Sukses

Lifestyle

Memberi Sedikit Cinta dan Memupuknya dengan Ketulusan, Jalani Hidup dengan Senyuman

Fimela.com, Jakarta Di bulan Oktober yang istimewa kali ini, FIMELA mengajakmu untuk berbagi semangat untuk perempuan lainnya. Setiap perempuan pasti memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Kamu sebagai perempuan single, ibu, istri, anak, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan siapa pun kamu tetaplah istimewa. Setiap perempuan memiliki pergulatannya sendiri, dan selalu ada inspirasi dan hal paling berkesan dari setiap peran perempuan seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Elevate Women: Berbagi Semangat Sesama Perempuan di Share Your Stories Bulan Oktober ini.

***

Oleh: M

Menjadi perempuan adalah hal terindah dalam hidup yang sering kali lupa untuk kita syukuri. Bahkan banyak orang yang mengutuki dirinya yang terlahir sebagai perempuan. Tidak cantik, tidak cerdas, tidak hebat, tidak kuat, tidak sehat dan segala kata tidak yang sering menjadikan perempuan jatuh adalah sebuah racun yang seharusnya dibuang jauh, sangat jauh.

Coba lihat kembali RA. Kartini, perempuan yang menyamar menjadi laki laki agar dapat merasakan kesataraan dalam pendidikan. Lihat Ibu Sri Mulyani yang begitu hebat menjadikannya sosoknya dikagumi. Terbaru, ada Puteri Tanjung yang memilih tidak menjadikan kekayaan ayahnya sebagai jalannya meraih keberhasilannya. Bukan, bukan mereka tidak mensyukuri apa yang ada. Tapi mereka percaya bahwa masih ada yang bisa mereka berikan untuk begitu banyak manusia jika mereka mampu menahan sedikit perih untuk keluar dari zona nyamannya.

Hai, apakah sekarang saatnya untuk saling menjatuhkan? Apakah engkau masih sempat untuk mengutuki diri sendiri hanya karna terlahir tidak cantik? Tidak kaya? Tidak cerdas? Tidak hebat? Tidak kuat?

Ayo berhenti, jangan lakukan itu lagi!

Terus Lakukan yang Terbaik dalam Hidup

Waktumu adalah investasi, yang jika engkau bersedia memupuknya dengan cinta akan ada banyak manusia yang hidupnya dapat engkau perbaiki. Perempuan dengan segala kekurangannya, upaya kecil untuk menumbuhkan cinta yang begitu besar  nantinya bisa menjadi anugerah untuk banyak orang dimunculkan hanya dengan perhatian yang tulus.

Pendidikan adalah cinta. Bagaimana tidak? Perempuan tidak bisa mendidik jika tidak mencintai Tuhannya, tidak bisa mendidik tanpa mencintai apa yang dia lakukan. Tidak bisa mendidik tanpa mencintai perannya. Tidak bisa mendidik tanpa mencintai sekitarnya. Tak akan bisa mendidik, apalagi jika tidak bisa mencintai dirinya dengan segala kekurangannya. Fokus yang tak pada tempatnya, akan membuat waktumu terbuang sia sia. Padahal hanya dengan menumbuhkan lebih banyak cinta, maka dia mampu mengubah dunia.

Tak mengapa, untuk setiap kata yang mungkin sedikit menusuk. Bukankah itu sering terjadi? Bahkan Maudy Ayunda tetap menjadi pembicaraan negatif bagi orang-orang yang tidak mau menilai usaha kerasnya dalam belajar, dengan hanya menilai keistimewaan yang diberikan Tuhan terhadapnya. Apakah engkau lupa, bahwa dia juga bisa membuat pilihan untuk tetap berada di zona nyamannya?

Tapi mimpi-mimpinya membuatnya bergerak. Tapi cinta yang berhasil ia tanam membuatnya ingin melangkah maju mencipta perubahan. Memberikan kebahagiaan pada sekelilingnya, setidaknya memberikan cinta kepada dua manusia terbaik yang telah memberikan seutuhnya cinta didunia ini. Dengan membuat orangtuanya tersenyum bangga.

Wahai perempuan, atas setiap kekuranganmu engkau tetap memiliki keistimewaan yang mungkin saat ini memang belum dapat kamu temukan. Tetap berjalan, tetap menggali ruang ruang kecil yang mungkin tak terlihat di mata orang lain atau bahkan tak terlihat di kelopak matamu sendiri. Perhatikan setiap detailnya. Kadang kadang, memperbaiki sekeliling kita jauh lebih memiliki arti dari pada mengutuki diri atas setiap takdir yang terjadi.

Memberikan cinta kita yang kecil, memupuknya dengan ketulusan adalah cara paling jitu untuk dapat mengubah dunia yang begitu besar. Don't give up, you can do it!

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Kusampaikan Rindu Lewat Doa, Terima Kasih Sudah Jadi Ayah Terbaik untuk Putri Bungsumu Ini
Artikel Selanjutnya
Hadirnya Cobaan adalah Cara Tuhan Membuatku Jadi Perempuan yang Lebih Kuat