Sukses

Lifestyle

Memahami Tentang Storyboard, Sebelum Membuat Konten yang Menarik

Fimela.com, Jakarta Sebagai pembuat konten, tentunya harus mengenal istilah storyboard. Terutama buat kamu yang merupakan pembuat konten video, animasi atau film. Storyboard sangat akrab dan tidak bisa lepas dari dunia desain grafis.

Storyboard merupakan sebuah sketsa gambar, yang disusun secara berurutan sesuai dengan naskah yang sudah dibuat sebelumnya. Storyboard ini bisa membantu pembuat konten dalam membayangkan konsep cerita, dan bisa membantu mempermudah pembuat konten untuk mengambil video.

Storyboard pertama kali dibuat oleh animator atau pembuat animasi, yang bernama Webbsmitt pada tahun 1933. Storyboard ini merupakan sebuah ide gambar, yang disusun pada papan buletin untuk membuat sebuah alur cerita.

Yuk mengenal lebih lanjut tentang storyboard, sebelum membuat konten yang menarik, dilansir dari berbagai sumber:

 

 

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Storyboard

Sebelum membuat storyboard, Sahabat Fimela harus mengidentifikasi segala kebutuhan dan perlengkapan dalam pembuatan proyek video dan animasi. Kemudian menentukan bentuk sistematika proyek tersebut, lalu memikirkan tema dan topik cerita yang akan dibuat. Jika sudah menemukan tema, tentukan sasaran dan tujuan kepada siapa proyek ini ditujukan.

Setelah itu harus menentukan berapa adegan dalam tiap scene, memikirkan perasaan penonton saat melihat scene tersebut, menghitung pemasukan dan pengeluaran modal dalam pembuatan proyek ini, dan mengumpulkan data penting dalam pembuatan video.

Kalau semua konsep itu sudah dibuat secara garis besar, kamu bisa membuat naskah cerita, kemudian dituangkan ke dalam storyboard, agar konsep cerita lebih matang dan berstruktur.

Tujuan Storyboard

Dalam pembuatan storyboard memiliki beberapa tujuan untuk memandu semua orang yang terlibat dalam pembuatan konten, seperti sutradara, penulis cerita, kameramen, hingga pemeran.

Storyboard juga memiliki tujuan untuk memvisualisasikan ide yang sudah tertulis di dalam naskah, menjadi sebuah gambar, yang lebih mudah dipahami alurnya. Melalui storyboard ini, juga memudahkan untuk kameramen mengambil sebuah gambar, dan pada kamera berpindah tempat, tetap ada perpindahan yang halus dan berkesinambungan, dalam setiap frame-frame pada scene film.

 

Penggunakan Storyboard

Storyboard sering kali digunakan dalam pembuatan film. Storyboard ini sangat membantu sutradara dan kameramen saat pengambilan video. Storyboard juga dijadikan sebuah acuan atau instruksi pada saat pemeran melakukan gerakan, dan menentukan sudut pengambilan gambar.

Dalam pembuatan animasi juga membutuhkan storyboard. Karena awalnya animasi terbentuk dari sebuah naskah cerita, maka storyboard membantu animator untuk memvisualisasikan animasi, pada saat gambar tersebut digerakan, dan membantu pada saat proses mengedit animasi. Sama halnya pada saat pembuatan komik.

Lalu di dalam dunia bisnis juga membutuhkan storyboard, untuk merencanakan iklan, dan mempresentasikan sebuah produk. Storyboard dalam dunia bisnis berisi tentang tema produk, penjelasan konsep produk, hingga penawaran harga produk.

Komponen yang Harus Ada Dalam Storyboard

Ada beberapa komponen yang harus ada di dalam storyboard, yaitu bagian judul yang berisi judul, episode, scene dan halaman.

Lalu bagian sub judul yang berisi tentang penjelasan teknik pengambilan gambar, panel, squence, latar tempat dan waktu.

Kemudian bagian visualisai yang berisi tentang gambar adegan, dan diisi dengan teks percakapan, hampir sama seperti saat membuat komik.

Selanjutnya bagian audio yang berisi tentang nama musik, nama rekaman, atau efek suara yang akan digunakan dalam scene tersebut.

Dan komponen terakhir adalah properti, yang menjelaskan tentang kebutuhan dan perlengkapan yang harus ada di dalam scene tersebut, misalnya sedang berada di kamar tidur, berarti harus menggambar kasur dan lemari.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading