Sukses

Lifestyle

Mengenal Pengertian Rasisme, Aspek dan Cara Menghidarinya agar Tidak Terjadi Perpecahan

Fimela.com, Jakarta Istilah rasisme sering kali diperbincangkan, karena berkaitan dengan adanya suatu permasalahan, di dalam lingkungan sosial bahkan permasalahan negara.

Secara umum, rasisme adalah sebuah kepercayaan atau doktrin pemahaman, bahwa adanya perbedaan secara biologis terhadap ras manusia, yang menentukan suatu kebudayaan atau individu. Biasanya ras yang lebih tinggi memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

Rasisme adalah suatu paham yang merasa ras diri sendiri merupakan ras yang paling tinggi daripada ras lainnya. Rasisme ini juga dikaitkan dengan paham diskriminasi suku, agama, ras, adat, golongan atau ciri-ciri fisik pada seseorang.

Adanya rasisme ini bisa menyebabkan suatu perpecahan di lingkungan sosial, bahkan hingga menyebabkan perpecahan dengan negara lain. Berikut pengertian rasisme, aspek dan cara menghidarinya agar tidak terjadi perpecahan, dilansir dari berbagai sumber:

Pengertian Rasisme

Secara umum rasisme adalah sebuah sikap, pernyataan dan perbuatan yang membeda-bedakan serta memusuhi kelompok lain, karena adanya perbedaan suku, agama, ras, adat, golongan atau ciri-ciri fisik seseorang.

Menurut Merriam, Webster Dictionary, rasisme adalah sebuah keyakinan terhadap suatu ras tertentu, bahwa ras tersebut memiliki keunggulan daripada ras yang lainnya.

Rasisme ini sangat berkembang dengan pesat dan bisa menyebabkan suatu perpecahan. Tindakan rasisme ini sering kali terjadi di dalam lingkungan masyarakat, seperti di dalam dunia pendidikan, pelayanan kesehatan, hiburan dan lain sebagainya. Bahkan rasisme ini berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan perdagangan.

Tentu saja karena adanya rasisme ini, bisa meningkatkan angka kriminalitas, bentrok antar ras, prasangka buruk terhadap ras lain dan membuat masyarakat tidak nyaman untuk tinggal.

Sejarah Rasisme

Dilansir dari Alo Liliweri, dalam Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur (2005), istilah ras sudah digunakan sejak tahun 1600. Saat itu muncul suatu gagasan dari Francois Bernier, tentang perbedaan antara manusia, yang dibedakan menurut kategori atau karakteristik warna kulit dan bentuk wajah.

Namun jika dilihat dari sejarah, rasisme ini sudah berkembang sejak adanya perbedaan yang bertemu di dalam suatu konteks kolonialisasi. Seperti yang tertulis di dalam buku berjudul Ethnicity and Racism, Spoonley (1990:96), bahwa di dalam perkembangan konsep kolonial ini, ada semangat untuk melakukan ekspansi terhadap Eropa, yang menimbulkan jejak-jejak rasisme.

Pada saat itu, muncul ideologi colonial, yang melegitimasi eksploitasi yang dilakukan colonial kulit putih di Eropa terhadap ras lainnya. Ada pula kasus rasisme yang ada dialami masyarakat kulit hitam di Amerika.

Aspek Rasisme

Rasisme sering kali muncul pada masyarakat yang multikultur. Karena rasisme adalah suatu sikap yang mendasarkan diri pada karakteristik seseorang, ideologi yang membedakan tentang perbedaan derajat manusia, sikap diskriminasi dan mengklain suatu ras yang lebih bagus daripada yang lainnya.

Rasisme memiliki dua aspek, yaitu aspek diskriminasi ras dan prasangka ras yang mewujudkan rasionalisasi bagi diskriminasi, yang mengancam dan menyebabkan hilangnya toleransi.. Berikut penjelasannya:

Diskriminasi Ras

Diskriminasi ras adalah sebuah sikap yang membedakan suatu ras. Bentuk diskriminasi ini, sangat terlihat jelas dalam membedakan tempat tinggal warga ras tertentu, baik di kota besar di dunia Barat maupun Timur.

Prasangka Ras

Rasisme memiliki aspek prasangka ras, atau yang sering disebut dengan prejudice. Aspek ini merupakan sumber terjadinya rasisme, yang menyebabkan seseorang memandang buruk kelompok lain yang memiliki ciri-ciri tertentu, seperti ras, agama, pekerjaan dan kelas.

Cara Menghindari Rasisme

Perilaku rasisme harus dihindari untuk mencegah terjadinya sebuah perpecahan di dalam suatu lingkungan masyarakat, ataupun ancaman untuk dirimu sendiri. Dengan menghindari perilaku rasisme, lingkungan masyarakat akan terasa lebih tenang dan nyaman.

Sebelum menyalahkan orang lain atau memaksa orang lain, ada baiknya kamu merubah perilakumu untuk menghindari terjadinya rasisme. Misalnya sadarilah bahwa setiap orang memiliki banyak perbedaan, rasakanlah hal yang akan terjadi jika kamu berada di posisi orang yang dibedakan dan pilihlah teman tanpa membeda-bedakan status sosial, ras, agama, ciri fisik dan lain sebagainya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading