Sukses

Lifestyle

Gejala Penyakit Trikomoniasis

Ladies, pernah mendengar penyakit Trikomoniasis? Mungkin sebagian besar dari Anda masih terasa asing mendengar penyakit itu. Padahal penyakit tersebut kerap kali menimpa banyak wanita. Trikomoniasis merupakan salah satu Penyakit Menular Seksual yang dapat diobati dan paling banyak terjadi pada perempuan muda yang aktif seksual.

Diperkirakan, 5 juta kasus baru terjadi pada perempuan. Penyebab penyakit trikomoniasis adalah parasit Trichomonas vaginalis. Parasit ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terkena penyakit ini. Trikomoniasis menyerang menyerang vagina yang akhirnya membuat vaina berbusa. Resiko untuk terkena penyakit ini tergantung aktivitas seksual orang tersebut.

Pada wanita, yang diserang terutama dinding vagina, dapat bersifat akut maupun kronik. Pada kasus akut seperti yang dijelaskan pada situs webmd.com, terlihat sekret vagina keruh kental berwarna kekuning-kuningan, kuning hijau, berbau tidak enak dan berbusa. Dinding vagina tampak kemerahan dan sembab. Selain itu didapatkan rasa gatal dan panas di vagina. Rasa sakit sewaktu berhubungan seksual mungkin juga merupakan keluhan utama yang dirasakan penderita dengan trikomoniasis. Pasien dengan trikomoniasis dapat juga mengalami perdarahan pasca sanggama dan nyeri perut bagian bawah. Bila sekret banyak yang keluar, dapat timbul iritasi pada lipat paha atau di sekitar bibir vagina. Pada kasus yang kronis, gejala lebih ringan dan sekret vagina biasanya tidak berbusa.

Berbeda dengan wanita, pada pria biasanya tidak memberikan gejala. Kalaupun ada, pada umumnya gejala lebih ringan dibandingkan dengan wanita. Gejalanya antara lain iritasi di dalam penis, keluar cairan keruh namun tidak banyak, rasa panas dan nyeri setelah berkemih atau setelah ejakulasi.

Oleh: Ismaya Indri Astuti

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading