Sukses

Lifestyle

Review Buku Novel The Midnight Library Karya Matt Haig

Fimela.com, Jakarta Nora Seed memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dia merasa dirinya sudah tak berguna lagi bagi orang-orang di sekitarnya. Keberadaannya seakan sudah tak diperlukan lagi di dunia. Namun, alih-alih mengakhiri semuanya, dia malah terjebak di sebuah perpustakaan. Perpustakaan yang penuh buku-buku.

Mrs. Elm, pustakawati inilah yang menemani Nora dan mengarahkannya di perpustaan tengah malam itu. Pada pertemuan pertama di perpustakaan misterius itu, Mrs. Elm menjelaskan bahwa setiap buku yang ada di perpustakaan itu menyediakan kesempatan untuk mencoba kehidupan lain yang mungkin saja Nora jalani.

Nora yang awalnya dilanda kebingungan pada akhinrya mencoba untuk mencoba beberapa kehidupan lain yang ditawarkan buku-buku yang ada di perpustakaan itu. "Selama Perpustakaan Tengah Malam berdiri, Nora, kau akan dijauhkan dari kematian. Sekarang, kau harus memutuskan bagaimana kau ingin hidup," kata Mrs. Elm.

"Selesai sudah. Tidak ada orang yang membutuhkannya. Ia tak berguna bagi semesta." (hlm. 37)

Nora menjalani kehidupan-kehidupan yang mungkin akan dimiliki jika ada keputusan dan pilihan berbeda yang ia buat. Menjadi perenang, bintang rock, filsuf, seorang istri, seorang penjelajah, seorang glasiolog, dan seorang ibu. Berbagai pengalaman baru ia dapatkan dari kehidupan-kehidupan tersebut. Di satu dimensi kehidupan ia bisa mendapatkan sesuatu tapi juga kehilangan sesuatu. Di dimensi kehidupan yang lain ada pencapain besar yang ia buat tapi juga ada pengorbanan besar yang ia lakukan.

"Di antara kehidupan dan kematian ada perpustakaan." (hlm. 46)

Hanya saja apakah dengan menjalani berbagai kehidupan berbeda akan ada jaminan bisa mendapatkan jawaban soal kehidupan seperti apa yang paling cocok untuk Nora? Apakah ada skenario kehidupan yang benar-benar sempurna untuknya? Mengikuti kisah Nora di novel The Midnight Library ini mendorong kita untuk kembali melakukan refleksi terhadap kehidupan kita sendiri. Tentang pilihan-pilihan hidup, serta makna-makna yang kita urai bersamanya.

Novel The Midnight Library

Judul: The Midnight Library

Penulis: Matt Haig

Alih Bahasa: Dharmawati

Editor: Dian Anggraeni

Desain sampul: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Di antara kehidupan dan kematian terdapat sebuah perpustakaan yang jumlah bukunya tak terhingga. Tiap-tiap buku menyediakan satu kesempatan untuk mencoba kehidupan lain yang bisa dijalani sehingga kau bisa melihat apa yang terjadi kalau kau mengambil keputusan-keputusan berbeda. Akankah kau melakukan apa pun secara berbeda jika kau mendapat kesempatan membatalkan penyesalan-penyesalanmu? Benarkah kehidupan lain akan jauh lebih baik?

Nora Seed harus membuat keputusan. Ia dihadapkan pada kemungkinan bisa mengubah hidupnya, memiliki karier yang berbeda, tidak putus dari mantan kekasih, dan mewujudkan mimpinya sebagai glasiolog. Ia menjelajahi Perpustakaan Tengah Malam untuk memutuskan apa sebenarnya yang menjadikan hidup pantas dijalani. Setelah kehidupan yang diisi berbagai penyesalan dan kegagalan, akankah Nora Seed akhirnya mendapatkan kehidupan yang bisa memberinya kebahagiaan sejati?

***

"Setiap kehidupan mengandung berjuta-juta keputusan. Beberapa besar, beberapa kecil. Tetapi setiap kali satu keputusan menumbangkan keputusan lainnya, hasil akhirnya akan berbeda. Variasi-variasi yang tak bisa diubah terjadi, yang pada gilirannya mengarah pada variasi-variasi lain lagi... ." (hlm. 326)

Menjalani kehidupan memang tak selamanya mudah. Dalam perjalanannya kita akan dihadapkan pada berbagai persoalan dan ujian. Kita mungkin pernah berada di posisi seperti Nora, yang merasa sudah berada di jalan buntu, tak tahu harus melakukan apa atau mau ke mana. Seakan setiap pilihan dan keputusan yang kita buat dalam hidup tidak ada yang tepat. Hingga ketika kita sampai pada suatu titik kita merasa ada tidaknya diri kita di semesta ini tak akan ada gunanya lagi, maka kematian seakan menjadi jawaban yang paling tepat.

Bagaimana pun, kita memang punya kuasa dalam membuat pilihan hidup. Hanya saja kita tak bisa sepenuhnya mengendalikan hasil atau akibat dari pilihan yang kita buat itu. Bahkan ketika ada sesuatu yang tampak salah akibat pilihan yang kita buat itu, kita tak punya kendali penuh untuk memperbaikinya dari awal. 

Membaca The Midnight Library memberi pengalaman yang sangat berkesan. Mengikuti kisah Nora kita pun akan diajak untuk kembali merenungkan kehidupan kita sendiri. Ada kesedihan dan penyesalan yang akan ikut kita rasakan. Banyak momen pengalaman Nora yang membuat kita melakukan refleksi diri. Lalu, ada kehangatan hati yang mengalir di dalam diri saat membaca akhir kisah novel ini. 

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Review Buku Sebelum Perempuan Bercinta
Artikel Selanjutnya
Review Buku Yes to Life: Katakan Ya pada Kehidupan Apa pun yang Terjadi