Sukses

Lifestyle

Bila Hati Sudah Terpaut, Perbedaan Usia Bukan Halangan untuk Bersatu

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Setiap kisah cinta selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dari kehidupan seseorang. Seperti kisah Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Love Life Matters ini.

***

Oleh: A - Tangeran Selatan

Dari dulu impian saya adalah menikah di usia sekitar 25 tahun dan dengan pria yang lebih tua sekitar 5 tahun. Kenapa pria yang lebih tua 5 tahun dari saya? Karena katanya wanita lebih cepat terlihat tua dibanding pria, jadi amannya ya mesti 5 tahun lebih tua dari saya, hehe. Saya pernah menjalin hubungan dengan pria yang lebih tua dari saya 5 tahun dan itu saat usia saya sekitar 23 tahun. Wah, sepertinya mimpi hampir jadi kenyataan. Namun, sayangnya hubungan kami kandas. Butuh waktu lama untuk saya bisa melupakan dia.

Hingga usia saya pun sudah melewati 25 tahun dan belum ada seorang pria pun yang mendekati saya. Sebenarnya saya punya banyak teman pria tapi tidak satu pun dari mereka yang masuk kriteria saya. Selain pria, saya punya banyak teman wanita juga. Ada salah satu yang cukup dekat dengan saya. Sering saya telepon ke rumahnya. Kala itu belum ada telepon genggam. Kalau saya telepon ke rumahnya, seringnya yang terima telepon adiknya yang laki-laki dan selalu diajak ngobrol, bercanda-bercanda sebelum akhirnya telepon diberikan pada kakaknya. Mulanya saya anggap biasa saja. Hingga suatu saat, dia minta nomor telepon kantor saya. Tanpa ada pikiran apa-apa, saya berikan saja. Dan mulailah si adik teman saya ini suka telepon ke kantor dan kami pun akhirnya dekat satu sama lain. Tanpa terasa hubungan kami pun akhirnya berlanjut.

 

 

Ada Campur Tangan Tuhan

Iya, saya sadar bahwa usia kami berpaut 5 tahun. Jarak yang cukup jauh menurut saya. Tapi dia lebih dewasa dari pria seusianya. Dan dia pria yang berani menetapkan tujuan untuk apa kami berkeluarga. Bukan sekadar menikah dan punya keturunan tapi lebih dari itu, keluarga kami nantinya harus jadi keluarga yang bisa diteladani anak-anak muda lainnya. Ada visi yang dia tetapkan untuk keluarga kami. Selain itu dia pria yang berani minta maaf bila kami berselisih paham. Katanya pria itu egonya tinggi, tapi dia beda, dengan rendah hati dia mau minta maaf dan belajar untuk berubah lebih baik.

Setelah melewati hubungan pranikah sekitar 5 tahun, akhirnya kami menikah. Usia saya saat menikah sudah 35 tahun dan dengan pria yang lebih muda 5 tahun. Semua di luar apa yang saya rencanakan tapi saya melihat sungguh ada campur tangan Tuhan dalam hidup saya. Mempertemukan dengan pria yang tepat dan di waktu yang tepat. Pria yang sekarang menjadi imam dalam keluarga kami.

 

#GrowFearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading