Sukses

Lifestyle

Astrazeneca Berkolaborasi dengan Plan Indonesia Guna Meningkatkan Pengetahun dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Fimela.com, Jakarta Masa- masa remaja merupakan periode waktu yang paling penting untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM) di masa yang akan datang dan memaksimalkan kualitas hidup yang sehat di setiap tahapan kehidupan.

Menurut World Health Organization Country Profile tahun 2018, PTM di Indonesia diperkirakan menyumbang 73% dari seluruh kematian, dengan penyakit kardiovaskular dan kanker menjadi penyebab utama kematian terkait penyakit tidak menular, masing-masing mencapai 35% dan 12%.

Ini yang membuat Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan AstraZeneca berkolaborasi dalam menciptakan Young Health Programme untuk lima tahun kedepan, sebuah inisiatif investasi komunitas global dari AstraZeneca, yang berfokus pada PTM yang paling umum di kalangan remaja dan anak muda yaitu penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis.

Di Indonesia, jumlah kaum muda yang berusia di antara 10-24 tahun mencapai hingga 25% dari total populasi 1, ini merupakan peluang pembangunan sosio-ekonomi yang cukup besar bagi negara. 

“Selama tiga tahun terakhir, YHP berhasil membangun kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan pemangku kepentingan komunitas, serta mendukung pencegahan PTM di kalangan kaum muda di Jagakarsa, Cibinong, dan Mataram,” ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia. 

Program ini telah berhasil menjangkau 13.000 ribu anak muda dan 400.000 masyarakat sementara itu hasil evaluasi menunjukan adanya hasil yang positif. Misalnya saja, 64 persen remaja dan anak muda melaporkan bahwa mereka kini memiliki akses ke layanan kesehatan yang ramah remaja dibandingkan dengan 36 persen data di awal program. 

“Kami ingin memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota di Jakarta, dan berbagai organisasi masyarakat sipil,” paparnya.

Young Health Programme berupaya untuk mengatasi faktor risiko utama dari penyakit tidak menular, termasuk diantaranya merokok, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, dan polusi udara. Program ini juga mendorong terciptanya kesehatan fisik dan mental bagi kaum muda.

“Young Health Programme adalah contoh penting yang menunjukkan komitmen jangka panjang kami yang selaras dengan prioritas kesehatan Pemerintah dan mendukung penyampaian Rencana Aksi Nasional Pemerintah untuk Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (RAN PP-PTM),” ujar Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia.

Tujuan lima tahun ke depan

Young Health Programme adalah program lima tahun yang bertujuan untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan remaja dan anak muda usia 10-24 tahun di 4 kota administratif di DKI Jakarta. Secara khusus, program ini bertujuan untuk memastikan bahwa remaja dan anak muda di Jakarta memiliki peningkatan pengetahuan tentang faktor risiko dan pencegahan PTM, yang memberikan kapasitas lebih besar bagi mereka untuk membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi kesehatan yang mereka dapatkan, dalam konteks peningkatan layanan kesehatan serta kebijakan dan lingkungan yang mendukung.

Kampanye ini diharapkan dapat menjangkau lebih dari 91.000 kaum muda secara langsung dengan informasi kesehatan dan program pencegahan PTM. Dan secara tidak langsung, program ini diharapkan dapat menjangkau 400.000 kaum muda dan 500.000 anggota masyarakat luas melalui kampanye, pelatihan, dan aktivitas – aktivitas untuk membangun kesadaran.

Evaluasi independen dari Young Heath Program Indonesia menemukan bahwa model penyampaian berbasis komunitas dan pendekatan pendidik sebaya berdampak pada perubahan perilaku yang berkelanjutan di kalangan remaja. Pada tahap pertama dari program ini, terdapat peningkatan 40% remaja dan kaum muda yang mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), penurunan 16% konsumsi alkohol, dan penurunan 5% kegiatan merokok di kalangan kaum muda.

Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bukti dampak.Secara global, Young Health Programme telah menjangkau lebih dari 5 juta kaum muda di 30 negara sejak diluncurkan pada tahun 2010.

 

#elevate women

Loading
Artikel Selanjutnya
Simak, 3 Kombinasi Vaksin Booster Rekomendasi Kemenkes untuk Penerima Sinovac dan AstraZeneca
Artikel Selanjutnya
Omicron Muncul, AstraZeneca Selidiki Efektivitas Vaksin untuk Melawan Varian Baru