Sukses

Lifestyle

Pengalamanku Bisa Membangun Usaha Sendiri yang Penghasilannya Lebih Besar

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Elvira Nurmala

Sejak lulus SMA aku langsung bekerja di bank manjadi seorang teller dengan status magang selama 3 tahun. Waktu itu aku belum menikah, sehingga penghasilanku hanya aku pakai untuk diri sendiri dan sebagian untuk mamaku masak.

Setelah 3 tahun aku selesai magang dan menikah, aku tidak punya penghasilan sendiri setelah menikah dan berhenti bekerja. Penghasilan suamiku yang selalu aku andalkan karena waktu itu kami memberanikan diri untuk menyicil rumah untuk kami tinggali. Prinsip kami saat itu nggak apa-apa hidup hemat.

Saat itu aku ada cicilan rumah, motor, sisanya untuk biaya hidup sehari-hari. Karena cicilan rumah yang lumayan besar aku dan suami mengalami kesulitan ekonomi. Saat itu bagiku berapa pun jumlah uang sangat berarti.

Aku bukan tipe yang ada tabungan tapi bilang tidak punya uang. Bila aku tidak punya uang ya itu artinya benar-benar tidak ada uang sama sekali biarpun cuma lima ribu rupiah. Akhirnya aku dan suami memutuskan untuk berjualan mainan anak-anak yang dititipkan di warung-warung dengan harga 1.000 perak.

Membuka Usaha Sendiri

Aku mengalami kesulitan karena usaha memerlukan uang untuk modal. Akhirnya suamiku berhenti bekerja setelah 10 tahun bekerja. Dari uang pensiun itu kami mulai mengembangkan usaha. Alhamdulillah berkat kesabaranku mengelola uang, usahaku semakin meningkat. Penghasilan sudah melebihi gajiku dan suamiku selama bekerja dulu.

Pelajaran yang kupetik saat itu aku benar-benar menghargai setiap perak uang. Aku mengatur semua uang usaha. Dari modal untuk belanja mainan, gaji karyawan, listrik, bayaran sekolah, cicilan mobil, dan keperluan sehari-hari. Alhamdulillah semua bisa terbayar dan sisanya aku tabung untuk masa depan anak-anakku. Aku dan uang sudah seperti sahabat. Kami saling mengerti ketika sedang senang ataupun susah. Perlakukanlah uang seperti keadaanmu saat itu.

#ChangeMaker

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Pengumuman Pemenang Share Your Stories: Aku dan Uang
Artikel Selanjutnya
Harapan Seorang Ibu untuk Masa Depan Anak setelah Perceraian