Sukses

Lifestyle

Mengenal Istilah Buzzer, Berikut Cara Kerja dan Dampaknya di Media Sosial

Fimela.com, Jakarta Istilah buzzer kini mudah ditemui dan sering dijadikan bahan perbicangan oleh warganet di media sosial. Bisa dikatakan bahwa puncak penyebutan buzzer di media sosial mulai viral saat pesat demokrasi dimulai yakni, pemilihan umum dari calon legsilatif dan juga calon eksekutif yang dalam hal ini ialah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah.

Selama masa kampanye berlangsung, masing-masing pendukung calon saling melempar isu dan fitnah terkait keberadaan buzzer yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan lawan politiknya. Alhasil, keberadaan buzzer akhirnya menjadi sorotan dan memiliki peranan penting pada saat itu.

Bahkan karena adanya gelombang buzzer, pemilihan dan kritik sosial kini rasanya memiliki dua tempat yang berbeda, tidak hanya di kehidupan nyata tetapi juga menyebar ke dunia maya, dalam hal ini mediumnya ialah media sosial. Seiring perkembangan, buzzer yang pada awalnya dekat dengan politik saat ini sudah membaur menjadi suatu strategi yang dipakai untuk keperluan bisnis dan lain sebagainya.

Nah, buat kamu yang masih penasaran dan ingin tahu lebih banyak mengenai buzzer, bisa melihat ulasannya berikut ini. Fimela.com akan mengulas lebih mendalam istilah buzzer, dsertai dengan pemaparan cara kerja dan dampaknya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mengenal Istilah Buzzer

Jika kamu berpikir bahwa buzzer muncul dan pertama kali dimulai pada saat pesta pemilu tahun lalu berlangsung, maka pengetahuan tersebut kurang tepat. Istilah buzzer sebenarnya sudah ada sejak lama. Berdasarkan informasi yang didapat, banyak sumber mengatakan bahwa sejak tahun 2006, buzzer itu sudah ada sebagai strategi pemasaran sebuah brand.

Namun, fungsi tersebut akhirnya merembet ke dunia politik dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk berkampanye di media sosial sekaligus menyerang lawan politik dengan menjatuhkan kredibilitasnya melalui media sosial. Hal ini dilakukan sejak semua pihak menyadari bahwa media sosial memiliki kekuatan yang sangat besar dan berpengaruh terhadap pemenangan calon.

Jadi, sudah bisa diambil kesimpulan dari beberapa gambaran diatas bahwa buzzer adalah sebuah jasa atau orang yang dibayar untuk mempromosikan, mengkampanyekan, atau mendengungkan sesuatu, baik itu produk atau isu tertentu melalui postingan di akun media sosialnya. Dalam hal ini bisa dimanfaatkan oleh sektor bisnis hingga politik.

Poin pentingnya disini adalah pelaku buzzer itu  sendiri yang pastinya memiliki kemampuan atau pengaruh tertentu untuk menyuarakan sebuah kepentingan. Mereka bisa bergerak sendirinya untuk menyuarakan hal tertentu atau ada imbal baliknya.

Cara Kerja Buzzer

Lahan atau media yang digunakan oleh jasa buzzer adalah media sosial, secara otomatis cara kerja mereka adalah virtual dan pastinya terorganisir dengan masif. Biasanya proses awal dimulai dengan pemetaan isu yang sudah dipesan sebelumnya, bisa isu untuk mempromosikan suatu produk atau brand, bisa juga untuk mem-branding calon atau orang-orang yang terlibat dalam pemilihan politik.

Setelah pemetaan isu selesai, mereka akan mengatur strategi seperti pengaturan waktu, jenis media sosial yang akan digunakan, hingga target pasar yang ingin dicapai. Jika sudah waktunya untuk beraksi yakni, mendengungkan secara masif konten, baik berita, artikel, gambar, atau komentar untuk viral di media sosial.

Tidak hanya itu, khusus untuk jasa buzzer yang bergerak di bidang politik, buzzer biasanya akan melakukan penggiringan opini secara masif dengan tujuan menaikkan pamor seseorang atau menjatuhkannya. Hal ini tentu bisa dilakukan oleh mereka melalui tools-tools atau bot yang mereka punya. Buzzer pastinya memiliki banyak akun-akun palsu di media sosial yang siap digunakan untuk menggiring opini publik.

Dampak dari Adanya Buzzer di Media Sosial

Jika berbicara dampak, maka kita akan melihat dua sisi yang berbeda yakni, positif dan negatif. Sama halnya dengan buzzer yang juga memiliki dampak negatif dan positif. Kuncinya adalah tujuannya atau siapa yang memesannya karena biasanya mereka hanya akan bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh oknum yang menggunakannya.

Jika digunakan untuk strategi bisnis dalam proses komunikasi dan pemasaran maka, buzzer bisa menjadi alternatif yang cukup bagus, terutama jika ingin mengambil pasar atau menggaet konsumen melalui media sosial. Dengan jasa buzzer, suatu produk atau brand bisa menjadi viral dan banyak dikenal masyarakat sehingga akan berpengaruh terhadap proses penjualan dan permintaan.

Namun, buzzer juga bisa verdampak negatif apabila tujuannya juga tidak baik, contohnya adalah dibayar dengan sengaja untuk menjatuhkan orang lain. Entah dalam urusan politik atau yang lainnya, sebenarnya ini sangat dekat dengan fitnah yang tidak bertanggungjawab. Hal ini karena biasanya opini yang digiring tidak mendasar bahkan dibuat-buat agar seseorang nampak terlihat buruk citranya di media sosial.

Oleh karena itu, sebagai pengguna media sosial, kita dianjurkan agar dapat memilah dan mem-filter informasi apapun yang beredar di media sosial. Jangan sampai kita termakan isu hoax yang dibuat oleh buzzer, apalagi jika tujuannya tidak baik. Jadilah warganet yang cerdas dan bijak dalam melihat dan menerima informasi selagi fenomena buzzer ini memang tidak bisa dibendung keberadaannya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading