Sukses

Lifestyle

Mengharukan, Ini 6 Kisah Permintaan Terakhir Paling Menggetarkan Hati

Kematian datang bagaikan tamu yang tak diundang. Kita tak pernah tahu kapan kita akan dijemput menuju ke rumah kehidupan berikutnya. Banyak orang yang menyesal karena tak sempat berbuat kebaikan sebelum sang ajal menjemput.

Saat kebanyakan orang tak sempat berbuat banyak sebelum kematiannya, ternyata ada orang-orang yang diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk dikabulkan permintaan terakhirnya. Orang-orang yang tak lama lagi hidupnya ini, ingin berbuat baik kepada sesama dengan permintaan yang sungguh mengharukan. Dilansir oleh toptenz.net, berikut 6 permintaan terakhir yang paling mengharukan di dunia.

(vem/wnd)

Memberikan Ribuan Mainan Untuk Anak-Anak

Nathan Gracia adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun asal California. Ia meninggal karena kanker otak, 2 hari setelah ulang tahun ke-13 tahunnya. Setelah menjalani operasi dan kemoterapi selama 2 tahun, ternyata ia tidak dapat sembuh.

Saat mengetahui kondisinya yang tak mungkin untuk sembuh, di hari ulang tahunnya yang ke-13, Nathan ingin memberikan ribuan mainan kepada anak-anak lain yang dirawat di rumah sakit yang sama dengannya. Ia dan keluarganya mulai mengumpulkan berbagai mainan dan akhirnya berhasil mendapatkan sekitar 4.000 mainan. Dua hari setelah Nathan meninggal, orang tua dan para relawan membagikan mainan-mainan tersebut kepada anak-anak di rumah sakit seperti permintaan terakhir Nathan. Betapa mulianya hati Nathan, ya.

Berdansa

Brett Marie Christian tampak seperti gadis berusia 15 tahun yang lainnya. Yang membedakannya dengan gadis lain adalah ia telah berjuang melawan penyakit leukimianya sejak umur 11 tahun. Karena hal ini, hubungannya dengan Treyton, teman spesialnya menjadi semakin kuat. Treyton setia datang setiap hari ke rumah sakit untuk menemani Brett.

Pada tahun 2010, Brett mengatakan kepada Treyton bahwa ia ingin berdansa untuk terakhir kalinya. Ia bahkan telah membeli gaun khusus. Mengetahui hal ini, Treyton dan keluarga Brett merencanakan sebuah acara pesta dansa kecil. Pada 4 September 2010, bersama keluarga, teman-teman dan 50 teman sekelasnya, Brett dan Treyton berdansa untuk memenuhi permintaan terakhir Brett. Malamnya, setelah acara usia, gadis manis ini meninggal dunia.

Bertemu Anjing Kesayangan

Banyak yang mengatakan bahwa anjing adalah teman terbaik manusia. Barangkali memang hal ini benar bagi Kevin McClain, 57 tahun. McClain adalah seorang tunawisma yang sehari-hari tinggal di mobil bersama anjing kesayangannya, Yurt. Pada Mei 2011, ia divonis sakit kanker paru-paru dan harus dirawat di rumah sakit.

Saat dibawa ke rumah sakit, di dalam ambulanse, McClain mengatakan kepada dokternya, Jan Erceg bahwa ia memiliki anjing kesayangan dan berharap dapat bertemu dengannya. Jan mengambil Yurt dari rumah penampungan hewan dan membawanya kepada McClain yang sedang sekarat. Kehadiran Yurt sungguh berarti bagi McClain yang tak memiliki seorang saudara pun. Dua hari setelah pertemuan itu, McClain meninggal dunia.

Hujan Uang

Apakah Anda salah satu orang yang pernah berharap adanya hujan uang dari langit? Bagi kita, mungkin hal ini cuma mimpi. Tetapi bagi para pengunjung Irish Eye Pub and Restaurant di Lewes, Inggris mimpi ini menjadi kenyataan.

Seorang penduduk lokal bernama Leonard Maull yang meninggal tahun 2012 memiliki permintaan terakhir yang cukup aneh. Ia meminta agar helikopter sewaannya membagikan $ 10,000 atau sekitar Rp. 177 juta uangnya dari udara. Uang-uang ini dibaginya dalam beberapa pecahan mata uang kepada orang seluruh kota. Mungkin benar jika ada yang bilang harta dan uang tak bisa dibawa mati. Leonard telah melakukannya.

Membagikan Makanan Untuk Tunawisma

Brenden Foster, 11 tahun, adalah seorang malaikat kecil. Bagaimana tidak? Jika anak-anak seusianya memiliki permintaan pergi ke Disneyland atau bertemu artis idolanya, permintaan terakhir penderita leukimia ini adalah memberi makan kepada para tunawisma.

Permintaan terakhir Brenden ini menggerakan hati banyak orang. Sekitar 2.500 paket makanan disediakan oleh Union Rescue Misson di Seattle, Amerika untuk memenuhi permintaan Brenden. Pada kantong makanan yang dibagikan, tertulis "Love, Brenden" untuk menghormati pemuda kecil berhati emas ini. Sementara Brenden terlalu lemah untuk berpartisipasi dalam kegiatan impiannya, ribuan relawan mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Beberapa hari kemudian Brenden meninggal dalam pelukan sang ibu.

Menikah

Reece Fleming dan Elleanor Pursglove telah berteman sejak mereka masih sangat kecil. Reece ternyata menyimpan perasaan terhadap Elleanor. Meskipun masih berusia 8 tahun, Reece ingin agar Elleanor menjadi pengantinnya semenjak ia mengetahui bahwa ia mengidap leukimia yang tak bisa disembuhkan.

Pada tahun 2008, "pernikahan" itu dilakukan. Sang pengantin kecil datang menggunakan mobil limusin. Saat itu kondisi Reece sangat lemah, tetapi ia sangat bersemangat menyambut hari besarnya. Ia memberikan Elleanore bunga mawar dan saling bertukar cincin di hadapan keluarga. Reece terbaring lemah setelah upacara pernikahannya dan mengatakan kepada sang ibu, "Ibu, aku bisa pergi sekarang." Dua hari setelahnya, Reece meninggal dunia.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading