Sukses

Lifestyle

Setelah 9 Tahun Menghilang, Ternyata Suamiku Menikahi Wanita Lain

Ladies, pernahkah kamu merasakan berdebar dan jatuh cinta mendalam saat pertama kali bertemu seseorang? Walau kamu dan dia sedang berada dalam keadaan sulit, namun pertemuan itu seperti membuka jalan bahagia.

Perasaan itu juga yang dirasakan Karen Shepard saat pertama kali bertemu Adam L. Marx, pria yang kemudian dinikahinya. Ia sama sekali tidak menduga, bahwa bukan hanya pernikahannya saja yang tidak bahagia, tapi seluruh hidupnya juga turut hancur, seperti dilansir Usatoday.com.

Ada perasaan berbeda yang dirasakan Karen saat pertama kali melihat Adam. Pria dengan rambut panjang dan pesona yang terpancar itu tampak sangat memikat hati Karen. Namun sayangnya, saat itu status Adam adalah suami orang. 

Adam memang masih memiliki seorang istri saat itu, namun sudah bertahun-tahun mereka tidak tinggal bersama. Adam pun berkeinginan untuk segera mengganti statusnya tersebut menjadi "lajang" demi Karen. "Aku hanya berpikir, jika dia rela bercerai, artinya dia memang ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama aku dan anak-anakku, bukan? Saat itu aku juga sudah membayangkan bahwa kami akan menjadi sebuah keluarga besar yang bahagia," kenang Karen.

Adam pun menceraikan istri pertamanya dan menikahi Karen satu tahun kemudian. Karen membawa 3 anak dan Adam membawa 2 anak dari pernikahan sebelumnya. Mereka hidup bahagia bersama, dan Adam pun keluar dari pekerjaannya agar bisa tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Jadi, saat itu Karenlah yang menjadi tulang punggung keluarga, dengan bekerja sebagai operator mesin.

Pernikahan kami baru berjalan satu tahun, tapi ia sudah mulai "menyerah"...

 

 

(vem/reg)

Mengapa Mudah Sekali Bagi Seorang Suami Untuk Meninggalkan Istrinya?

Tak butuh waktu lama, hanya setahun setelah mereka menikah, Adam sudah mulai menunjukkan sifat aslinya. Ia meninggalkan Karen dan anak-anaknya, dan hanya menuliskan sebuah pesan. "Itu adalah kali pertama Adam meninggalkan aku. Rasanya seperti ada yang merampas dan merobek hatiku," cerita karen sedih. "Sebenarnya ia mengatakan itu semua adalah salahku, dan ia sudah tidak tahan dengan anak-anak," tambahnya.

Beberapa bulan kemudian, tepat saat uang bonus Natal Karen keluar, Adam kembali. Karen tahu pasti bahwa Adam kembali hanya demi uang, tapi ia tetap menerimanya. Dalam hati ia berjanji, kali ini saja ia mengizinkan Adam kembali. Jika Adam meninggalkannya lagi, jangan harap Karen akan membukakan pintu.

Dengan kembalinya Adam, semua tampak jauh lebih membaik ...

Dan Untuk Kedua Kalinya, Ia Meninggalkan Aku

Setelah Adam kembali, keadaan mulai membaik. Mereka pindah ke kota baru, dan memulai pekerjaan barunya masing-masing. Karen disibukkan dengan usahanya di bidang pembersihan, dan Adam (akhirnya) memiliki pekerjaan baru. Ia bahkan membantu anak pertama Karen untuk diterima di tempat ia bekerja. "Adam mulai melakukan hal-hal baik. Dan itu sesuatu yang sangat jarang terjadi," kata Karen. 

Dan ternyata benar, sesuatu yang jarang terjadi itu ternyata bukan pertanda baik. Adam mulai jarang pulang ke rumah, dan memiliki banyak hutang di sana-sini. Karena curiga Adam selingkuh, Karen pun memberinya dua pilihan: memperbaiki keadaan, atau meninggalkan rumah. Adam pun memilih pilihan yang mungkin menurutnya lebih mudah, yaitu meninggalkan rumah. Sebelum pergi, Adam sempat menendang pintu rumah, saking marahnya.

Barulah setelah kejadian itu, Karen menyadari bahwa suaminya bukan pria baik-baik. Dua kali pergi dari hidup Karen, Adam juga meninggalkan banyak hutang. Hal ini membuat kesehatan Karen terpuruk, akibat dilanda stres. "Jika bukan karena anakku yang membantu, aku mungkin sudah jadi gelandangan. Setelah Adam pergi, semuanya jadi tampak kacau, termasuk usahaku," ceritanya.

Setelah lama tidak berkomunikasi, Karen sempat sekali bertemu Adam di tempat parkir supermarket. Mereka hanya berbicara singkat, dan Karen memintanya untuk bercerai. Adam hanya menjawab dengan, "nanti aku hubungi lagi". Tapi ia sama sekali tidak memberi kabar setelahnya. 

Lalu aku tahu, bahwa ia menikah lagi..

Bagaimana Bisa Ia Menikah Lagi? Apa Ia Pikir Aku Sudah Mati?

Waktu pun berlalu, terhitung sudah 7 tahun sejak Adam meninggalkan rumah. Karen sendiri sudah kembali ke tempat asalnya untuk mengurus ayahnya yang sakit. 

Saat itu juga, terlintas di pikirannya untuk mencari tahu keberadaan Adam melalui Facebook. Butuh waktu lama, hingga akhirnya ia menemukan akun milik ibu Adam. Singkat cerita, Karen menghubunginya, dan ibu Adam itu bercerita bahwa anaknya sudah menikah lagi.

Bagaikan disambar petir, Karen bingung, terluka, dan masih sulit mempercayai apa yang didengarnya. "Yang ada di pikiranku saat itu hanyalah, bagaimana mungkin ia bisa menikah lagi? Apa ia pikir aku sudah mati? Bagaimana ia bisa melupakan statusku sebagai istrinya?," kata Karen. 

Demi menjawab itu semua, Karen meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki tentang hal ini. Dan fakta yang mereka temukan juga sangat mengejutkan. Adam mengaku itu adalah pernikahan pertamanya, dan petugas yang menangani pernikahan Adam pun tidak memastikan dengan jelas latar belakang Adam sebelumnya.

Dan luka patah hati itu pun berlanjut ke jalur hukum. Adam dituduh memalsukan data pernikahannya, dengan tambahan beberapa pelanggaran lain. Pelanggaran-pelanggaran itu membuat Adam dihadapkan pada hukuman 6 tahun penjara, sedangkan bigami (beristri dua) yang ia lakukan mengancamnya dengan maksimal kurungan 3,5 tahun. 

Belum habis luka dan kecewa yang dirasakan setelah dengan mudahnya sang suami pergi dari hidupnya, Karen pun terluka semakin parah karena merasa sangat dikhianati. Meski begitu, ia berniat untuk tetap setia pada Adam, dan tidak mengencani pria lain, hingga mereka resmi bercerai. "Karena bagiku, saat kamu menikahi seseorang, kamu juga harus tetap di sisinya, dalam keadaan sehat dan sakit, suka dan duka," tutupnya.

***

Mungkin ini yang orang sebut dengan karma. Seseorang pernah berkata kepada saya:

[startpuisi]"Carilah seseorang yang hanya mencintai kamu, dan kamu saja dalam hidupnya. Jangan hidup bersama seseorang yang kamu tahu, ada 'ketidaksetiaan' dalam dirinya. Bayangkan, jika ia bisa meninggalkan orang lain, ia juga sangat mungkin meninggalkan kamu, bukan?"[endpuisi]

Dan saya rasa nasehat itu tepat sekali dengan apa yang dialami Karen. Semoga setelah ini berakhir, Karen bisa menjalani kehidupannya dengan jauh lebih baik, serta pembaca semua tidak jatuh pada luka yang sama.

[pos_1]

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading