Sukses

Lifestyle

Penjaja Cinta Mesir Kuno

Ladies, yuk kita belajar sedikit mengenai kebudayaan kuno Mesir. Ada fakta sejarah yang cukup unik, nih. Di kebudayaan Mesir Kuno ternyata ada penjaja cinta yang suci. Aneh kan?

Sebelum membahas lebih jauh, Ladies, perlu diketahui ya kalau sebenarnya kata 'penjaja cinta' bukan kata yang tepat untuk mendeskripsika golongan wanita yang akan kita bahas. Alasannya, mereka 'menjajakan' cinta bukan untuk uang!

Menurut thekeep.org wanita-wanita penjaja cinta ini malahan merupakan wanita suci. Dalam beberapa kisah tentang beberapa dewi kuno, seperti Isis, Nephthys, Meskhenet dan Heqet, mereka diceritakan berubah menjadi wanita penjaja cinta untuk membantu seorang wanita yang akan melahirkan.

Lantas, kenapa menggunakan kata 'penjaja cinta'?

Gini nih, ceritanya. Jaman dulu, para arkeolog yang menemukan fakta sejarah ini adalah orang Inggris kuno. Dengan kacamata era Victoria (masa di mana Inggris masih konservatif), para arkeolog tersebut melabelkan kata 'sacred prostitute' pada golongan wanita suci Mesir Kuno tadi.

Kenapa? karena penjaja cinta Mesir Kuno itu menggunakan pakaian yang terbuat dari jaring sehingga payudara dan organ seksual para wanita itu terlihat! Tapi apa sih tujuannya?

Ternyata, Ladies, wanita-wanita itu adalah para perawan yang secara harfiah 'menjajakan cinta'. Dengan memperlihatkan organ seksual mereka, maka pria bisa memilih si wanita dalam bentuk yang sejujur-jujurnya untuk dinikahi.

Berhubungan seks pra-nikah, di kebudayaan Mesir Kuno malah dianjurkan, ladies. Jadi, saat seorang penjaja cinta pulang ke rumah dalam posisi hamil, maka sudah terbuktilah kesuburannya.

Terkejut, Ladies? Coba pikirkan sebentar, Ladies. Pada saat itu kan, belum ada teknologi medis untuk mengetahui apakah seorang wanita mandul atau tidak. Jadi, cara yang paling bisa dipercaya ya dengan berhubungan seksual.

Gimana, Ladies? Unik, kan?

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading