pesepakbola Gaston Castano yang baru dianggap naik kelas berkat akting-nya di film Gending Sriwijaya pun memilih terus meningkatkan kualitas diri lewat membaca buku-buku inspiratif agar terus termotivasi, juga menambah pengetahuan. Paparnya, “Banyak yang mengira seorang Jupe ini bodoh. Saya begini ini juga punya otak. Saya suka membaca buku-buku yang menambah ilmu dan membuat saya berpikir lebih terbuka.”

Next

Tak jarang saya bertemu orang-orang hebat di bidang masing-masing, mengorek kisah hidup mereka, dan mendapati perjalanan yang rumit sebelum bisa memetik mimpi-mimpi mereka. Menyenangkan mendengar kisah-kisah itu. Dan ternyata, di balik kesuksesan mereka ada kisah lebih panjang yang siap dibagikan suatu saat nanti. Hidup bukan dongeng yang begitu cepat berakhir, bukan yang saat satu masalah terpecahkan kebahagiaan secara instan datang selama-lamanya. Hidup adalah berkali-kali mengalami jatuh-bangun, melanjutkan kesuksesan dengan kesuksesan berikutnya, sampai semua berakhir ketika kita tak lagi ada di dunia.

Dian Noeh—co-founder dan CEO Kennedy, Voice & Berliner—termasuk salah satu perempuan yang sukses di bidang public relations. Namun, alih-alih mau dikatakan sukses, ia malah sibuk dengan mimpi barunya untuk bisa terus berbagi dan diingat orang lain. “Harus ada sesuatu yang dibagikan, supaya masih ada peninggalan kita yang bisa orang pakai nantinya,” kata Dian sembari menjelaskan bahwa keberhasilannya meraih mimpi seperti sekarang juga tak lepas dari peninggalan orang lain yang menginspirasinya.

Next

Hal biasa seseorang mendapatkan hadiah manis dari segala usahanya. Yang kemudian menjadi luar biasa adalah ketika mimpi terwujud, masih ada semangat untuk membangun mimpi baru dan berproses lagi seperti saat sebelum menghasilkan apa-apa. Buku-buku motivasi kebanyakan berisi “dongkrak semangat” untuk mengantarkan kita kepada kesuksesan. Namun, ada apa setelah sukses? Ada kehidupan yang masih sama, yang juga siap ditaklukkan. Ada orang-orang baru yang bisa dijadikan sebagai teman berdiskusi dan bertumbuh, saling berbagi pengalaman dan keahlian. Ada pula wawasan yang berkembang begitu cepat untuk dimengerti hari demi hari. Begitu seterusnya.

Orang-orang sukses sudah pasti berjuang keras untuk mencapai “sesuatu”, bahkan mendapat lebih dari yang mereka bayangkan, tapi setelahnya mereka tak berhenti begitu saja. Ini poin pentingnya, karena menggapai mimpi bukanlah kisah happy ending. Justru, proses mempertahankan keberhasilan dan apa yang sudah dimiliki itu menjadi tantangan baru. Tantangan demi tantangan yang membutuhkan hati yang siap untuk belajar. Terkadang, untuk mensyukuri apa yang sudah dimiliki di titik kita berdiri sekarang adalah dengan terus "merasa kurang", supaya diri termotivasi untuk terus belajar dan belajar lebih baik lagi.

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Solusi Efektif dari Psikolog untuk Belajar yang Penuh Tantangan