Sukses

Lifestyle

Bioskop Indonesia, Mulai dari Misbar Hingga Teknologi 4DX

Next

bioskop indonesiaProduksi film tak ada artinya tanpa kehadiran penonton. Karena itu, sejak akhir abad 19 muncul bioskop pertama di dunia dan pada tahun 1900 bioskop pertama di Indonesia pun muncul di Jakarta. Adalah seorang berkebangsaan Belanda, Talbot yang pertama kali membangun bioskop di Indonesia. Talbot membangun sebuah tempat yang beratapkan kaleng dan bisa dipindah-pindahkan. Bioskopnya pertama kali diletakkan di Lapangan Gambir.

Setelah Talbot, muncul de Callone dengan bioskop Deca Park di Gambir dengan konsep pemutaran film di tengah lapangan, layaknya layar tancap. Dan dari sinilah awal mula munculnya istilah bioskop misbar (gerimis bubar). Deca Park pun lama-lama berubah menjadi bangunan permanen yang diikuti gedung-gedung bioskop lainnya. Kemudian, pada tahun 1950 diresmikan sebuah bioskop di Jalan Diponegoro, Jakarta yang berkapasitas 1.500 orang, Megaria. Beruntung, bioskop yang kini bernama Metropole XXI ini menjadi bioskop bersejarah yang masih bisa “diselamatkan” dan dinikmati hingga saat ini.

Next

bioskop indonesiaTeknologi semakin berkembang, permintaan terhadap film membuat bioskop makin banyak bermunculan. Hingga lahirlah Bioskop 21 di akhir tahun 1900. Tahun 1980-an, Bioskop 21 jadi satu-satunya operator bioskop di Indonesia. Pusat keramaian pun jadi incaran sebagai lokasi bioskop ini.

Semakin lama bisnis semakin tumbuh, Bioskop 21 pun berubah jadi Cineplex Group 21 dengan Cinema 21, Cinema XXI, the Premiere, dan kini Platinum. Perbedaan ketiganya bisa dilihat dari jenis film dan tingkat kenyamanan studio. Kualitas tampilan film juga semakin memanjakan penonton, berawal dari teknologi 3D, kini Cineplex Group 21 menghadirkan IMAX di jaringan Cinema XXI mereka. Kehadiran IMAX sangat mencuri perhatian pencinta film Indonesia. Teknologinya menawarkan pengalaman menonton film dengan layar lebih lebar dan lebih real kepada pencinta film. Awal kemunculannya, orang yang ingin menonton di IMAX, harus rela mengantre sejak bioskop baru dibuka karena memang IMAX baru ada di satu tempat. Melihat antusiasme peminat, Cineplex 21 Group pun menghadirkan satu lagi IMAX di jaringan Cinema XXI-nya.

Next

4DXBukan hanya Grup 21, muncul pula operator film lain di Indonesia, Blitzmegaplex. Berbeda dengan 21 yang hadir di tempat-tempat yang bisa dijangkau oleh masyarakat dari semua status sosial, Blitz justru hadir secara eksklusif dan memilih mal-mal besar tertentu sebagai “rumah” mereka. Karena itulah, Blitzmegaplex hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu dan belum banyak tersebar di Indonesia. Dari harga tiket, antara Blitz dan Cineplex Group 21 pun cukup berbeda. Untuk bioskop yang berada di Jakarta, harga tiket terendah di Blitz dihargai Rp40.000,- sedangkan di jaringan Cineplex Group 21 dihargai Rp25.000,-.

Sedangkan dari segi film, berbeda dari Cineplex Group 21, Blitz banyak menayangkan film-film independen dan film India, yang rasanya hanya bisa ditonton di Blitz. Tak kalah dengan Cineplex Group 21, kini Blitzmegaplex menawarkan pengalaman terbaru dalam menonton dengan teknologi 4DX. Lain dengan teknologi 3D, 4DX menawarkan pengalaman menonton film lebih nyata layaknya seperti kita berada dalam adegan film, guncangan dan hembusan angin pun juga bisa kita rasakan. Animo masyarakat? Jangan ditanya lagi. Hampir setiap hari tiket 4DX sold out. Seperti kemunculan IMAX pertama kali, masyarakat yang ingin menikmati 4DX pun harus rela datang lebih awal untuk bisa merasakan pengalaman nonton film dengan nyata.

Perjalanan panjang bioskop di Indonesia, mulai dari sekadar bioksop misbar yang menggunakan layar dan projector, kini pencinta film sudah bisa menonton film dengan teknologi 4DX. Setelah 4DX, perkembangan teknologi apa lagi yang nantinya akan hadir memanjakan pencinta film di Indonesia?

 

gambar: berbagai sumber

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading