Sukses

Lifestyle

People Pleaser? Cara Menolak Ajakan Bukber tanpa Merusak Hubungan

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, sudah mulai menerima ajakan buka bersama Ramadhan tahun ini? Bulan Ramadhan identik dengan momen kebersamaan terutama ketika menikmati waktu berbuka. Buka bersama atau bukber menjadi rutinitas menyenangkan setiap bulan Ramadhan. Berbagai undangan buka bersama mulai berdatangan untuk menjaga hubungan dengan orang terkasih. Berbincang santai sambil menikmati hidangan bersama sahabat, keluarga, hingga rekan kerja dapat menghadirkan suasana yang penuh kehangatan.

Namun, di tengah padatnya aktivitas, tidak semua undangan bukber bisa kita penuhi. Terlalu sering menghadiri bukber justru bisa menguras energi dan mengganggu rencana pribadi. Keinginan untuk menabung, menikmati waktu sendiri, hingga bingung memilih outfit yang sesuai bisa menjadi pertimbangan dalam menghadiri buka bersama.

Bagi seseorang dengan kecenderungan people pleaser, menolak undangan menjadi terasa sulit. Ada keinginan untuk menyenangkan perasaan orang lain, yang sering kali mengorbankan kebutuhan dan kenyamanan pribadi. Di momen ini, personal boundaries diperlukan sebagai bentuk self love, yaitu cara menjaga keseimbangan diri tanpa merusak hubungan sosial.

Personal boundaries merupakan batasan sehat yang kita tentukan dalam berinteraksi dengan orang lain, termasuk teman, keluarga, maupun orang asing. Konsep ini bertujuan untuk  menjaga kesehatan fisik dan mental, sekaligus memberi ruang untuk diri sendiri dengan menolak atau menghindari pertemuan yang terasa kurang nyaman. Berikut beberapa tips untuk menolak ajakan bukber tanpa menyinggung perasaan orang lain. 

1. Apresiasi ajakan

Sampaikan terima kasih atas undangan yang telah diberikan. Ucapan terima kasih membuat orang lain merasa lebih dihargai. Dengan apresiasi ini, penolakan terasa lebih hangat dan tidak menyinggung. Hal ini menunjukkan penghargaan atas usaha mereka dalam mengikutsertakanmu, sehingga hubungan akan tetap hangat.

2. Gunakan Bahasa yang Tegas tapi Ramah

Hindari menolak dengan bahasa yang bertele-tele. Hal ini bertujuan agar alasan atau maksud penolakan tersampaikan dengan jelas dan mengurangi kesalahpahaman. Berikan gestur yang sopan seperti senyum, sebagai respons ramah dalam menolak ajakan. Sertakan alasan singkat dan jujur agar penolakan lebih mudah diterima. Dengan cara ini, keputusanmu akan tetap dihormati tanpa menimbulkan ketersinggungan.

3. Hindari Memberi Harapan Palsu

Jangan mengatakan janji yang sebenarnya tidak bisa dipenuhi, seperti janji akan datang menyusul. Hal itu justru berisiko untuk mengecewakan dan merusak kepercayaan mereka. Fokus pada komunikasi yang jujur untuk menjaga hubungan tetap sehat. Menyampaikan keadaan dengan jujur membuat situasi terasa lebih ringan dan tidak menimbulkan ekspektasi berlebih dari pihak lain.

4. Tawarkan alternatif lain

Jika memungkinkan, tawarkan untuk bertemu di waktu lain agar hubungan tetap berjalan baik. Penawaran ini menunjukkan inisiatif dan antusiasme untuk tetap menjalin interaksi dan kedekatan di masa depan. Dengan cara ini, hubungan tetap harmonis dan terasa saling menghargai.

Sahabat Fimela, menolak ajakan dengan sopan bukan berarti menarik diri dari lingkungan sosial. Dengan komunikasi yang jujur, bahasa, gestur, dan alasan yang tepat, penolakan akan terasa tulus tanpa menyakiti pihak lain. Ramadhan bukan hanya tentang kebersamaan, melainkan menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan sosial. Melalui personal boundaries yang sehat, kita belajar menghargai diri sendiri sekaligus menjaga kualitas hubungan dengan orang lain. Momen bukber akan menjadi berkesan jika dilakukan dengan sepenuh hati.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading