Sukses

Lifestyle

Demi Anakku, Aku Rela Jual Ginjal

Ayah adalah kepala keluarga dan bertanggung jawab dengan kesejahteraan anak istrinya. Bagi seorang laki-laki, tanggung jawab besar di pundaknya bukanlah hal yang mudah. Namun bagi mereka, keluarga adalah segalanya dan akan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhannya.

Agus Roni (38) adalah seorang Ayah yang sedang menderita sakit sehingga membuatnya tak bisa bekerja. Roni divonis menderita Hyperteroid (pembengkakan kelenjar), penyakit parah yang membuatnya tak bisa banyak bergerak. Roni harus berhenti dari pekerjaannya sebagai penjahit di konveksi dompet.

Padahal keluarga Roni membutuhkan biaya untuk hidup sehari-hari. Hal ini membuat Roni terpaksa berutang ke sana ke mari, dan utangnya semakin menumpuk. Roni tidak tahu harus membayar dengan apa, karena itulah dirinya ingin menjual ginjal yang dimilikinya.

"Sejak tahun 2005, saya divonis sakit mas. Jika melakukan aktivitas berat, saya suka pingsan, dan suka ngelantur kalau diajak ngobrol, sehingga saya sulit bekerja," terangnya saat ditemui di kediamannya di bilangan Caringin, Bandung, Jumat (27/9). Dengan wajah sedih, Roni mengatakan bahwa dirinya tak ingin anak-anaknya putus sekolah dan keluarganya menjadi kesulitan.

Potret Agus Roni | (c) merdeka.com

Roni kini mendaftarkan ginjalnya untuk didonorkan. Dirinya berharap ada yang bersedia membeli ginjalnya sehingga dirinya tak harus tertekan memikirkan biaya sekolah 3 buah hatinya dan biaya hidup sehari-hari keluarganya. "Dari donor saya ada harapan, ingin gitu rasanya membahagiakan istri dan anak untuk bisa sekolah, saya ikhlas apapun bentuk imbalannya," paparnya.

Cobaan hidup manusia berbeda-beda ladies, ada yang mendapatkan cobaan berupa penyakit seperti Roni. Kesulitan ekonomi selalu menghantui setiap orang yang tidak bisa bekerja karena sakit. Mari kita doakan agar Roni mendapat jalan keluar sehingga tidak harus menjual ginjalnya...

(vem/sya)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading