Sukses

Lifestyle

Bersama Ibu , Aku Ingin Mengulang Segala yang Indah

Fimela.com, Jakarta Selalu banyak cinta dan hal istimewa dalam hubungan seorang anak dan ibu. Mungkin tak semuanya penuh suka cita, sebab ada juga yang mengandung duka lara. Masing-masing dari kita pun selalu punya cerita, seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela untuk mengikuti Lomba Ungkapkan Rasa rindu pada Ibu di Share Your Stories Bulan Desember ini.

***

Oleh: Asyifa HK

Ibu. Seperti oase saat menyebut sosoknya. Seperti pelangi yang dirindukan hujan. Seperti ombak yang dirindukan pantai. Seperti bintang yang dirindukan langit. Dan seperti ibu yang dirindukan putri kecilnya. Ibu, seperti setiap rindu yang semesta suguhkan hadirnya. 

Ibu, sosok yang selalu aku kagumi sejak dulu. Dahulu, bahkan cita-cita ku adalah menjadi ibu. Menjadi perempuan yang menurutku sangat luar biasa. Sebelum saat ini, rasanya kisah dan waktu bersama ibu tak pernah selesai. Tak pernah memiliki epilog.

Kami berdua selalu bersama. Mandi bersamamu lalu menanyakan shampo apa yang cocok untukku, makan bersama disuapi oleh tangan ibu, mengobrol di pangkuan ibu, lalu tidur dengan nyanyian terindah yang ibu alunkan. Pun saat kita dipersilakan untuk jauh, ibu selalu bersamaku.

Mengenang Berbagai Hal Indah

Setiap saat aku dan ibu seolah terikat walau jauh. Kami benar-benar selalu bersama. Bau ibu tidak pernah hilang saat itu. Bau tubuh ibu yang memelukku selalu kuingat, bau khasnya selalu menarik aku untuk tetap menghirupnya berlama-lama. Seakan, bau ibu adalah bau terbaik di dunia. Jujur saja, segala hal tentang kisah kita saat dahulu selalu aku rindukan setiap saat. Selalu aku ingat, bahkan aku berharap untuk bisa mengulangnya. Jika boleh, aku ingin. Apa ibu ingin? 

Tidak ibu. Bukan salah ibu. Tapi waktu dan keadaan yang menjadi hukum alam untuk seorang anak yang ingin belajar sendiri. Rasa kengin tahuanku pada dunia terlalu besar, hingga aku sempat melewatkan sore bermain kita. Melewatkan tidur bersama kita. Dan melewatkan segala hal yang menjadi biasa bagi kita.

Maaf, karena aku yang baru dengan segala dunia yang baru aku tahu, membuatku sempat mengesampingkan kegiatan kita. Sampai-sampai, kita berdua terasa asing. Aku merasa bahwa di sini aku yang salah. 

Ibu, dari sekian banyak kisah tentang kita, yang selalu berhasil membuatku menangis adalah tentang selepas putri kecilmu ini bangun tidur, ibu segera menghampiri aku lalu memelukku dan membacakan doa bangun tidur yang sungguh lembut di telingaku.

Aku, aku selalu menyukai momen itu. Aku rasa, anak paling bahagia adalah aku saat itu. Setiap pagi bangun tidur, ibu selalu ada didepan mataku lalu membacakan doa itu. Sampai-sampai doa itu menjadi doa favoritku karena segala hal tentang ibu membekas di sana. Masih sama saja saat aku ingat. Tentang senyum kita berdua di pagi hari. Jujur saja bu, jika bisa, ayok kita ulang kembali. Aku sangat ingin. Aku merindukan kisah itu. 

Doaku untuk Ibu Tercinta

Setiap malam, doaku pada Tuhan adalah agar dia selalu menjaga ibu. Menjaga segala hal yang menyangkut itu, apa pun itu. Itu saja. Terlebih, aku ingin ibu selalu sehat. Agar sekiranya kita bisa mengulang kisah yang menjadi hari raya rindu untukku.

Ibu, sampai sekarang aku masih ingin menjadi putri kecil ibu yang kisah-kisahnya sangat manis. Semanis puding buatan ibu dulu. Semanis sirup yang selalu ibu suguhkan saat buka puasa dulu. Oh tidak, bahkan lebih manis dari itu. 

Ibu, terima kasih sudah bersedia menjadi ibuku. Ibu dari sosok putri yang keras kepala, putrimu yang pemarah, putrimu yang tidak bisa dikatakan baik. Terima kasih telah bersedia menerima aku apa adanya.

Semakin hari, aku semakin memahami bahwa tidak ada penerimaan yang lebih baik dari ibu yang begitu baiknya menerima aku. Menerima segala hal yang ada dalam diri putri ibu ini. Tanpa pamrih, ibu memberikan segala hal yang ibu miliki untuk aku. Bahkan, di saat ibu lapar, ibu masih sempat memikirkan perutku yang keras kepala tidak ingin makan. Begitu sabar dan hangat ibu menghadapiku. Terima kasih atas segalanya, aku menyayangimu. Selalu. 

#ElevateWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading