Sukses

Lifestyle

Iqbaal Ramadhan Tak Masalah Kenakan Pakaian Bekas Demi Mengurangi Efek Perubahan Iklim di Bumi

Fimela.com, Jakarta Generasi muda bisa menjadi agen changemaker atau perubahan apalagi memulai sesuatu untuk lingkungan agar tidak terjadi isu krisis iklim seperti perubahan cuaca ekstrem, musim kering dan hujan yang tidak konsisten hingga bencana alam.

Hal tersebut pun dikatakan oleh Iqbaal Ramadhan, Aktor, Musisi, & Mahasiswa, ia percaya jika apa yang dilakukan generasi muda saat ini akan berdampak pada generasi selanjutnya. Oleh karenanya, menurutnya penting untuk generasi muda mulai berperan aktif terhadap efek perubahan iklim.

Menurut Iqbaal Ramadhan, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan atau berkelanjutan (sustainability) yang konsisten tidak perlu dimulai dengan hal-hal yang kompleks. Bisa dimulai dari kemauan diri sendiri dengan membuat perubahan dari hal kecil dari aktivitas seharian.

Beberapa aksi yang bisa dijalankan mulai dari diri sendiri seperti membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi konsumsi kantong plastik.

"Kalau bukan generasi muda siapa lagi. Dari langkah kecil kita bisa berkontribusi besar untuk lingkungan hidup," ujarnya dalam acara Be Seen Be Heard: The Body Shop, Senin, (30/5).

Iqbaal mengungkap memang hidup berkelanjutan atau sustainable tidak semudah dengan hidup normal seperti biasa. Maka jika terbangun dari sendiri maka akan dengan mudah konsisten, dari diri sendiri nanti akan menciptakan perubahan isu lingkungan yang lebih besar.

"Memang tidak banyak orang berani bicara isu perubahan iklim, maka dari sendiri kita berfikir bagaiana value- diri ku untuk berkontribusi tentang isu ini. Pasti ada efek meski hanya melakukan perubahan kecil," ujarnya.

Konstribusi Iqbaal untuk kurangi efek perubahan iklim

Sebagai mahasiswa yang tinggal cukup jauh dari tempat tinggalnya Iqbaal pun tetap berusaha menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Dimulai dengan hal-hal kecil seperti mebawa botol minum kemana pun. Hingga tote bag yang selalu tersedia di tasnya untuk menghindari pemakian kantong plastik.

"Saya punya dua tote bag yang satu bisa dilipat dan selalu ada di tas, setiap pakai langsung simpan di tas lagi. Satu lagi yang lebih besar, khusus untuk groceries. Tote bag tersebut pun terbuat dari bahan daur ulang," papar Iqbaal.

Selain itu, Iqbaal yang kini kuliah di Australia pun sebisa mungkin untuk tidak menggunakan pendingin ruangan hingga menggunakan air secukupnya saja.

"Dari awal pandemi orang-orang kayak bilang, 'Jangan lupa cuci tangan 20 detik'. Tapi nggak ada yang bilang, 'Jangan lupa matiin airnya ketika lagi cuci tangan 20 detik'. Jadi kampanyenya kayak cuci tangan tapi airnya nyala terus. Saat sikat gigi pun seperti itu, baiknya dimatikan dulu airnya jangan trus mengalir," paparnya.

Pemeran Dilan ini juga mengatakan di luar urusan pekerjaannya, Iqbaal mengurangi membeli pakaian fast fashion. Ia pun tak masalah jika garus mengenakan pakaian bekas. Dan sebisa mungkin, Iqbaal makan secukupnya agar tidak menjadi sampah makanan.

"Saya juga senang berbelanja di Thrift Store atau toko barang bekas yang harganya terjangkau bagi mahasiswa. Barang-barang yang didapat dari Thrift Store ini mendidik kita untuk menerapkan konsep re-use sehingga lebih ramah lingkungan”, papar Iqbaal.

Ia pun menyampaikan, sekecil apapun langkahmu dalam mengurangi efek perubahan iklim, jangan ragu untuk menyuarakannya melalui media sosial, ataupun dalam percakapan sehari-hari dengan teman-teman kita.

"Suara kita dapat menginspirasi lebih banyak lagi kaum muda dalam mencegah efek perubahan iklim”, lanjut Iqbaal.

#women for women

What's On Fimela
Loading