Sukses

Lifestyle

Sadis, Inilah Ibu Yang Tega Membunuh Anaknya Sendiri

Kasih ibu sepanjang masa, tetapi sayangnya pepatah ini tidak bisa dirasakan oleh anak-anak yang mati di tangan ibunya sendiri. Miris memang ketika seorang wanita yang belum juga memiliki anak mengatakan setiap kali melihat anak kecil di jalan, dia selalu ingin segera melindungi anak tersebut, tetapi para wanita yang telah menjadi ibu ini justru tega mengakhiri nyawa anaknya di tangannya sendiri.

Memang kenyataan bahwa ada ibu yang tega membunuh anaknya sendiri adalah fakta, mungkin menjadi fakta yang mengerikan. Tetapi sebaiknya Anda simak dulu bagaimana cerita mereka hingga tega membunuh anaknya sendiri seperti dilansir dari blogs.kidspot.com.au berikut ini.

(vem/hyn)

Mary Beth Tinning

Wanita yang lahir di New York ini memiliki delapan anak kandung dan satu anak angkat.Tetapi sayangnya semua anaknya ini meninggal baik ketika masih bayi maupun ketika anaknya berusia dini. Setelah kematian anak pertamanya pada tahun 1972, tetangga melaporkan kecurigaannya pada polisi tentang Beth. Karena Beth sering mengantarkan anaknya dalam keadaan darurat ke rumah sakit dan mengaku bahwa anaknya dia temukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Laporan Michael akhirnya mendapat tanggapan dari polisi. Yang sangat mengejutkan ternyata Beth mengaku membunuh ketiga anaknya dengan cara membekapnya. Sedangkan Beth tidak mengakui bagaimana 5 kematian anak lainnya. Polisi menduga bahwa Beth tega membunuh anaknya karena merasa senang mendapat simpati ketika kehilangan anaknya. Sedangkan Beth sendiri mengaku tidak memiliki alasan apapun untuk melakukan itu.

Andrea Yates

Kejadian yang menimpa Andrea dikatakan lebih parah lagi. Andrea menderita kejiwaan parah setelah melahirkan anak keempatnya. Dia mencoba beberapa kali untuk bunuh diri dan akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan dan pengobatan. Dari rumah sakit, Andrea diberi semacam jenis obat penenang. Namun tujuh minggu setelah keluar dari rumah sakit, Andrea hamil kembali. Akhirnya dirinya berhenti minum obat anti depresi tersebut dan melahirkan anaknya. Maria pada bulan November 2000.

Kemudian ayah Andrea meninggal pada awal tahun 2001 menyebabkan Andrea mengalami penyakit di masa silam tersebut. Dia juga berhenti menyusui anaknya, yang akhirnya membuat Andrea harus dibawa kembali ke rumah sakit dan ditangani oleh psikiater. Setelah keluar dari rumah sakit, Andrea dirawat di rumah oleh suami dan ibunya. Suatu ketika suami Andrea harus berangkat kerja namun ibu Andrea belum juga datang. Pada saat itu Andrea menenggelamkan kelima anaknya hingga tewas di kamar mandi. Namun kepolisian setempat menyatakan bahwa Andrea tidak bersalah karena memiliki gangguan kejiwaan.

Jennifer Berman

Jennifer dan suaminya adalah orang tua dari dua remaja yang sangat berbakat, Alex dan Jacqueline Berman. Namun sayangnya pasangan ini telah bercerai dan masalah rumah yang akan disita sangat menekan Jennifer.Suami Jennifer, mendapatkan pesan teks yang sangat membuat Richard khawatir. Segera setelah mendapat pesan dari Jennifer tersebut, Richard melaju ke rumah mantan istrinya yang tinggal dengan dua orang anaknya. Ternyata firasatnya benar, dua anaknya telah tewas begitu juga dengan Jennifer. Polisi menduga bahwa Jennifer lebih dulu menembak kedua anaknya sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri.

Julie Schenecker

Pada tahun 2011, kepolisian florida mendapat panggilan dari ibunda Julie untuk meluncur ke rumah anak cucunya tinggal, setelah ibunda Julie menerima email bahwa Julie merasa dalam depresi yang sangat buruk. Benar saja ketika polisi sampai di rumah Julie, kedua anaknya tewas tertembak. Calyx berusia 16 tahun ditemukan tak bernyawa di lantai atas rumah mereka, sedangkan Beau yang masih berusia 13 tahun ditemukan tertembak di dalam mobil, diduga saat itu Beau baru saja pulang dari latihan bermain sepak bola.

Ketika Julie diinterogasi, dia mengaku alasannya menembak karena kedua anaknya ini selalu membantah apa yang dikatakannya dan mengejek Julie. Jaksa memberikan tuntutan hukuman mati untuk Julie yang tega membunuh kedua anaknya sendiri.

Kristi Abrahams

Kasus Kiesha yang dilaporkan hilang oleh ibu dan ayah tirinya menimbulkan kesan yang mistis bagi daerah tempat Kristi Abraham tinggal. Pada awalnya Kristi melaporkan bahwa anaknya menghilang di malam hari. Pencarian besar-besaran pun dilakukan untuk menemukan Kiesha dan Kristi sebagai ibu yang kehilangan anaknya mendapat perhatian dan dukungan yang tiada hentinya dari banyak orang. Namun hal ini tidak berlangsung lama, tiba-tiba seseorang menemukan fakta bahwa ternyata Kiesha tidak hilang melainkan dibunuh.

Ada tetangga Kristi yang menemukan tubuh Keisha dan menjelaskan bahwa tubuh gadis malang tersebut penuh luka dan memar. Akhirnya Kristi mengaku bahwa awalnya Kristi memukul Keisha hingga anaknya tidak sadarkan diri dan tidak berani memanggil bantuan. Keesokan harinya ternyata Keisha meninggal dan Kristi bersama suaminya menguburkannya di dalam koper di sebuah kuburan dekat daerah mereka. Akhirnya pasangan tersebut dihukum dengan selama 16 tahun penjara akibat perbuatannya tersebut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading