Sukses

Lifestyle

Diary Fimela : Odetta Jeffin Berawal dari Mimpi yang Jadi Kenyataan dengan Tekuni Bisnis Kue

Fimela.com, Jakarta “if you keep on believing, the dream that you wish will come true” “Jika kamu percaya, mimpi kamu akan menjadi kenyataan”

Kalimat diatas adalah parafrase yang dikutip dari sebuah film garapan disney yaitu putri cinderella. Menjadi seorang putri adalah impian kecil semua anak perempuan. Seperti frasa diatas Odetta Jeffin juga memulai bisnis custom cake-nya dari mimpi. Sejak berada di sekolah dasar, ia selalu menonton acara Chef Farah Quinn. Ia bertekad suatu ketika menjadi chef. Padahal saat itu mimpinya hanya keisengan belaka, kini ia memulai bisnis kue yang dinamakan ‘The Odette’s’.

Untuk menggapai mimpinya Odetta melalui proses panjang dalam hidupnya. Odetta suka sekali bikin kue. Bahkan, sudah mulai coba-coba bikin kue sendiri sejak sekolah dasar.  “Aku suka nonton acara masak dan baking. Akhirnya aku coba sendiri. Aku ingat mungkin sudah ratusan kue yang kubuat dulu itu bantet dan berakhir di tong sampah.” cerita Odetta sambil tertawa. Meski sudah berkali kali gagal, tetapi entah mengapa ia selalu kembali lagi ke dapur untuk terus mencoba membuat kue.

Belajar dari YouTube

Bermula dari belajar di YouTube hingga mengikuti kelas  memasak di berbagai tempat. Kini mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya ini memulai bisnisnya karena termotivasi untuk menghasilkan pendapatan sendiri. “Ditambah lagi, papaku sebentar lagi pensiun. Mengingat uang kuliah yang fantastis dan biaya hidup yang tergolong mahal, aku benar-benar memutar otak bagaimana caranya bisa meringankan beban orangtua sedini mungkin.” jelas Odetta.

Akhirnya sejak 2019, ia memulai bisnis kuenya berbekal ilmu dari bangku perkuliahan. Odetta memberanikan diri untuk memposting foto-foto kuenya di Instagram pribadi. Ternyata respon teman-temannya sangat positif, dengan memesan kue ulang tahun darinya setiap ada perayaan ulang tahun. Rata-rata kue buatannya adalah Fondant Cake. Fondant Cake, yaitu kue yang dilapisi fondant dan dihias berbagai bentuk unik seperti bentuk hewan, karakter superhero, manusia, dan sebagainya. Karya lainnya adalah buttercream flowers cake dan korean cake, yaitu kue dengan nuansa bunga dari cream mentega. Harga yang ditawarkan Odetta sangat beragam, kisaran dari 180 ribu sampai 800 ribu. Semua tergantung dari jenis dan ukuran serta tingkat kesulitan.

Pelanggan pesan biasanya memesan 4 hari sebelumnya. “Kalau buttercream flowers dan korean cake aku masih terima h-1. Kalau fondant aku terima minimal h-2. Pengiriman kue bisa di pick-up sendiri oleh customer di rumahku, bisa juga pakai jasa driver daring. Aku tidak pernah kirim cake pakai motor ya karena tidak safe, dan kue-kue yang aku buat, ukurannya besar sehingga sangat sulit juga untuk dibawa menggunakan motor.” jelasnya.

Berbisnis tidaklah mudah

Berbisnis di usia muda tidaklah mudah. Odetta yang masih menjadi mahasiswa harus membagi waktu antara bisnis kuenya dan kuliahnya. Sebagai mahasiswa yang aktif di kampus, Odetta awalnya kewalahan membagi waktunya. Akhirnya ia menemukan cara untuk menyeimbangkan waktunya. Solusinya adalah membuat agenda di handphone. “Aku selalu mencatat semua kegiatan yang harus aku lakukan dalam seminggu bahkan sebulan kedepan. Agenda ini membuat hidupku terjadwal dan terorganisir, sehingga tidak ada kejadian dalam hidupku yang terlewat.” ujar Odetta yang mengikuti orkestra kampus sebagai pemain biola.

Mendesain dan menghias kue membutuhkan waktu yang lama. Biasanya, Odetta mempersiapkan adonan hingga selesai memanggang kue sekitar 1.5 jam. Dilanjutkan dengan proses crumb coating dengan buttercream dan ganache, bisa 2 jam karena harus masuk kulkas. Lalu dilapisi fondant dan hiasannya. “Proses yang paling memakan waktu adalah hiasan fondantnya, bisa 8 jam ya untuk aku pribadi. Apalagi kalau kuenya rumit dan jadwalku bentrok dengan kuliah, hiasan itu bisa dibuat dalam waktu 2 hari sebelumnya. Namun, kalau buttercream flowers cenderung lebih cepat. Aku pernah menyelesaikan 4 kue buttercream flowers selama setengah hari.” jelas Odetta yang menangani sendiri bisnisnya.

Saat ditanya suka duka dalam berbisnis, Odetta mengaku dukanya adalah dalam membuat kue adalah menjalani proses panjang. “Membutuhkan waktu yang panjang untuk membuat 1 kue fondant. Mulai dari proses membuat adonan hingga selesai mengerjakan figurine. Aku pernah mencicil hingga 3 hari penuh. Kalau aku sendiri, ciri khasnya adalah kue yang aku buat selalu ramai hiasannya. I don't fancy simplicity, maka semua desain yang kubuat kebanyakan penuh hiasan dan warna.” tutup perempuan yang percaya semua yang dilakukan dengan seratus persen akan membuahkan hasil yang maksimal.

Penulis : Adonia Bernike Anaya

#Elevate women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading