Sukses

Lifestyle

Kenali Patah Tulang Karena Osteoporosis

Fimela.com, Jakarta Osteoporosis adalah penyakit tulang, yang menyebabkan tulang keropos, biasanya menyerang perempuan yang sudah menopause.

Osteoporosis ditandai dengan berkurangnya kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi keropos, dan bisa menyebabkan patah tulang.

Info dan jadwal dokter ortopedi yang bagus di Jakartaselengkapnya di sini.

Berkurangnya kepadatan tulang bisa terjadi karena faktor usia. Hal ini terjadi secara alami. Osteoporosis juga bisa menyerang lelaki yang sudah lanjut usia.

Ciri-ciri osteoporosis juga ditandai dengan perubahan mikro-arsitektur tulang, penurunan kualitas jaringan tulang, dan kerapuhan tulang yang bisa menyebabkan patah tulang.

Pada orang yang lanjut usia, produksi sel di dalam tulang juga menurun, maka lanjut usia lebih mudah terkena osteoporosis.

Kenali Penyebab Osteoporosis

Osteoporosis merupakan gangguan kesehatan pada tulang, yang terjadi karena tulang rapuh, keropos serta mudah patah.

Osteoporosis kerap sekali disebabkan karena faktor lanjut usia, pasca menopause, dan gaya hidup tidak sehat.

Osteoporosis juga disebabkan karena faktor ketidakseimbangan sel osteoklas dan osteoblast. Sel osteoklas memiliki peran untuk meresorpsi tulang, dan sel osteoblast memiliki peran dalam pertumbuhan tulang.

Tidak hanya saat pasca menopause, terkadang osteoporosis juga bisa terjadi pada wanita, yang melakukan pengangkatan rahim.

Penyebab osteoporosis juga bisa berpengaruh pada ras tertentu. Ada ras yang memiliki kepadatan tulang yang lebih kebal daripada ras lainnya. Masing-masing ras memiliki kekebalan tulang yang berbeda-beda.

 

Faktor Lain Penyebab Osteoporosis

Olahraga sering dikenal sebagai pembentuk tulang dan pembentuk massa otot yang baik. Namun melakukan olahraga secara berlebih, bisa mengurangi ktebalan pada tulang.

Sahabat Fimela bisa melakukan olahraga secukupnya seperti berenang, senam aerobik, maupun jalan-jalan dan bersepeda santai.

Merokok dan mengonsumsi alkohol juga bisa membantu pengeroposan tulang. Untuk itu hindarilah merokok dan mengonsumsi alkohol, karena juga tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Orang yang sedang melakukan imobilitas berkepanjangan, atau yang mengalami bed rest terlalu lama, juga bisa menjadi faktor lain penyebab osteoporosis.

Mengenal Tentang Resiko Patah Tulang

Penurunan ketebalan tulang karena osteoporosis, bisa menyebabkan penyakit, yang memiliki risiko terjadi patah tulang.

Ada hal penting yang menandai terjadinya penyakit ini, yaitu berkurangnya massa tulang, dan penurunan kualitas tulang.

Jika seorang wanita memiliki ketebalan tulang yang besar, sehingga semakin kecil terjadi patah tulang, yang disebabkan karena osteoporosis.

Penurunan ketebalan tulang hingga 10%, bisa mengakibatkan kemungkinan terjadinya patah tulang, yang terjadi sampai dua tiga kali lipat.

Menurut penjelasan Prof. Dr. Chehab Rukni Hilmy dari RSCM Jakarta, "Pada bagian-bagian tertentu di tubuh kita, kalsium lebih cepat hilang, sehingga tulang menjadi rapuh dan cepat patah. Misalnya tulang lengan bawah, tulang panggul dan tulang belakang,"

Patah tulang bagian lengan bawah, sering terjadi pada usia 50 hingga 60 tahun. Karena sering digunakan untuk menahan jatuh dengan lengan yang terbuka.

Patah tulang bagian panggul, biasanya terjadi pada usia 60 hingga 70 tahun, karena sering terpeleset di kamar mandi.

Patah tulang bagian punggung, terjadi pada orang yang berusia 70 tahun keatas, karena terjatuh dengan posisi duduk.

Pengobatan Patah Tulang

Seseorang yang mengalami patah tulang bawah dan patah tulang belakang, bisa disembuhkan, namun akan menyebabkan rasa yang sangat sakit.

Orang yang menjalani pengobatan patah tulang akan bed rest selama beberapa hari, melakukan fisioterapi, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Seseorang yang mengalami komplikasi patah tulang pada tulang belakang, harus segera diobati, jika tidak akan mengalami bentuk tubuh yang bongkok.

Bagi penderita osteoporosis yang mengalami patah tulang panggul, tidak bisa disembuhkan dengan konservatif, karena harus menggunakan waktu yang sangat lama.

Apalagi jika orang yang mengalami patah tulang, memiliki riwayat sakit darah tinggi, dan kelainan paru-paru.

Kalsium untuk Mencegah Osteoporosis

Kalsium dipercaya bisa membantu memperkuat tulang, dapat mencegah tulang keropos, dan mencegah osteoporosis.

Menurut Prof. Dr. Chehab dan Dr. Nico,” Hasil penelitian yang dilakukan, tidak dapat membuktikan bahwa kehilangan massa tulang disebabkan karena kurangnya mengonsumsi kalsium.”

Dr. Nico juga menjelaskan lebih lanjut,”Dari beberapa penelitian, pemberian kalsium tambahan pada masa kanak-kanak berpengaruh terhadap titik massa puncak tulang dewasa.”

Prof. Dr. Chehab menambahkan,”Karena itu pemberian kalsium tambahan sebaiknya dilakukan sejak masih masa kanak-kanak, agar kelak anak-anak memiliki kualitas tulang yang baik. Namun yang terpenting adalah menjaga kondisi tubuh, agar memiliki daya tahan tubuh kuat, untuk melawan penyakit.”

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading