Sukses

Lifestyle

Liburan Berkesan Itu Bukan Soal Destinasinya, tapi Kebersamaan dengan Orang Tercinta

Fimela.com, Jakarta Setiap kali kita melakukan perjalanan, selalu ada cerita yang berkesan. Bepergian atau mengunjungi sebuah tempat memberi kenangan tersendiri di dalam hati. Tiap orang pastinya punya pengalaman atau kisah tak terlupakan tentang sebuah perjalanan, seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Trip Story: Setiap Perjalanan Selalu Memiliki Cerita berikut ini.

***

Oleh: Anindita Paramastuti

Kemarin malamnya.

Suami berkata, “Besok jalan-jalan ke air terjun ya. Berangkatnya selepas subuh aja," langsung kujawab dengan girang, “Okeeeee!” Detik itu aku langsung merencanakan keesokannya aku harus bangun pagi sekali supaya aku bisa menyiapkan bekal untuk kami jalan-jalan. Aku sudah membayangkan perjalanan kami akan berlangsung seru.

Keesokannya, jam 5 pagi.

Kami masih sama-sama berada di atas kasur. Tidak ada yang berinisiatif bangun terlebih dahulu, mungkin karena semalam kami begadang dan terlalu bersemangat merencanakan ini itu, alhasil pagi itu kami masih sama-sama mengantuk.

Aku memaksa suami untuk segera bangun, tapi aku sendiri masih menempel di kasur, sementara dia juga menyuruhku mandi duluan, jadilah kami memaksa satu sama lain dan tidak ada yang mau mengalah. Aku marah-marah sampai drama menangis segala. Akhirnya aku mengalah untuk bergegas mandi dan salat Subuh, tapi berhubung hati masih dongkol aku kembali tidur. Dan setelahnya kami saling mendiamkan hingga matahari meninggi.

Jam setengah 8 pagi.

Kami sudah berbaikan dan memutuskan untuk berangkat ke air terjun. Tapi aku tidak sempat memasak, jadilah aku mempersiapkan bekal seadanya seperti ini: nasi, telur dadar, kecap. Saat itu aku hanya berharap semoga menu sederhana itu sudah cukup romantis untuk dimakan berdua di tempat wisata, seperti yang sudah kubayangkan sebelumnya, hehe. Kami tidak ada persiapan apa pun karena lokasi yang akan kami tuju tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami.

 

Liburan Sederhana

Di perjalanan kami mengobrol ini itu, haha hehe, sempat beli buah juga, tak lupa beli cilok kesukaan suami, lalu aku iseng buka aplikasi Google Maps dan aku terkejut karena ternyata rute yang dipilih suami untuk menuju lokasi jauh sekali, sementara ada rute yang sebenarnya lebih dekat. Aku marah-marah dan minta dia untuk kembali lewat rute yang lebih dekat, tapi dia tetap bersikukuh untuk melewati rute yang dia pilih. Akhirnya kami saling mendiamkan (lagi) hingga saat kami tiba di sebuah warung yang menjual ketan durian di kaki gunung yang lumayan sejuk sehingga suasana hatiku sedikit membaik. Ternyata suami memilih rute itu karena dia tahu aku suka sekali durian dan ia ingin menraktirku di sana. Sungguh, saat itu aku merasa sangat bersalah padanya karena sudah menjadi menyebalkan.

Di lokasi air terjun.

Akhirnya kami sampai juga di lokasi setelah menempuh perjalanan dengan motor selama kurang lebih 1,5 jam. Sebelum sampai di air terjun kami harus berjalan cukup jauh dari parkiran. Aku yang sudah sekian purnama tidak berolahraga pun merasa cukup lelah. Sesampai di air terjun aku langsung merendam kaki dan bermain air, tak lupa kami mendokumentasikan kehadiran kami di sana sebagai kenang-kenangan pribadi. Setelah kami merasa cukup waktu bermain di sana, saatnya kami memakan bekal berdua. Sungguh, nikmatnya luar biasa.

Renungan.

Mungkin pengalaman ini terlihat biasa saja, bahkan tidak ada yang spesial. Tempatnya mainstream, tidak ada acara menginap di hotel, atau makan di restoran mewah. Tapi bagi kami yang tidak mengagendakan bulan madu setelah menikah, ini sangatlah spesial dengan segala dramanya. Dan dari perjalanan itu aku semakin bersyukur telah membersamai seseorang yang spesial sabarnya, spesial baiknya, spesial segalanya. Alhamdulillah.

Teruntuk suamiku, terima kasih telah menjadi teman perjalanan hidupku yang begitu seru meski harus naik turun, penuh lika-liku, tetapi aku berharap kita tetap saling membersamai hingga akhir hayat.

#ElevateWomen

PLAYLIST VIDEO 3 AGUSTUS 2021
Loading
Artikel Selanjutnya
Pengumuman Pemenang Share Your Stories My Trip Story
Artikel Selanjutnya
Indahnya Toleransi di Selandia Baru: Ada Sebuah Pengalaman yang Berkesan Untukku