Sukses

Lifestyle

5 Tips Menghindari Utang saat sudah Berkeluarga

Fimela.com, Jakarta Menjalani kehidupan rumah tangga tidak semudah yang dibayangkan. Kian bertambahnya anggota keluarga, semakin banyak pula tanggungan hidup. Perlu memiliki dana yang stabil untuk memenuhi kebutuhan agar terhindar dari pinjam-meminjam atau utang. Ini termasuk dana kebutuhan, tabungan, dana darurat, hingga pendidikan anak. 

Semua orang pasti tidak ingin memiliki utang, baik kepada kerabat dekat maupun ke bank. Memiliki utang hanya akan membuat kehidupan semakin menderita. Terlebih lagi dalam urusan rumah tangga. Banyak dari mereka, keluarga yang terjerat utang karena tidak memiliki cukup uang untuk membayar suatu tagihan. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti membeli barang yang tidak penting, memaksakan kondisi keuangan, ataupun tidak mengelola keuangan dengan benar. 

Melihat banyaknya kasus perceraian akibat kondisi keuangan rumah tangga yang buruk, ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya memiliki perencanaan keuangan bersama pasangan yang baik. Kuncinya hanya satu, yaitu komunikasi. Namun, komunikasi seperti apa? Nah, Fimela sudah menyiapkan beberapa tips menghindari tagihan utang untuk kamu yang sudah berkeluarga. Baca baik-baik di bawah ini.

Tetapkan anggaran kebutuhan

Ketika membangun sebuah keluarga, penting adanya perencanaan kehidupan yang baik. Ini termasuk tujuan bersama, keinginan di masa depan, dan mengelola keuangan bersama. Baik sebelum maupun setelah menikah, perlu adanya diskusi membahas bagaimana mereka akan mengatur pendapatan dan pengeluarannya setiap bulan. Hal ini akan membangun sistem anggaran kebutuhan yang realistis di kemudian hari. Menentukan berapa banyak yang mereka mampu keluarkan dalam setiap bulannya. Membuat daftar apa saja yang menjadi kebutuhan rumah, seperti makanan, transportasi, tagihan listrik, air, dan sebagainya. Dengan menetapkan anggaran yang jelas, ini akan mengurangi rasa stres akibat utang karena dana telah dialokasikan dengan baik. 

Urungkan niat untuk membeli hal-hal yang bukan kebutuhan

Jika berbicara soal kebutuhan, tiap keluarga memiliki kebutuhan pokok yang berbeda. Tidak bisa disamakan dengan orang lain, termasuk orangtua atau kerabat dekat. Setiap pasangan perlu untuk menentukan apa saja yang menjadi kebutuhan mereka dalam membangun keluarga. Pada dasarnya, kebutuhan adalah suatu hal penting yang perlu dipenuhi setiap harinya untuk menunjang kehidupan yang nyaman dan aman. Kebutuhan pokok itu seperti bayar sewa, listrik, air, transportasi, pajak, sampai makanan. 

Namun terkadang ada saja godaan untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu penting tanpa melihat kondisi keuangan keluarga. Perilaku seperti ini yang memicu datangnya utang. Membeli sesuatu tanpa melihat apakah mereka mampu mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli keinginan yang tidak ada habisnya. Akibatnya, kebutuhan pokok pun akan terlantarkan. Melihat banyak kasus seperti ini, sudah seharusnya untuk memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan. Kebutuhan harus terpenuhi dengan baik sebelum membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

Belajar untuk menolak ajakan

Berkaitan dengan tips sebelumnya, mengatakan 'Tidak' terkadang bisa menjadi hal yang sulit. Menolak ajakan pergi berlibur, menolak untuk bermain keluar bersama teman, atau menolak untuk ajakan arisan. Ini mungkin terlihat sepele, namun akan menjadi kondisi yang menyulitkan ketika kamu tidak mampu untuk membayarnya. Satu kali mengucapkan ‘Iya’ maka akan menjadi kebiasaan seterusnya. Pada awalnya memang akan sedikit sulit untuk menolak ajakan, namun mengingat saat ini sudah memiliki prioritas keluarga, maka harus tahu mana yang perlu didahulukan. Ditambah lagi, kamu bisa menghemat sedikit uang jika mudah menolak ajakan bepergian. 

Hindari penggunaan kartu kredit

Sebenarnya tidak ada masalah jika ingin memiliki kartu kredit, namun bisa menjadi jebakan jika kamu menggunakannya dengan salah. Kartu kredit sama saja seperti meminjam uang kepada bank, yang nantinya akan dibayar dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Banyak yang beranggapan bahwa dengan kartu kredit kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan. Persepsi ini salah besar. Kamu akan mendapatkan tagihan membludak di akhir bulan menunggu untuk dilunaskan. Untuk menghindari adanya utang kartu kredit, cobalah untuk menanamkan prinsip utama 'jika tidak mampu membeli sesuatu tanpa kartu kredit, maka jangan membelinya'. Apabila ingin menggunakan kartu kredit, maka gunakanlah dengan bijak. Lihat kondisi keuangan apakah sekiranya akan mampu untuk membayarnya atau tidak.

Membuat dana darurat

Sisihkan sebagian uang dari upah gaji bulanan untuk dialokasikan ke dana darurat. Menyiapkan dana darurat merupakan salah satu langkah yang tepat untuk memulai menabung. Dana darurat hanya boleh digunakan dalam kondisi terdesak atau mendadak, seperti kecelakaan, diberhentikan secara paksa oleh perusahaan, atau perbaikan rumah karena bocor. Memiliki dana darurat penting dimiliki bagi yang telah berkeluarga maupun yang belum menikah. 

Tak ada orang yang bisa memprediksi kejadian apa yang akan menimpa mereka. Bagi yang tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar kejadian tak terduga tersebut, mereka mungkin akan mengandalkan kartu kredit atau pinjaman. Justru ini yang menyebabkan utang akan lebih sulit untuk dilunaskan. Oleh karena itu, dengan adanya tabungan dana darurat akan mempersiapkan kamu dan keluarga dalam menghadapi kejadian yang tidak diinginkan. 

 

*Penulis: Balqis Dhia.

#Breaking Boundaries

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading