Sukses

Lifestyle

Di Balik Tegarnya Seorang Ayah, Ada Air Mata yang Disimpannya Sendiri

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: Ely Nooraeny

Entah harus memulai dari mana kisahku, karena aku tidak piawai dalam merangkai kata-kata. Ini adalah ceritaku tentang Ayah, yang biasa aku panggil beliau dengan sebutan Bapak. Ada pepatah bilang "like father like son", namun hari ini aku katakan "like father like daughter".

Cerita ini dimulai ditahun 2004 tepatnya tanggal 15 November, mama tercinta mengembuskan napas terakhirnya di salah satu RS di Bandung, dikarenakan pembuluh darahnya pecah. Sungguh aku tidak menyangka karena saat itu mama masih muda, usianya baru menginjak 40 tahun. Orang yang paling mengasihi dan menyayangiku telah pergi untuk selama-selamanya. Duka yang teramat dalam kurasakan saat itu. Menangis yang tak berkesudahan, enggan makan dan seolah hilang rasa. 

 

Semoga Bapak Panjang Umur

Bapak... sosok yg selama ini "asing", mulai mengisi hidupku. Bagaimana tidak kusebut asing, dalam sebulan aku hanya bisa bertemu Bapak beberapa hari saja. Ya aku memang tidak mengenal begitu baik sosok Bapaku sendiri.

Di tahun 2005, aku baru bisa "berkenalan" dengan sosok Bapak, karena beliau sudah tiba pensiun. Beliau banyak menghabiskan waktu di rumah saat itu. Aku belajar banyak dari Bapak tentang semua hal, tidak dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan yang sering beliau perlihatkan padaku. Bapak memang laki-laki pendiam, terkadang sulit untuk memulai pembicaraan dengan beliau.

Beliau mengajarkan banyak hal, seperti ketika mama meninggal, beliau hanya menangis disepertiga malam. Ya tangisan beliau hanya aku dengar ketika sajadah terhampar di sepertiga malam. Di depan aku, bapak seolah kuat dan tegar dengan kepergian mama.

Boleh jadi, doa-doa dari Bapak pulalah yang membuatku semakin kuat dengan setiap peristiwa. Pada tahun 2005 pula, aku diizinkan untuk merantau, mencari pekerjaan dan hidup dari kerja kerasku sendiri. Terima kasih. Semoga Bapak selalu sehat dan panjang umur. 

#ChangeMaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading