Sukses

Lifestyle

Jessica Meir, Perintis Spacewalk, & Sophie Adenot, Dua Astronaut Perempuan Hebat Misi ISS

ringkasan

  • Jessica Meir, astronaut NASA, dikenal sebagai perintis spacewalk perempuan pertama dan akan memimpin misi Crew-12 ke ISS pada 2026.
  • Sophie Adenot, astronaut ESA, adalah perempuan Prancis kedua yang akan terbang ke ISS dalam misi Epsilon pada 2026, fokus pada eksperimen ilmiah.
  • Kedua astronaut ini menginspirasi melalui kontribusi signifikan mereka dalam penelitian ilmiah dan eksplorasi luar angkasa, membuka jalan bagi generasi mendatang.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dunia antariksa kembali dihebohkan dengan kehadiran dua sosok perempuan inspiratif yang akan mengukir sejarah. Mereka adalah Jessica Meir dari NASA dan Sophie Adenot dari European Space Agency (ESA), dua astronaut perempuan yang ikut misi ke ISS. Keduanya siap berpartisipasi dalam misi penting ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan latar belakang dan kontribusi yang luar biasa.

Meir, seorang ahli biologi kelautan dan fisiolog, telah membuktikan dirinya sebagai perintis dalam eksplorasi luar angkasa. Sementara itu, Adenot, seorang insinyur dan pilot uji helikopter, siap menjadi perempuan Prancis kedua yang menjelajahi angkasa. Kehadiran mereka menegaskan peran krusial perempuan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.

Misi-misi ini tidak hanya akan memperkaya data ilmiah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda di seluruh dunia. Mereka akan menjalankan berbagai eksperimen penting serta memimpin misi yang menantang, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap penjelajahan kosmos.

Jessica Meir: Perintis Spacewalk dan Komandan Misi Mendatang

Jessica U. Meir, seorang ahli biologi kelautan, fisiolog, dan astronaut NASA, memiliki rekam jejak yang mengesankan. Ia lahir di Caribou, Maine, Amerika Serikat, dan menempuh pendidikan biologi sebelum meraih gelar doktor di bidang biologi kelautan. Ia terpilih oleh NASA pada tahun 2013 sebagai bagian dari kelompok astronaut ke-21, menandai awal karirnya di dunia antariksa. Perjalanan luar angkasanya dimulai pada 25 September 2019, ketika ia meluncur ke ISS dengan Soyuz MS-15.

Selama Ekspedisi 61 dan 62, Meir bertugas sebagai insinyur penerbangan, menghabiskan 205 hari di luar angkasa. Dalam periode tersebut, ia mengelilingi Bumi sebanyak 3.280 kali dan menempuh jarak fantastis 86,9 juta mil. Salah satu momen paling bersejarah adalah partisipasinya dalam spacewalk khusus perempuan pertama pada 18 Oktober 2019, bersama Christina Koch. Mereka berdua melakukan dua spacewalk tambahan, dengan total waktu hampir 22 jam di luar ISS, menunjukkan ketangguhan dan keahlian luar biasa.

Kini, Jessica Meir bersiap untuk kembali ke ISS sebagai Komandan untuk misi NASA SpaceX Crew-12. Misi ini dijadwalkan meluncur pada 13 Februari 2026, di mana ia akan bergabung dengan Ekspedisi 74 dan 75. Perannya sebagai komandan akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh perempuan terkemuka dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Sophie Adenot: Astronaut Perempuan Prancis Kedua dalam Misi Epsilon

Dari benua Eropa, hadir Sophie Adenot, seorang insinyur, pilot uji helikopter, dan kolonel Angkatan Udara dan Antariksa Prancis. Lahir pada tahun 1982, ia terpilih sebagai astronaut ESA pada tahun 2022. Setelah menyelesaikan program pelatihan dasar selama satu tahun pada April 2024, ia kini memenuhi syarat penuh untuk penugasan penerbangan luar angkasa.

Sophie Adenot akan meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 13 Februari 2026, untuk misi pertamanya yang dinamakan Epsilon. Misi ini akan berlangsung selama sembilan bulan, menjadikannya perempuan Prancis kedua yang menjelajahi luar angkasa, 25 tahun setelah Claudie Haigneré. Ini adalah pencapaian signifikan bagi Prancis dan Eropa dalam sejarah eksplorasi antariksa.

Dalam misi Crew-12, Adenot akan bergabung dengan Jessica Meir, Jack Hathaway, dan Andrey Fedyaev. Ia diperkirakan akan melakukan sekitar 200 eksperimen ilmiah, dengan fokus pada efek penerbangan luar angkasa terhadap kesehatan manusia. Eksperimen ini mencakup dampak mikrogravitasi pada jantung, otot, tulang, dan penglihatan, serta memimpin eksperimen edukasi ChlorISS untuk memperkenalkan sektor luar angkasa kepada kaum muda.

Menginspirasi Generasi Melalui Eksplorasi Luar Angkasa

Kontribusi Jessica Meir dan Sophie Adenot sebagai dua astronaut perempuan yang ikut misi ke ISS tidak hanya terbatas pada penelitian ilmiah. Mereka berdua adalah teladan nyata bagi perempuan di seluruh dunia, menunjukkan bahwa batas-batas dapat dilampaui dengan tekad dan kerja keras. Kisah mereka menginspirasi banyak orang untuk mengejar mimpi di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).

Melalui misi-misi mereka, data berharga mengenai adaptasi tubuh manusia di lingkungan mikrogravitasi akan terkumpul. Informasi ini krusial untuk persiapan misi jangka panjang ke Bulan dan Mars di masa depan. Penelitian yang mereka lakukan akan membantu para ilmuwan memahami lebih dalam bagaimana menjaga kesehatan astronaut selama perjalanan antarbintang.

Kedua astronaut ini terus mendorong batas-batas eksplorasi luar angkasa, dengan kontribusi signifikan mereka dalam penelitian ilmiah dan peran mereka sebagai teladan bagi generasi mendatang. Keberadaan mereka di ISS adalah bukti kemajuan dan inklusivitas dalam dunia antariksa, membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam petualangan luar angkasa.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading