Sukses

Lifestyle

Dyspareunia: Gejala dan Sebab

Dyspareunia, atau nyeri pada kewanitaan, dapat terjadi akibat faktor fisik atau psikologis, tergantung lokasi rasa sakit yang dirasakan. Sehubungan dengan hal ini jeanhailes.org.au menyatakan bahwa rasa sakit yang ditimbulkan dapat terjadi apabila liang Miss V Anda kering. Normalnya, dalam keadaan terangsang, Miss V dan beberapa kelenjar yang terdapat pada jalan masuk area intim akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk mengurangi gesekan selama hubungan seks berlangsung. Nah, kurangnya lendir yang dihasilkan inilah yang mengakibatkan rasa sakit seperti terbakar pada liang Miss V.

Kurangnya lendir yang dihasilkan juga bisa disebabkan karena menurunnya level estrogen, yang biasanya dialami wanita setelah masa menoupause, sehabis melahirkan, atau ketika menyusui. Setelah masa menopause, kulit Miss V akan menipis dan kehilangan elastisitasnya sehingga akan memicu rasa sakit ketika hubungan seks berlangsung.

Faktor emosi, psikologis ,dan konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menjadi pemicu berkurangnya hasrat seksual yang juga akhirnya berakibat pada berkurangnya lendir yang dihasilkan selama rangsangan berlangsung. Selain itu, peradangan atau infeksi kulit juga menjadi penyebab selanjutnya timbulnya rasa sakit selama berlangsungnya hubungan seksual. Infeksi yang dialami pada saluran kencing atau organ seksual dapat menyebabkan timbulnya beberapa penyakit kulit seperti eskema, lichen sklerosis, psoriasis, vulvar vestibuitis dan juga semacam sariawan.

Vaginismus atau kejang yang dirasakan pada liang Miss V juga berakibat pada timbulnya rasa sakit karena kejang tersebut akan mempersulit masuknya Mr.P. Vaginismus yang berakhir pada dyspareunia ini dapat timbul akibat rasa takut pada hubungan intim, stress, masalah dengan pasangan, pendidikan seks yang kurang, trauma pasca melahirkan, maupun operasi.

 

Oleh: Ardisa Lestari

(vem/riz)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading