Sukses

Lifestyle

7 Ide Pagar Rumah Minimalis dengan Tanaman Berbunga yang Mudah Perawatannya

Fimela.com, Jakarta - Pagar dengan desain minimalis memiliki peran yang lebih dari sekadar pembatas atau pengaman; ia juga berfungsi sebagai elemen yang dapat memperindah tampilan hunian. Dengan memilih tanaman hias yang sesuai, pagar minimalis dapat memberikan nuansa alami, kesegaran, serta privasi yang diperlukan. Kehadiran tanaman hias di pagar tidak hanya membuat rumah terlihat lebih hidup, tetapi juga menghindarkan kesan monoton, sehingga menciptakan suasana yang lebih asri dan nyaman bagi para penghuninya.

Akan tetapi, tidak semua jenis tanaman hias cocok untuk diterapkan pada pagar dengan desain minimalis. Beberapa kriteria penting perlu diperhatikan, seperti cara pertumbuhan tanaman, tingkat perawatannya, dan kesesuaian dengan konsep desain minimalis itu sendiri. Tanaman yang dipilih sebaiknya memiliki sifat yang mendukung penampilan yang rapi dan modern, serta mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca. Mengutip dari berbagai sumber, Selasa (13/1), berikut adalah informasi lebih lanjut yang perlu disimak.

1. Pagar Minimalis dengan Bougenville (Bunga Kertas)

Bougenville, yang juga dikenal dengan sebutan bunga kertas, merupakan pilihan ideal bagi rumah minimalis yang ingin menampilkan nuansa lebih cerah. Tanaman ini memiliki kemampuan untuk memberikan aksen visual yang mencolok dan menarik perhatian, menjadikannya favorit di kalangan pemilik rumah.

Jenis pagar yang sangat cocok untuk bougenville adalah pagar besi atau kawat, di mana ia dapat merambat dan menutupi struktur pagar dengan bunganya yang rimbun. Bunganya yang tipis menyerupai kertas hadir dalam berbagai warna cerah, seperti pink, kuning, ungu, merah, dan oranye. Bougenville tumbuh dengan baik di tanah yang sedikit asam serta memiliki drainase yang optimal, dan tanaman ini memerlukan sinar matahari penuh agar dapat mekar dengan maksimal.

Salah satu keunggulan utama dari bougenville adalah kemampuannya untuk bertahan dalam cuaca kering, sehingga tidak memerlukan penyiraman yang terlalu sering. Tanaman ini tahan terhadap panas dan mudah untuk dirawat, sehingga perawatannya menjadi sangat praktis dan tidak merepotkan. Pemangkasan secara rutin akan merangsang pertumbuhan bunga yang lebih lebat dan menjaga bentuknya agar tetap rapi, memastikan tampilan pagar selalu menawan.

Kehadiran bougenville dapat memberikan kesan yang lebih hidup pada tampilan rumah dan menambahkan sentuhan warna yang cerah pada pagar. Ini adalah pilihan yang sangat baik untuk menciptakan pagar minimalis yang tidak hanya estetis, tetapi juga mudah dalam perawatan.

2. Pagar Minimalis dengan Alamanda (Bunga Terompet Kuning)

Alamanda, yang lebih dikenal sebagai bunga terompet kuning, merupakan tanaman merambat yang sangat ideal untuk ditanam di sepanjang pagar rumah. Tanaman ini sangat cocok untuk pagar berbahan besi atau kawat, di mana ia dapat mendaki dan menciptakan suasana tropis yang menawan.

Bunga ini memiliki kelopak yang besar dengan warna kuning cerah, yang kontras dengan daun hijaunya. Alamanda tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dan bisa dijadikan pagar hidup yang memberikan nuansa eksotis. Keindahan bunga ini yang mekar sepanjang tahun menjadikannya pilihan yang tepat untuk menghiasi pagar.

Tanaman alamanda memerlukan paparan sinar matahari penuh agar dapat menghasilkan bunga yang optimal. Pemangkasan secara rutin juga sangat penting untuk merangsang pertumbuhan bunga dan menjaga agar bentuk tanaman tetap rapi dan tidak terlalu rimbun. Namun, saat melakukan pemangkasan, Anda harus berhati-hati karena getah susu yang terdapat pada batang tanaman ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Pilihan tanaman ini sangat tepat jika Anda ingin menciptakan kesan tropis yang menyenangkan di halaman rumah, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dengan menyerap polutan dan memproduksi oksigen.

3. Pagar Minimalis dengan Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus)

Tanaman yang dikenal dengan nama Air Mata Pengantin adalah jenis tanaman merambat yang memiliki daya tarik tersendiri, ditandai dengan bunga kecil berwarna merah muda yang tumbuh secara berkelompok di sepanjang batangnya. Dengan pertumbuhannya yang cepat, tanaman ini sangat ideal digunakan sebagai penghias pagar dari besi atau kawat.

Asal tanaman ini dari Meksiko, dan saat mekar, bunga-bunganya yang berwarna pink cerah akan menghiasi area sekitarnya. Keberadaan bunga-bunga kecil yang tumbuh berkelompok tersebut menciptakan suasana yang romantis dan lembut. Selain keindahannya, bunga Air Mata Pengantin juga menarik perhatian serangga penyerbuk seperti kupu-kupu dan lebah. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik sebagai tanaman pagar yang tidak hanya mempercantik tetapi juga mendukung keberlangsungan ekosistem di sekitar.

Tanaman ini juga cukup tahan terhadap sinar matahari dan memiliki laju pertumbuhan yang cepat. Perawatannya pun tidak terlalu rumit; cukup dengan memangkasnya sesekali agar tidak tumbuh terlalu lebat. Kemampuannya untuk tumbuh di berbagai jenis habitat, baik di tebing, tepi pantai, maupun di dataran tinggi atau rendah, menunjukkan bahwa tanaman ini sangat tangguh.

Dengan segala kelebihan tersebut, Air Mata Pengantin sangat cocok ditanam di rumah dengan gaya taman tropis atau klasik. Tanaman ini tidak hanya memberikan nuansa hijau yang menarik, tetapi juga berkontribusi positif terhadap ekosistem di sekitarnya.

4. Pagar Minimalis dengan Soka (Ixora spp.)

Soka adalah tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan bunga kecil berbentuk bola, umumnya berwarna merah, oranye, atau kuning. Tanaman ini sangat ideal untuk dijadikan pagar hidup atau pagar rendah karena keindahannya.

Bunganya kecil-kecil bergerombol dengan warna cerah. Jika mendapatkan cukup sinar matahari, soka dapat berbunga sepanjang tahun. Dengan melakukan pemangkasan secara rutin, Anda bisa menciptakan pagar hijau yang tidak hanya rapi tetapi juga menarik untuk dilihat.

Soka sangat mudah untuk ditanam, baik di tanah langsung maupun dalam pot besar, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap panas dan hujan. Tanaman ini mampu tumbuh subur di berbagai jenis tanah, menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk berbagai kondisi.

Kelebihan utama dari soka adalah kemampuannya untuk dibentuk sebagai pagar hidup dan kemampuannya untuk berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini memberikan sentuhan elegan pada area rumah dan sangat cocok untuk menciptakan pagar dengan gaya natural atau rustic, berkat bunga-bunganya yang indah dan selalu mekar.

5. Pagar Minimalis dengan Clematis

Pagar minimalis dengan tanaman rambat clematis menjadi pilihan menarik untuk menghadirkan kesan elegan dan artistik pada tampilan rumah. Clematis dikenal memiliki bunga yang indah dengan variasi warna seperti ungu, merah, pink, hingga putih, sehingga mampu memberi sentuhan warna yang lembut namun tetap menonjol pada desain pagar yang sederhana.

Tanaman ini dapat ditanam di sepanjang pagar besi, kawat, atau pagar kayu, lalu dibimbing menggunakan rambatan agar tumbuh rapi mengikuti garis pagar. Selain mempercantik visual rumah, clematis juga relatif mudah dirawat karena hanya membutuhkan sinar matahari yang cukup, penyiraman teratur, serta pemangkasan ringan untuk merangsang pertumbuhan bunga.

Dengan perawatan yang tidak rumit, pagar minimalis yang dipadukan dengan clematis akan terlihat lebih hidup, asri, dan berkelas tanpa menghilangkan kesan modern dan simpel.  

6. Pagar Minimalis dengan Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Kembang sepatu dikenal karena bunga-bunganya yang besar dan beraneka ragam warna, seperti merah, pink, kuning, dan putih. Tanaman ini sangat ideal untuk dijadikan semak pagar atau pagar hidup, memberikan keindahan pada lingkungan sekitar.

Bunga-bunga besar yang mencolok menjadi daya tarik utama dari kembang sepatu. Tanaman ini tumbuh dengan subur di daerah beriklim tropis dan dapat menghasilkan bunga sepanjang tahun jika kondisi lingkungan mendukung. Periode puncak biasanya terjadi pada musim panas, sehingga saat itu bunga-bunga akan bermekaran dengan indah.

Kembang sepatu tidak hanya memiliki penampilan yang menarik, tetapi juga mampu bertahan terhadap cuaca panas tropis, menjadikannya pilihan yang tepat untuk menghias halaman rumah di Indonesia. Dengan perawatan yang baik, seperti pemangkasan yang rutin, tanaman ini bisa berbunga terus menerus, memberikan kesan tropis dan ceria pada pagar rumah.

Keberadaan kembang sepatu akan menambah nilai estetika dengan bunga-bunga eksotis dan warna yang beragam, menciptakan suasana yang lebih hidup dan menyenangkan di sekitar hunian. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang memilih kembang sepatu sebagai tanaman hias yang menarik.

7. Pagar Minimalis dengan Melati Jepang (Jasminum sambac)

Melati Jepang memiliki ciri khas bentuk yang teratur dan mudah untuk dipangkas. Tanaman ini sangat ideal digunakan sebagai pagar rendah atau semak pagar, memberikan kesan yang rapi dan elegan pada area sekitar.

Dengan memanfaatkan melati Jepang sebagai pagar, Anda akan memperoleh tampilan yang teratur. Daun tanaman ini berukuran kecil dan memiliki warna hijau yang cerah. Meskipun ukurannya terbilang kecil, keharuman bunga yang dihasilkan mampu memberikan kesegaran pada halaman. Bunga-bunga kecil berwarna putih dan berbentuk bintang ini memiliki aroma harum yang menyenangkan.

Fleksibilitas dari melati Jepang memungkinkan Anda untuk menciptakan pagar tanaman yang presisi, sesuai dengan selera dan keinginan Anda. Perawatan untuk tanaman ini tergolong mudah dan tidak memerlukan banyak usaha. Melati Jepang terkenal karena ketahanannya dalam berbunga dan kemudahan dalam pemeliharaannya.

Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan cepat dan tahan terhadap paparan sinar matahari langsung. Dengan demikian, melati Jepang dapat menciptakan suasana yang romantis dan segar, serta meningkatkan nilai estetika hunian Anda dengan tampilan yang modern dan teratur.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading