Sukses

Lifestyle

Dua dari Ratusan Korban Pesawat MH17 Ternyata adalah Keponakan Vina Panduwinata

Tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah udara Ukraina pada tanggal 17 Juli 2014 lalu menimbulkan duka yang mendalam bagi penduduk dunia, khususnya bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Diantara 298 korban yang dinyatakan tewas, ada 12 korban yang berasal dari Indonesia. Dan, dua diantaranya adalah Shaka Tamaputra Panduwinata (21 tahun) dan Miguel Gyasi Panduwinata (13 tahun) yang merupakan keponakan Vina Panduwinata.

Awalnya Berencana untuk Liburan ke Bali
Shaka, Miguel, dan Mikha (19 tahun) selama ini menetap di Belanda setelah kedua orang tua mereka, Shamira Soraya dan Jani Panduwinata bercerai. Ketiga ikut bersama dengan ibunya sementara anak yang paling bungsu, Karina ikut menetap di Indonesia bersama ayahnya.

Dilansir dari kapanlagi.com, Vina Panduwinata menjelaskan bahwa Sakha dan Miguel awalnya ingin menghabiskan waktu liburan mereka di Bali. "Mereka mau liburan, rencananya setelah sampai di Jakarta langsung bertolak ke Bali sama keluarga," jelasnya saat ditemui di kediaman Jani Panduwinata di Komplek Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (18/07).

Shamira dengan ketiga anaknya. | Foto: copyright facebook.com/shaka.calehr/photos/

Di akun Twitternya, Shaka bahkan sempat mem-posting kabar keberangkatannya ke Bali. "Off to Bali!" tulisnya pada tanggal 17 Juli 2014. Vina juga mengungkapkan bahwa meskipun keponakannya tinggal jauh di Amsterdam, ia masih sering berkomunikasi baik melalui sosial media. Dan, jika waktu liburan tiba, mereka masih bisa bertemu satu sama lain.

Awalnya Mikha Juga Ingin Ikut Berangkat dengan Pesawat yang Sama
Tadinya Mikha juga ingin ikut bersama kakak dan adiknya, Shaka dan MIguel berlibur ke Bali. Sayangnya, Mikha gagal mendapatkan tiket. "Anak yang kedua gak dapet seat. Kalau Tuhan berkehendak lain, mungkin tiga-tiganya sudah enggak ada," kata Vina.

Rencana untuk menghabiskan waktu di Indonesia sekalian merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama pupus sudah. Tak ada yang bisa mengetahui dengan pasti rencana Tuhan, segala sesuatu bisa terjadi dalam waktu sekejap dan mengubah segalanya dengan cara yang tak pernah kita sangka sebelumnya.

Kita semua berharap agar identitas semua korban pesawat MH17 bisa segera teridentifikasi dan keluarga korban yang ditinggalkan bisa lebih tabah dan sabar menghadapi ujian ini. Dan juga semoga tragedi ini tak lagi terulang di masa yang akan datang.



(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading