Sukses

Lifestyle

Fengshui Miss Jinjing, Berat Badan Bawa Hoki

Vemale.com - Pengalaman berbelanja sekaligus jalan-jalan ke berbagai tempat, baik dalam negeri maupun mancanegara yang dituangkan dalam sebuah buku ternyata berdampak luar biasa. Hal tersebut membawa sang penulis, Amelia Masniari, kerap menjadi acuan sekaligus konsultan (personal buyer) bagi perempuan-perempuan yang gila belanja (shopacholic). Adalah buku berjudul 'Miss Jinjing, Belanja Sampai Mati' yang ditulis ibu tiga anak ini pada tahun 2008 lalu. Buku tersebut lebih kurang berisi bermacam-macam pengalaman saat dirinya pergi untuk memuaskan hasrat berbelanja. [break] Pengalaman berbelanja yang didapat tak hanya dari toko ternama dengan beragam merk terkenal seperti Gucci, Chanel, Louis Vuitton, Hermes, Dolce & Gabbana, Versace, Armani dan Salvatore Ferragamo tetapi juga sampai menelusuri pasar loakan. Atau dengan kata lain, buku ini sebenarnya merupakan kumpulan tulisan Amy, begitu biasa Amelia disapa, yang juga membuat blog dengan alamat belanja-sampai-mati.blogspot.com. Suara khas bagai anak manja keluar dari mulut Amy ketika ditemui beberapa waktu lalu di resto Kembang Goela, Jakarta Selatan. Tawa dan senyum selalu tersungging dari bibirnya yang dipoles lipstik tipis. Demikian pula dengan riasan di wajah Amy, sehingga sekilas Amy tampak seperti wanita biasa yang dibalut dengan pakaian bermerk. [break] Pengetahuan mengenai seluk beluk dunia belanja, fashion, dan gaya hidup mutakhir seperti sekarang ternyata merupakan 'turunan' dari keluarganya. Amy dibesarkan di keluarga yang sadar fashion serta gemar belanja. Sejak kecil Amy kerap dibawa ayahnya ke butik mahal hingga pasar loak di manca negara. Sementara ibunya sadar mode dan suka dandan, sedangkan neneknya tergila-gila pada parfum mahal. Bahkan guna memenuhi keinginan berbelanja ketika kuliah, Amy mencari pekerjaan sampingan pada event-event property. Setelah upah di tangan lantas ia belanjakan. Jika kurang maka tak segan Amy minta tambahan pada ayahnya.
Pun saat Amy menikah 11 tahun lalu, kegemarannya melihat dan membeli barang mahal tidak berhenti. Untungnya, ia memiliki perusahaan pakaian bayi di mana hasilnya dapat Amy belanjakan kendati hanya empat bulan sekali. [break] Sampai sekarang Amy mempunyai beberapa klien super kaya yang gila belanja dan menjadikan dirinya sebagai guide person. "Tugas gue berburu barang buat mereka. Gue dapat komisi 20% dari harga barang. Enaknya gue bisa jalan-jalan tapi dibayarin," ujarnya. Apalagi, katanya, sejak otonomi daerah diberlakukan banyak orang kaya baru yang tak tahu ke mana akan membelanjakan uang mereka. Bahkan mereka masih takut pergi ke Singapura dan Amy menjadi penyelamat mereka. "Sudah empat tahun gue jalani ini. Biasanya kalau gue mau pergi, mereka sudah bawa berlembar-lembar pesenan. Mereka terus up date soal gaya atau trend yang sedang in melalui internet. Jadi gue tinggal jalan aja," ucapnya santai. Uniknya kebanyakan dari mereka tidak mengenal langsung sosok Amy. Mereka hanya mengenal lewat blog Miss Jinjing yang telah dijadikan buku. Ia pun tak menyangka bukunya mendapat sambutan yang luar biasa. "Gue nggak kenal mereka tapi mereka trust gue. Gue juga nggak sangka buku tersebut laris. Padahal awalnya gue nggak yakin tapi penerbit meyakinkan gue," terang perempuan yang sempat memiliki empat kartu kredit namun akhirnya digunting lantaran belanja over limit ini. [break] Sebagai seorang yang berhubungan dengan orang-orang berduit sudah sepantasnya Amy mempunyai tubuh yang proporsional. Namun, ia tetap menginginkan bentuk tubuh seperti sekarang ini. Amy berdalih bahwa badan seperti inilah yang menjadi fengshuinya. "Padahal banyak lho yang tawarain gue untuk slim tapi mungkin hoki gue di sini. I love shoes karena bentuk badan. Ha,ha,ha," katanya. Lantaran pergaulan di kalangan berduit begitu luas, maka cerita yang mengalir dari mulut Amy terus mengalir. Makanya tak heran bila kemudian ia mengeluarkan buku kedua berjudul 'Miss Jinjing Rumpi Sampai Pagi'. Bahkan rencananya buku tersebut diterbitkan dalam dua bahasa. Akankah image sebagai penggila belanja berubah menjadi penulis dalam dirinya? Amy hanya tertawa. "Mungkin ini sebenarnya fengshui. Sebab penulis fashion itu penyakit tetapi bukan penulis," jelasnya enteng. Lalu, bagaimana jika ingin berbelanja dengan bijak? Amy kembali tersenyum. "Sebenarnya nggak ada ya sebab gue lagi di-hire untuk nggak ngomongin begitu. Ya, prinsipnya belanja boleh walau keadaan sedang krisis. Namun, memang pilih mana yang dibutuhkan bukan diinginkan. Lagian shopping till you die nggak apa-apa asal tetap cari duit," urainya. [break] Sedikit Pengalaman Amy Setelah ia tahu tempat mana yang mahal untuk belanja, kini Amy lebih menyukai tempat-tempat yang jarang atau bahkan tidak pernah dikunjungi orang-orang berduit. Semisal Taksimaya di Singapura yang berlokasi tepatnya di jalan Arab, Amy membeli barang yang menurutnya unik dan ternyata ia bertemu dengan Ghea Sukasah. Atau, jika ingin melihat manik-manik, ia langsung ke People Park kendati dirinya tidak bisa menjahit. Bahkan Amy berburu hingga ke pegadaian Singapura. Di sana ia sempat melihat cincin berlian yang dibuang orang yang tak jadi menikah. Sedangkan ketika meladeni klien, ia pernah diminta membelikan baju dalam (lingerie) di luar negeri karena barang itu tidak sampai ke Indonesia. Sudah pasti barang yang diburu memiliki bandrol berharga ratusan bahkan jutaan rupiah. Tetapi ketika barang itu sudah didapat, klien ini dengan enteng menolak dengan alasan bakalan masuk tempat sampah. Alasannya? Sebab kala bercinta, suami klien ini biasa menyobek lingerie. Belum lagi ketika Amy diminta klien lain untuk membersihkan sekaligus memadu-padankan baju, sepatu, dan tas yang memenuhi ruangannya. Dengan entengnya, klien itu mengeluarkan US$700 untuk membayar Amy yang bekerja dari pagi sampai sore. [initial] [break] Biodata Amelia Masniari alias Miss Jinjing Lahir: Jakarta, 20 Mei 1972 Suami: Reinhard Hutagaol Anak: Alessandro (10), Carlo (7), dan Matteo (4) Hobi: Menulis, belanja, jalan-jalan, mendidik perempuan menjadi pembelanja yang pintar. Pendidikan: S1 Sastra Jerman Universitas Indonesia, S2 Komunikasi Universitas Indonesia Karir Profesional: Penulis professional (2006 sampai sekarang), Personal Buyer (2004 sampai sekarang), Direktur Marketing PT Bolota (2001-2004), Manager Penjualan di PT Infiniti (1995-1998). Buku yang ditulis: Miss Jinjing, Belanja Sampai Mati; Miss Jinjing, Rumpi Sampai Pagi (vem/dis/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading