Sukses

Lifestyle

Kecelakaan Itu Menjadi Titik Balik Hidupku, Kini Kuciptakan Peluang Bekerja dari Rumah

Fimela.com, Jakarta Di bulan Oktober yang istimewa kali ini, FIMELA mengajakmu untuk berbagi semangat untuk perempuan lainnya. Setiap perempuan pasti memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Kamu sebagai perempuan single, ibu, istri, anak, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan siapa pun kamu tetaplah istimewa. Setiap perempuan memiliki pergulatannya sendiri, dan selalu ada inspirasi dan hal paling berkesan dari setiap peran perempuan seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Elevate Women: Berbagi Semangat Sesama Perempuan di Share Your Stories Bulan Oktober ini.

***

Oleh:  Dinul Qoyimah

Tahun 2006 adalah tahun yang menjadi titik balik perjalanan hidup saya. Kehidupan normal yang saya jalani sebagai seorang guru yang setiap hari rutin mengajar di sekolah, di bimbingan belajar dan les privat, harus berhenti karena kecelakan motor yang menyebabkan kaki saya patah.

Kejadian itu membuat saya trauma, tidak lagi berani mengendarai motor sendiri, sampai sekarang. Saya memutuskan untuk resign dari sekolah dan bimbingan belajar tempat saya bekerja. Beberapa kelas privat yang saya pegang pun harus terhenti. Dalam kurun waktu pemulihan tersebut, saya hanya bisa berdiam diri di rimah. Besar sekali keinginan  untuk tetap bisa mengajar, tetapi kemampuan mobilitas saya terbatas, tak lagi normal seperti sebelumnya.

Kondisi tersebut memaksa saya berpikir bagaimana caranya agar tetap produktif, dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Rasanya tak mungkin lagi keluar rumah untuk bisa mengajar lagi.

Salah satu cara yang terpikirkan saat itu adalah tetap mengajar, tetapi di rumah saja. Terbersit angan untuk membuka bimbingan belajar milik saya sendiri. Tetapi rasanya impossible untuk mewujudkannya. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Perlu modal untuk tempat dan modal awal untuk biaya operasional dan gaji tentor sebelum ada pendapatan dari pembayaran les. Selain itu harus juga mempersiapkan metode pengajaran serta promosi yang tepat sehingga menarik minat para siswa dan orang tuanya.

Terkesan rumit ya? Sebenarnya bisa saja dibuat sederhana. Asal memasang pengumuman membuka bimbingan belajar di rumah, anak-anak datang untuk belajar, selesai. Tetapi pengalaman mengajar di sekolah dan bimbingan belajar sebelumnya, memberikan banyak sekali pelajaran bahwa perlu penanganan serius untuk membuat siswa nyaman dan bisa menikmati proses belajarnya.

 

Bekerja dari Rumah

Jangan lupa, orang tua siswa juga perlu mendapatkan porsi untuk dipikirkan dengan serius, karena yang nantinya mengeluarkan biaya adalah orang tua. Diperlukan formula yang pas agar para orang tua yakin ketika memutuskan untuk mempercayakan proses belajar anaknya di bimbingan belajar.

Akhirnya, saya memutuskan mengawali langkah sederhana untuk memulai bimbingan belajar yang saya impikan. Saya menghubungi beberapa orang tua les privat mengenai kemungkinan anak-anak mereka belajar di rumah saya. Dengan beberapa kesepakatan, akhirnya beberapa orang pun setuju.

Saya memutuskan untuk berproses belajar menangani siswa les secara profesional dengan bertahap dari beberapa saja. Seiring bertambahnya kemampuan penanganan yang saya berikan, bertambah pula jumlah siswa yang saya handle.

Berawal dari hanya les bahasa Inggris, berlanjut ke mata pelajaran yang lain, yang akhirnya juga menjadi bimbingan belajar yang menyediakan les untuk semua mata pelajaran, mulai jenjang TK sampai SMA. Pada akhirnya saya memahami, bahwa ketika menghadapi persoalan yang sepertinya tak mungkin teratasi, kita harus melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Berpikir dan berani mencoba berbagai kemungkinan untuk mengatasi persoalan tersebut.

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Semangat yang Meredup di Jiwa Ayah
Artikel Selanjutnya
Rindu yang Tak Tersampaikan untuk Ayah